Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Duet


__ADS_3

"Huh! akhirnya selesai juga," ucap Nara lega.


"Kita mah udah selesai dari tadi Lo nya aja yang lama," sahut Noah kesal.


"Diam! Lo berdua bisa gak sehari aja gak ribut!" kesal Ira lalu pergi meninggalkan mereka.


"Ira tungguin gue!" teriak Nara.


-Aula sekolah-


Amel dan Arkan dari tadi bukannya menjawab benar malah melawak. Contohnya tadi.


"Apa nama ibukota Australia?"


Tettt Amel langsung memencet tombol merah didepannya tanpa ba bi bu. "Lo tau Mel?" tanya Azzam.


"Enggak ya biar Siska lah yang jawab," ucapnya enteng sedangkan Siska langsung melebarkan matanya dan mulutnya menganga lebar untung saja tidak ada lalat yang masuk.


"Lo tuh Mel, bener-bener ya!" kesal Siska memukul lengan Amel pelan. "Udah ah jawab aja dulu," balasnya enteng.


"Lo emang bener-bener gila Mel!" ucap Azzam kesal. Karna Siska lupa namanya jadi Azzam yang menjawab untung saja dia masih ingat sedikit tentang pelajaran IPS.


"apa jawabannya?"


"Itu pak can, can----" Ah ternyata Azzam hanya ingat depannya saja 'can' apa woii!


"Canada," celetuk Amel asal karna Azzam tidak cepat menjawabnya, malah seperti orang gagap dan alhasil jawabannya salah dan mendapat timpuk dari Azzam.


"Mel, Lo itu jawab ngawur mulu dari tadi, udah biar gue aja yang jawab. Lo diem!" ucap Azzam kesal, bagaimana tidak ia sudah dipermalukan oleh Amel apalagi ada kakak kelas yang ia suka, kan malu bukan kelihatan keren malah kelihatan bodohnya.


Tujuan Amel dan Azzam memang sama hanya untuk caper pada orang yang mereka suka pingin nya sih mereka kelihatan pintar eh malah yang kelihatan somplak sama bodohnya. Astaga!


Dan orang yang mereka suka hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah konyolnya.


Azzam cemberut terus sedari tadi sampai ada soal yang ia ketahui jawabannya tidak ia sia-siakan kesempatan itu, langsung saja ia menekan tombol merah didepannya.


Dan benar saja jawabannya benar wajah yang tadi cemberut langsung sumringah.


Kali ini sesi pertanyaan versi jebakan, bisa saja kita terjebak dengan soal itu, makanya kita harus berhati-hati dalam menjawab.


Tingkah konyol Amel kambuh lagi masa ia menentang ucapan pak guru saat jawabannya tidak dibenarkan.


"Ada bintang sapi di atas truk berjumlah enam ekor, dan tiga ekor sapi lainnya melompat, berapa jumlah sapi sekarang?" tanya pak guru.


Tetttt Amel memencet bel merah tersebut. "Lo tahu jawabannya?" tanya Azzam was-was. "Tentu," balas Amel sombong.


"Berapa Amel?" tanya pak guru.


"Ah itu sungguh sangat mudah pak, anak TK pun bisa menjawabnya, tentulah tinggal tiga," jawabnya dengan senyum merekah.


"Salah!" ucap pak guru. Amel seketika melonggo saat jawabannya disalahkan oleh pak guru.


"Bagaimana bisa pak," sahut Amel tak terima.

__ADS_1


"Pokoknya jawabannya salah!" jelas pak guru. "Wah, bapak ini memberi saya pertanyaan apa jebakan," ucap Amel kesal.


"Amel, kau ini jangan keterlaluan dia itu guru," bisik Azzam lirih. "Baiklah bapak jawab berapa jawabannya?"


"Jawabannya tetaplah enam," balas pak guru santai. "Bagaimana biasa?" ucap Amel tak percaya.


"Dengarkan baik-baik, ada bintang sapi di atas truk berjumlah enam ekor, dan tiga ekor sapi lainnya melompat, sapi itu memang melompat tapi didalam truk, jadi jumlahnya tetap sama enam."


"Bapak ini menjebak saya orang tadi bapak bilang sapinya melompat keluar," balas Amel masih belum terima.


"Saya tidak bilang jika sapi nya melompat keluar, saya hanya bilang jika sapi nya melompat itu saja tidak ada keluarnya!" sahut pak guru.


Dan perdebatan itu berakhir sangat panjang sampai guru lainnya yang harus memisah, dan kalian sudah tau bukan bahwa sudah dipastikan kelas Ira di lomba cerdas cermat pasti kalah.


Sekarang sudah waktunya istirahat Ira the gangs sudah duduk manis dimeja kantin dengan setiap orang menghadap semangkok bakso dan es teh manis.


