
"Gue mau di taruh asrama ama bokap," ucap Amel sedih.
"Asrama?" tanya mereka.
"Iya papa gue mau naruh gue diasrama katanya biar gue mandiri," jelas Amel.
"Tega banget kan orang tua gue ngusir gue, udah anak tunggal diusir pula," sambungnya.
"Huss, Lo suudzon mulu sama orang kalau ama temen gak masalah ini orang tua Lo ke adzab sukurin Lo," cetus Nara.
"Mel, mungkin orang tua Lo ngirim Lo ke asrama supaya Lo pinter biar gak somplak terus-terusan," duga Ira.
"Lo pada emang temen setan ya! gue ini lagi sedih karena gue bakal gak ketemu kalian, lah nyatanya temen gue malah happy-happy aja gue tinggal! emang temen Dajjal!" cecar Amel.
"Amelll, gue juga sedih harus pisah sama Lo, emang Lo mau mondok kemana sih?" tanya Nara.
"Gue mau mondok di ponpes Darussalam," Jawab nya yang membuat semua orang mendelik kesal.
"Kalau cuma di asrama depan ngapain Lo pake sedih segala!" geram Nara.
"Ya gue sedihlah, Lo kan tau kalau diasrama bangun harus pagi dan gue juga gak boleh pegang hape. Oh no!"
"Yaelah tapi kita kan tiap hari masih bisa ketemu Amell," geram zura.
"Iya tapi cuma disekolahan doang," ucap Amel.
Semua orang menatap kesal kada Amel, jelmaan apa sih tuh anak. Suka banget bikin orang naik darah.
"Serah lu deh sukamti! pusing gue ngomong sama orang kagak ngotak kek elo!"
"Udah lha orang tua Lo itu pingin Lo jadi cewek bener gak begundal kayak gini," Azzam menyahut.
"Begundal pala lu, gue ini cewek baik-baik ya!" balas Amel kesal bukannya sahabatnya ini mencegahnya eh malah menyuruhnya pergi.
"Tau ah Lo pada cuma bikin gue tambah kesel aja." Amel meninggalkan teman-teman nya pergi. Sedangkan mereka hanya acuh entar juga Amel sendiri yang akan minta maaf dan baikan lagi pada mereka.
***
Ira termenung di kamarnya ia sangat bosan seharian tidak ada kerjaan, akhirnya ia pergi ke tempat latihannya dirumah belakang sudah sangat lama ia tidak kesana.
Mending gue latihan aja kali ya, timbang gabut kek gini. batin Ira.
Setelah sampai diruang latihannya Ira segera memakai perlengkapannya dan mulai pemanasan terlebih dulu dari kuda-kuda sampai selesai.
Cukup lama ia berada di ruangan itu sampai Ira mandi keringat karna terlalu lelah akhirnya ia kembali ke kamarnya untuk menyegarkan tubuhnya yang terasa lengket itu.
Keesokan harinya Ira sudah diperbolehkan sekolah oleh mamanya lagi, ia sudah rindu dengan jajanan kantin. Haha bukan rindu pelajarannya malah rindu makanan. Dasar!
Ira keluar dari mobil sport nya, seperti biasa ia langsung memasang wajah jutek favoritnya. Ira berjalan menuju kantin untuk mengisi perut karna tadi pagi ia tidak sempat sarapan karna malas.
Ira sudah rindu dengan jajanan kantin dengan tas yang masih terselampang dibahu nya, bukannya ke kelas dulu Ira malah langsung ke kantin. Subhanallah dah anak bapak Hermawan
Ira memesan cilok dan es teh, jajanan yang sangat ia rindukan adalah cilok bik Inah. "Bik cilok nya lima ribu yak sambal kayak biasa sama es tehnya satu," pesan Ira.
__ADS_1
"Eh neng Ira, udah sembuh neng?" ucap bik Inah.
"Iya bik, Alhamdulillah." Ira tersenyum pada bik Inah.
"Yaudah tunggu dulu bik Inah bikinin cilok spesial buat neng Ira," ucap bik Inah.
Ira menunggu kurang lebih Lima menit setelah itu bik Inah mengantar cilok pesanannya. "Ini neng pesenan nya," ucap bik Inah.
"makasih bik." Ira langsung menyantap cilok itu.
"Ehmm, enak banget! cilok bik Inah emang paling top dah," puji Ira.
"Ah neng bisa aja!"
Ira tersedak cilok saat seseorang mengejutkannya.
Uhuk, uhuk, uhuk
"Eh, eh minum minum." Nara langsung memberikan minuman kepada Ira.
"Setan emang Lo tuh Nar!" ucap ira kesal.
"Lo mau bikin gue mati muda apa? untung tadi cilok nya kecil kalau nggak bisa mati gue hari ini," sambungnya lagi.
"Hehe maap, lagian Lo gak jadi mati juga kan," balas Nara nyengir kuda.
