
Hari ini adalah hari paling membahagiakan hati anak kelas 12, perjuangan mereka selama tiga tahun terbalas sudah, hari ini masing-masing siswa mendapatkan surat tanda kelulusan dari sekolahan.
Baju putih yang selalu mereka pakai dihari Senin sudah tidak berwarna putih lagi, tawa mereka pecah antara bahagia dan sedih, bahagia akan kelulusan ini dan sedih karna berpisah dengan teman seperjuangan.
Setelah ini tidak ada lagi main-main mereka harus menempuh jenjangnya yang lebih tinggi mencari masa depan dan menemukan jati diri mereka. Kata orang disaat masa abu-abu lah masa yang membahagiakan masa penuh kenangan dan itu terbukti lihatlah mereka, mereka dengan senyum mengembang dibibir tangan mereka semua sibuk untuk mencoret-coret seragam teman lainnya.
"Len sini gue belum nyoret baju Lo," ucap Noah, baju cowok itu sudah tidak karuan lagi warna warni sudah menghinggapi baju warna putihnya.
"Cih baju Lo kayak gembel!" ejek Galen. Dia berjalan ke arah sahabat seperjuangannya, sahabat yang menemaninya selama tiga tahun ini.
"Baju gue mah bagus, trend ini mah," ucap Noah tergelak, ia mengambil pewarna itu dan mulai menuliskan sesuatu di baju belakang Galen.
'Gue gila' itulah kata yang Noah tuliskan pada baju belakang Galen setelah itu ia berlari sebelum terkena amukan Galen.
Galen yang belum sadar berjalan santai menuju pacar tersayangnya. Andira Hermawan, dua tahun sudah mereka menjalin hubungan seperti pasangan pada umumnya pasti ada saja pertengkaran yang mereka lewati selama ini.
Galen menyerahkan pewarna itu pada Ira ia ingin kekasihnya ikut andil dalam mencoreng baju sekolahnya itu.
"Apa?" tanya Ira
"Tulis nama kamu, terserah dibagian mana," ucap Galen.
"Gak mau ah." tolak Ira.
"Kenapa nggak? Nara aja udah nyoret seragamnya Noah."
"Hm." saat Ira akan menuliskan namanya para baju belakang Galen ia dibuat tertawa saat melihat tulisan di baju itu.
"Kenapa?" tanya galen binggung.
"Siapa yang nulis ini?"
Galen menoleh kebelakang tapi tetap saja ia tidak bisa melihat tulisan itu. "Emang tulisan apa?" tanyanya.
"Tulisannya gue gila." Galen sudah menebak siapa penulis sialan itu, mungkin karna itu saat ia berjalan tadi banyak orang yang menertawakannya.
"Noah setan!" umpat Galen.
"Siapa? Noah yang nulis?" ucap Ira dengan tawanya.
"Siapa lagi yang berani sama aku kalau bukan si Noah sialan itu!" ucap Galen.
"Aku juga berani Lo sama kamu."
"Kalau kamu kan pengecualian," ucap Galen dengan mencubit singkat hidung banggir Ira.
"Udah ayo balik, entar sore aku jemput."
"Ke mana?"
"Rahasia dong." Galen merangkul bahu Ira berjalan pergi menuju parkiran.
...***...
"Nar kenapa, kok cemberut aja." Noah duduk di taman belakang sembari menyenderkan kepalanya pada pundak kekasihnya.
"Tau ah, pikir aja sendiri," ketus Nara ia beranjak dari duduknya meninggalkan Noah sendiri.
"Eh?"
__ADS_1
Noah mengejar kekasihnya yang tengah marah saat ini, dia tidak tahu kesalahan apa yang dia perbuat sehingga membuat Nara ngambek kepadanya.
"Nar, kenapa sih?" Noah menggapai tangan Nara yang wajahnya tertekuk sebal. Noah mendongakkan wajah kekasihnya membuat mata mereka berdua bertemu.
"Kenapa, hm?" Mata Nara berkaca menatap ke arah Noah, lantas gadis itu menubruk dada kekasihnya memeluknya erat.
"Gue gak mau lo pergi! jangan pergi kak." Nara terisak pelan, rasanya dia belum siap harus berpisah dengan Noah.
"Hei, jangan nangis. Gue nggak pergi ke mana-mana! gua masih kuliah di Indo kok! gue juga nggak mau pisah sama lo Nar, tapi ini tentang pendidikan tentang masa depan kita kelak."
Wajah Nara blushing mendengar ucapan Noah, lelaki ini memang pintar membuat pipinya bersemu. "Kak, kalau nanti kita beda sekolah. kalau lo lirik yang lain gimana?" tanyanya.
"Gak akan, gue nggak akan lirik gadis lain selain lo. Pacar gue sendiri! nanti malam ikut kan di acara prom night, jadi pasangan gue."
"Iya." Noah mengusap pelan pipi Nara membuat gadis itu tersenyum singkat. "Gue sayang banget sama lo, Nar!" Noah memeluk erat tubuh itu mengecup singkat pucuk kepala Ira.
......****......
Galen tiduran dengan paha Ira sebagai bantalan, wajah lelaki itu memandang lurus ke arah wajah cantik kekasihnya.