Wajah Amel masih saja cemberut karna tidak terima sudah di jebak oleh pak guru, aslinya itu bukan jebakan hanya saja IQ nya saja yang terlalu rendah sehingga tidak bisa memahami maksud pak guru tadi, bukannya pak guru tadi sudah bilang jika kali ini sesi pertanyaan versi jebakan.


Zura menceritakan semua kejadian di aula dari Amel yang menjawab salah dan perdebatan nya dengan pak guru dan juga alasan Amel dan saudara kembarnya ikut cerdas cermat.


Mereka semua tertawa terpingkal mendengar cerita zura sehingga menggangu kenyamanan orang lain. "Gue heran sama kalian semua, perasaan dimana ada kalian selalu aja buat ribut. Kalian tau gak kalau suara ketawa mbk Kunti kalian itu menggangu pendengaran orang lain!" ucap Noah sinis ia berjalan ke arah meja mereka dengan tampang sok cool nya.


"Dan Lo sendiri kenapa selalu ganggu kesenangan kita!" balas Nara berkacak pinggang.


"Bukan gue tapi elo!" ucap Noah dengan mata menatap Nara sengit.


.


Sekarang semua orang berkumpul di aula untuk mendengar pemenang lomba hari ini.


"Andira hermawan dan Arkan Naufal Azhar!" ucap bapak kepala sekolah yang disambut tepuk tangan meriah semua orang. Ira dan Arkan yang namanya dipanggil pun langsung melangkah maju, dan mendapatkan piala dan ucapan selamat dari bapak kepala sekolah.


"Selamat Ira, selamat Arkan!" ucap pak kepala sekolah.


"Makasih pak," balas Ira dan Arkan.


"Dilanjut lomba kedua yaitu pemenang lomba olimpiade fisika dimenangkan oleh teman tercinta kita dengan nilai yang fantastis. Siapakah orangnya? ia adalah..."


"Andira Hermawan, dengan nilai tertinggi seratus! wah, hebat bukan!" puji pak guru


"Dan untuk lomba olimpiade biologi dimenangkan oleh..."


"Arkan Naufal Azhar, dengan nilai tertinggi 90 tidak terjawab lima soal, hebat dua teman kalian ini sudah mendapat dua piala sekaligus. Ayo kalian jangan mau kalah. Semangat!" ucap pak guru


"Lomba agama dimenangkan oleh dua orang dengan nilai yang beda tipis, Yaitu..."


"Juara satu dimenangkan oleh Ratna sari dengan nilai 75 sedangkan juara dua dimenangkan oleh Azzura dengan nilai 74, wah hanya beda satu angka saja loh."


Zura sangat bahagia karna bisa menang meskipun tidak juara satu yang penting tetap juara.


"Dan untuk lomba terakhir yaitu cerdas cermat dimenangkan oleh... Kelas 10 MiPA 2."


"Udah gue tebak kita nggak akan menang," ucap amel. "Yaiyalah somplak kita aja jawab bener cuma satu, masih ngarep buat menang. Ngimpi aja!" balas Azzam.

__ADS_1


"Banyak yang minta sama saya untuk Galen dan Ira berduet untuk acara penutupan, apakah kalian mau Andira, Galen?" ucap pak kepala sekolah.


Andira dan Galen tidak mungkin menolak akhirnya mereka menjawab iya untuk menyenangkan teman-teman nya. Mereka menyuruh Galen dan Ira berduet lagu 'pergi' mau tidak mau mereka harus menyanyikan nya. Pasrah!


Inginku Ulang Masa


Untuk Mengubah Rasa


Saat Dimana Cinta


Tak Kau Hadirkan (Ira)


Sadarkah Kau


Semua Berubah Karna Sikapmu


Ku Merasa


Dihempaskan Olehmu (Galen)


Reff :


Pergilah Kau.. Bila Ingin Pergi..


Tak Mungkin Lagi Ku Memaksa Mu Disini..


Bodohnya Ku Terlena Dengan Kata Indahmu..


Hingga Akhirnya Ku Tenggalam Dalam Kenangan Dirimu (Ira dan Galen)


Dan Jika Kau Tak Cintaiku Lagi


Hentikanlah Semua Sandiwaramu Ini


Jika Rindumu Tak Lagi Jadi Milik Ku


Tiada Lagi Alasanku Untuk Kembali Padamu (Ira)


Kau Telah Mengubah Segalanya


Dia Yang Tak Di Inginkan


Masuk Kedalam Kisah Kita (Galen)


Dan Kini Aku Merasa


Bukan Siapa Siapa


Karna Kini Kau Telah Dengannya (Galen)


"Uwuw sosweet banget dahh!" teriak Amel.


Jangan lupa like, komen, and vote✌️pembaca tersayang😍 baca juga 'Jalan Hijrahku' dijamin gak kalah seru.

__ADS_1


Follow ig penulis: Nabilaputrii36_


__ADS_2