"Gak jadi mati? emang Lo doain gue biar cepat mati apa!" sentak Ira
"Tau ah, serah Lo aja, repot deh ngomong sama Lo," balas Nara
Terlihat Galen, Noah sedang patroli menyuruh semua anak kantin masuk karna bel akan segera berbunyi.
"Ira masuk yuk! udah mau bel tuh!" ajak Nara.
"Belum bel juga ngapain masuk," tolak Ira.
"Lo kagak tau apa! lagi ada polisi tidur patroli noh," ucap Nara menunjuk Galen dan Noah.
"Masa bodoh!" balas Ira.
"Polisi tidur pala Lu." Noah membalas ucapan Nara dengan sedikit berteriak karna jarak mereka rada jauh tapi Noah bisa mendengar nya karna suara Nara yang keras saat bicara.
"Apaan sih! nyaut aja Lo nyet," balas Nara ketus.
"Eh monyet jelas lha gue nyaut orang Lo ngatain gue polisi tidur," balas Noah kembali
"Lha emang iya kan," ucapnya.
"Iya pala Lu, polisi tidur itu polisi yang tidur orang gue polisinya jalan-jalan kok," balasnya.
"Yaudah satpol PP aja," balas Nara.
"Malah satpol PP," bantah Noah.
__ADS_1
"Terus apa monyet!" Belum sempat Noah bicara Galen sudah angkat suara.
"Kalian bisa diem gak!" bentaknya yang membuat semua orang diam sedangkan Ira masih sibuk memakan cilok nya.
"Kembali ke kelas sekarang!" titahnya. Nara menarik tangan Ira mengajaknya ke kelas eh bukannya berdiri ia malah lanjut makan. .
"Ira ayo!" ajak Nara.
"Bentar, cilok gue tinggal lima gue habisin dulu. Sayang kalau dibuang," balasnya.
"Ira Lo kok malah mentingin makan sih, lihat noh! Pak ketos udah melotot, Lo mau dimakan hidup-hidup sama tuh orang," ucap Nara lirih.
Galen masih tetap menatap tajam pada dua
orang itu membuat nyali Nara menciut sedangkan Ira malah asyik dengan cilok nya.
"Lo berdua punya telinga gak!" tegas Galen. Ira hanya menatap Galen sebentar lalu lanjut dengan makanan nya. "Ira!" ucap Galen sekali lagi.
"Cilok gue masih dua nih kan sayang kalau nggak dimakan, gue habisin ini dulu baru balik ke kelas," jelas Ira.
Wajah Galen sudah memerah menahan kesal kemarin saja waktu sakit Ira sangat penurut sedangkan sekarang keras kepala tuh anak kumat lagi!
Galen langsung merebut sendok cilok Ira dan langsung memakan dua cilok sekaligus membuat mulutnya penuh sedangkan Ira memelototkan matanya pada Galen.
"Cilok gue sialan!" ucap Ira.
"Udah habis kan, sekarang balik ke kelas!" titah Galen.
"Gue gak mau tau! Lo harus ganti cilok gue yang udah Lo makan itu," ucap Ira.
"Balik!" ucap Galen.
"Ganti dulu cilok gue yang udah Lo makan itu!" marah Ira.
"Lo jadi cewek pelit banget ya! justru Lo itu harusnya berterima kasih sama gue, karena gue udah habisin cilok Lo. Lo jadi bisa balik ke kelas!" sinis Galen
"Gue bilang kalau cilok gue habis bukan berarti Lo harus makan cilok punya gue," kesal Ira.
"Gak usah banyak alasan Ira! cepet masuk kelas! cilok dua seharga seribu rupiah tadi. Anggap aja Lo sedekah ke gue!"
"Bug no! emang Lo kaum apa yang harus gue sedekah'in! Gue gak mau tau pokoknya Lo harus ganti cilok gue." Ira masih tetap memaksa Galen, membuat Galen kesal sedangkan Noah dan Nara hanya diam melihat perdebatan mereka berdua.
"Masalah cilok dua butir aja Lo perpanjang, emang cewek pelit Lo tuh ya! Gila aja sultan sedekah dua butir cilok aja gak bisa. Ingat brother hidup gak semuanya tentang cilok!" ucap Galen kesal tapi entah mengapa ucapan akhir Galen nampak seperti lelucon.
"Bodo amat! pokok Lo harus ganti." Galen mendengus kesal melihat sifat batu Ira
"Oke gue ganti entar istirahat!" final Galen.
.
eaaaaaakkkkkk jangan lupa like komen and voteee nya yakkkk, maaf kemarin gak bisa up karna persiapan buat lomba. Karna aku udah selesai lombanya setiap hari aku bakal up buat kalian. Jangan lupa like sama votenya yang banyak...
kalau yang like sama votenya banyak aku usahain up lagi entar sore ✌️
__ADS_1
Jangan lupa baca: -jalan Hijrahku- dan -menikahi Presdir yang kejam-
Follow ig penulis: Nabilaputrii 36_