"Ira, setelah ini kita udah nggak sesekolahan lagi! lo bisa kan jaga hati buat gue?" tanya Galen pelan, wajahnya nampak serius membuat Ira tersenyum singkat.
"Bisa, asal lo juga jaga hati buat gue." Galen menggengam tangan Ira mengarahkannya pada dadanya, dia memejamkan matanya dengan menggenggam singkat tangan Ira.
Ilustrasinya aja ya, wkwk
"Denger? jantung gue berdebar karena lo, cuma lo yang bisa buat jantung gue gak tenang di dalam sana. Kejar impian lo dulu, Ra. Gue juga mau ngejar pendidikan gue dulu, kalau nanti gue udah mapan gue bawa orang tua gue ke rumah lo!"
Ira tak bisa menyembunyikan rona merah di pipinya, Galen memang cuek tapi sekalinya lelaki itu bersikap manis, lelaki romantis pun akan kalah dengannya.
"Gue emang nggak bisa janji sama lo, Ra. Tapi lo harus tahu, bukan di kampus di sekolah ini pun banyak cewek yang lebih cantik dari lo dan lebih segalanya dari lo, tapi gue tetep milih lo kan? jadi secantik apapun cewek itu kalau bukan lo gak akan gue lirik."
"Yakin?" ucap Ira dengan senyum tertahan, Galen mengangkat tangannya mengusap pelan wajah Ira, wajahnya yang berekspresi datar perlahan mengulas senyuman tipis.
"Yakin sayang."
...****...
Malam harinya, sma Ganesa mengadakan acara prom night untuk merayakan hari kelulusan anak kelas XII, tak terkecuali Galen yang sudah datang bersama dengan Ira, dan Noah dengan Nara.
Dua pasangan yang terlihat serasi itu menjadi pusat perhatian di sana. Terlebih keduanya yang nampak sangat romantis.
Galen mengajak Ira dansa di sana, tangan Ira melingkar pada leher Galen, kedua tangan Galen melingkar apik di pinggang Ira.
"Malam ini, lo cantik." Pipi Ira bersemu mendengarnya, malam ini Galen pun terlihat sangat tampan.
"Ira, gue sayang sama lo." Galen berucap dengan suara yang terdengar tulus, Ira hanya diam menatap manik itu.
"Sayang gue gak ke hitung buat lo. Lo hebat bisa buat gue kembali jatuh cinta, bahkan kali ini gue bener-bener cinta sama lo, gue di buat gila dengan semua tentang lo. Lo orang spesial di hati gue!"
Cup
Galen mengecup singkat dahi Ira, memutar tubuh itu dirinya tersenyum memandang wajah Ira yang merona, Galen selalu suka saat melihat rona alami itu.
"Nanti kalau lo lulus, sekampus sama gue aja! biar nggak ada yang berani gangguin lo!" Ira tersenyum tipis.
"Tanpa Kak Galen juga orang-orang pada takut ngedekitin Ira, jadi nggak usah sok!" ejek Ira.
__ADS_1
"Iya, Miss jutek."
Di lain tempat yang tak jauh berbeda dari mereka, sepasang sejoli yang tengah asyik dengan dansa mereka, saking menatap penuh cinta.
"Cantik banget sih, pacar gue. Gak rela sumpah kalau gue harus pisah sama lo!" Noah menatap dalam mata gadisnya, jika bukan karena pendidikan dia tidak ingin berpisah dengan Nara.
Memang mereka masih bisa bertemu tapi pastinya terhalang waktu, tugas tak sesering ketika mereka sesekolahan mereka bisa bertemu setiap waktu.
"Setahun, setelah ini kita akan bersama. Saling mengejar mimpi sama Tuhan menakdirkan kamu menjadi jodohku."
"Love you, Nar."
"Love you too, Kang Noah!" kekeh Nara, Noah mengecup singkat pipi Nara merasa gemas dengan tingkah kekasihnya itu.
...****...
Halo semua bagaimana dengan Extra part kali ini? mau lanjut? Atau udah ini aja? Dan sebelumnya aku minta maaf kalau banyak kekeliruan di cerita ini karena jujur aja ya novel ini ada cerita pertama yang aku tulis.
Aku masih labil terjun di dunia penulisan, maaf banget dan banyak cerita yang emang nggak masuk akal dan aku minta maaf.
seperti banyak pembaca yang komen kenapa adik sama adik, kakak sama kakak. Dan untuk itu aku minta maaf🙏 kalau aku ada waktu senggang pasti cerita ini akan aku rombak habis-habisan akan aku benarkan dan maaf banyak banget typonya😢
Seklai lagi aku minta maaf dan terimakasih untuk para readers yang udah berkenan baca cerita ini 🤗 Love you all❤️
Yang mau lihat cast mereka aku kasih nih.
Ira
Galen
Noah
Love you Nara
Nara
**Bye sampai jumpa lagi, pas nggak cast nya?
jangan lupa follow akun Instagram aku ya, kalau banyak yang follow aku up lanjutannya 🤣
Nabilaputrii36_
Nabilaputrii74
__ADS_1
See you readers 😚**