
Hari ini hari pertama untuk Galen dan Ira masuk sekolah setelah kecelakaan hari itu, mereka sangat beda drastis dari sebelumnya. Jika Galen ia tetap dingin seperti biasa sedangkan Ira ia selalu menyapa semua orang membuat semua orang mengernyitkan dahi binggung terutama kakak kelas laki-lakinya yang biasanya jika mereka menyapa dan akan dibalas dengan wajah jutek andalannya tapi kali ini tidak! Ira bahkan menyapanya balik dengan senyum manisnya.
Galen dan Noah melihat Ira dari sana Noah bahkan ikut terkejut akan perubahan ira dari jutek sampai sekarang ia menjadi ramah dan murah senyum seperti ini.
"Lo bilang dia jutek tapi Lo sekarang lihat bahkan dari pagar tadi sampai sekarang dia selalu menyapa orang, apa Lo bohongi gue?" ucap Galen datar.
"Sumpah bro gue gak boong mungkin dia juga sama kayak Lo, waktu operasi otaknya gak ditaruh kepala tapi ditaruh lutut," kekeh Noah.
"kalau ditaruh lutut artinya tuh orang stress," balas Galen.
"Tapi perubahan ini lebih baik dia jadi lebih ramah gak kayak biasanya kalau disapa dia malah memasang wajah jutek menyebalkannya itu!" sahut noah.
Galen terus menatap Ira tanpa berkedip ia mengamati Ira dari kejauhan ada rasa tidak rela saat Ira menyapa semua cowok disana sedangkan waktu dirumah sakit Ira sangat jutek padanya.
Ira dan Nara melewati Galen begitu saja tapi sebelumnya mereka menyapa Galen dan Noah yang tengah duduk itu.
Jantung Ira rasanya berdetak lebih cepat saat bertemu Galen. "Hai kak Noah hai kak Galen," sapa Ira dengan senyum manisnya membuat jantung Galen berdetak lebih cepat.
Kenapa gue jadi deg-degan gini ya disenyum'in nih cewek, batin Galen.
Noah tersenyum terpaksa ia masih binggung dengan perubahan sifat Ira. "Ehm Ir, gue mau ngomong bentar sama Nara apa Lo bisa disini dulu?" ucap Noah.
"Aa gak papa kak aku langsung masuk kelas aja," balas Ira. "Enak aja main masuk, tungguin gue dulu! Lo disitu aja dulu gue cuma bentar kok ngomongnya," balas Nara
"Fine." Ira terpaksa menunggu Nara dengan duduk disamping Galen yang masih tetap sibuk dengan buku bacaannya.
Mereka berdua nampak canggung tak ada satu pun dari mereka yang berniat memulai pembicaraan.
Hening
Sampai Ira melihat kedatangan Amel dan menyuruhnya untuk ikut menunggu Nara disini bersamanya. "Emang kemana sih tuh bocah?" tanya Amel kesal karna ia hari ini berangkat pagi karna ingin menyontek tugas temannya, eh malah ia terjebak dengan pasangan aneh ini.
Amel duduk disebelah Ira ia tidak henti-hentinya ngomong sampai membuat telinga Galen sakit. "Lo bisa diem gak! telinga gue sangat sakit dengar ocehan Lo," ucap Galen datar.
Amel melihat kearah Ira untuk meminta pembelaan agar si kutub itu pergi dan tidak menggangu ceritanya. "Maaf kak kalau kak Galen gak nyaman mending kakak pergi aja!" ucap Ira tanpa melihat ke arah Galen.
"Gak punya sopan santun ya? kalau ngomong tuh ngadep orangnya bukan malah ngadep tong sampah! Lo lagi ngomong sama gue jadi Lo ngadepnya ke gue gak malah ngadep tong sampah kecuali kalau Lo lagi ngomong sama benda kotor itu, lagian siapa Lo berani ngusir gue!" ketus Galen.
"Maaf-maaf nih kak, ya terserah aku lah mau ngadep mana aja! pentingkan aku udah jawab pertanyaan kakak, dan aku juga gak mau pergi dari sini. Kak Galen denger kan Nara tadi ngomong apa? dia nyuruh aku nunggu disini kalau kak Galen gak suka yaudah kak Galen aja yang pergi!" ucap Ira tak kalah ketus.
"Yaelah Ira ngapain Lo minta maaf biasanya aja Lo jawab gini kalau gak suka, yaudah Lo aja sana yang pergi ngapain harus kita!" ucap Amel menirukan gaya jutek Ira yang dulu.
__ADS_1
Galen dan Ira sama-sama mengernyitkan dahi.
"Apaan sih gajelas banget," balas Ira.
"Gajelas apa nya sih? ya elo emang kayak gitu kalau ama kak Galen, jutek."
"Jutek dan sangat menyebalkan," balas Galen
"Hah? apa kak Galen udah inget sama aku?" tanya Ira.
"Ya gue inget! Lo itu cewek paling nyebelin dimuka bumi ini!"
Sedangkan Amel sedari tadi hanya mendengarkan drama FTV di depannya yang terasa sangat menyebalkan. "Udah dramanya?" balas Amel.
.
Sedangkan di lain tempat Noah dan Nara tengah berbicara di taman belakang mereka berdua sedang bicara cukup serius.
"Eh monyet sebenarnya Ira itu kenapa sih, kenapa dia jadi aneh gitu?" tanya Noah.
"Bisa nggak sih sekali-kali nggak usah panggil gue monyet, emang wajah gue ada gitu kemiripannya sama monyet?" kesal Nara
"Ih apaan sih."
"Cie salting orangnya," kekeh Noah.
"Udah-udah gak usah bahas hal yang gak penting kek gitu, mending sekarang kita balas Ira sama kak Galen aja."
"Hm."
"Jadi Ira itu, dia lupa ingatan tapi gak semuanya. Dia lupa ingatan dibagian masa lalunya aja, ehm jadi gimana ya gue juga binggung ngomongnya gimana! pokok intinya sifat Ira itu kembali ke sifat aslinya dulu," balas Nara
"Emang Ira yang dulu gimana?"
"Ira yang dulu itu dia orangnya ramah dan ramah senyum kek sekarang," balas Nara.
"Oh, ada dampak baiknya juga sih," balas Noah
"Ya, terus apa kak Galen ingat sama Lo?"
"Ingatlah, gue kan udah temenan sama Galen dari orok!"
__ADS_1
"Cih!"
"Gak percaya Lo? Galen itu hilang ingatan dibagian masa depannya, eh masa sekarang maksud gue kebalikannya Ira lah! Jadi dia itu inget sama orang-orang masa lalunya tapi gak inget sama orang-orang terdekatnya yang sekarang."
"Oh."
Kringgg
Bel masuk kelas sudah berbunyi terpaksa mereka harus menunda obrolannya dan masuk ke kelas masing-masing.
"Lo lama banget sih monyet gue belum sempat nyalin tugas nih," kesal Amel.
"Emang siapa yang nyuruh Lo nunggu gue somplak."
"Ira yang nyuruh gue dia deg-deg an kalau disini sendiri sama patung," celetuknya yang didengar semua orang. Ira langsung memelototkan matanya mengode agar Amel berhenti bicara.
"Patung?" tanya Noah.
"Iya patung, siapa lagi kalau bukan temen Lo, Pak ketua osis David Galen Abraham, kulkas dua pintu, and Mr. Kutub, gue heran aja kenapa ada orang kayak dia, disini pula disekolah. Seharusnya kan kakak itu di kutub Utara main sama beruang dan kawan-kawan bukan malah sama manusia normal kek kita," ucap Amel tanpa rem.
"Lo pikir gue manusia apa?" ucap Galen datar ia benar-benar kesal dengan ucapan jujur dari Amel.
"Manusia setengah es mungkin," balasnya.
"Udah mending kita ke kelas masing-masing dan Lo berhenti ngomong hal yang gak jelas!" Ira menarik tangan Amel menjauh dari Noah dan Galen.
"Dasar gila!" ucap Galen lalu masuk ke kelasnya.
.
.
waktu jam istirahat pertama sudah berbunyi, Ira dan lainnya sudah duduk manis dimeja kantin. Hanya tinggal menunggu Nara yang masih memesan makanan. Sudah menjadi kebiasaan mereka untuk menjadwal giliran orang yang memesan makanan di kantin dan hari ini adalah giliran Nara yang memesan.
Oke gays aku udah up nih jangan lupa like komen sama vote nya😚❤️
sabar ya yang nyuruh Galen cepat ingat. Ikuti alurnya aja terus dan jangan lupa like ama votenya biarkan alurnya mengalir seperti air.
karna cinta Ira dan Galen ini butuh perjuangan yang besar untuk bersatu mangkannya dikasih geronjal-geronjal dikit buat kisah armaranya itu namanya cinta sejati. santuy aja kalau baca nya ya jangan tegang-tegang🤭
Baca juga 'Jalan Hinrahku' dan 'menikahi Presdir yang kejam'🙏
__ADS_1