Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Hubungan Angga dan Tiara 2


__ADS_3

Dengan segala bujukannya pada Angga akhirnya Ira mendapatkan nomer kakak tersayang nya. Ira masuk ke kamarnya ia berniat video call dengan Tiara.


Panggilan berdering Ira tidak sabar menunggu panggilan itu terhubung. "Kakak ipar ini! kenapa tidak dijawab-jawab sih," kesal Ira.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya panggilan itu terhubung. "halo dengan jasa sedot WC ada yang bisa saya bantu?" ucap orang itu setelah sambungan terhubung.


Ira yang belum berpikir jernih hanya mematung. "Sejak kapan kakak ipar terima jasa sedot WC, apa dia sekolah jauh cuma belajar cara sedot WC," beo Ira.


Ia baru tersadar jika Abang nya lha yang mengerjai dirinya tidak memberi kan nomer Tiara malah diberi nomor sedot WC.


Ira berjalan tergesa-gesa ke kamar Angga ia langsung menggedor-gedor pintu Angga dengan sangat keras. "Abang buka nggak! kalau nggak dibuka juga aku dobrak nih pintu!" teriak Ira dari luar sedangkan Angga di dalam tertawa terpingkal karna berhasil mengerjai adiknya.


Gedoran pintu semakin keras Angga mengubah ekspresinya seperti bangun tidur ia membuka pintu dengan malas dan pura-pura menguap. "Apa sih ganggu aja," ucapnya cuek.


"Apa sih apa sih, udahlah Abang itu gak jago akting jadi gausah akting segala!" sungut Ira.


"Kenapa sih Ir kamu kok berisik banget abang itu ngantuk mau tidur." Angga berbalik badan berjalan ke tempat tidurnya dengan senyum kecil di bibirnya.


Tanpa ia duga Ira mengunci gerakannya dengan memelintir tangan Angga kebelakang dan menjegal kakinya. Angga yang belum punya persiapan tentu saja tersungkur kalah.


"Ira!" pekiknya.


Ira tersenyum penuh kemenangan. "Apa! masih mau akting lagi, kasih aku nomer kak Tiara yang bener kalau nggak aku patah'in nih tangan!" ancamnya.


"kau itu kasar sekali jadi cewek!" ucap Angga.


"Bodo, sekarang cepet kasih nomer kak Tiara padaku!" ujarnya.


"Baiklah tapi lepaskan dulu tanganku," ucap Angga.


"Nggak aku nggak akan lepasin sebelum bang Angga kasih nomernya," sungut Ira, ia sudah tahu akal bulus Abang resek nya ini.


"Terus gimana aku ngasihnya Ira," ucap Angga malas.


"Bilang kontak kak Tiara kakak kasih nama apa biar aku yang cari," ujar Ira.


Angga masih tetap diam ia tidak menjawab sama sekali Ira menarik lagi lebih kencang sampai Angga benar-benar kesakitan.

__ADS_1


"Cepat katakan!"


"Baiklah, my lovely itu namanya," ucap Angga yang membuat Ira tertawa. "Bang kau itu sudah tua tapi panggilan kesayangan mu seperti anak ABG saja," ledek Ira.


"Diamlah tadi memaksaku mengatakannya sekarang kau malah meledekku," balas angga. Ira mengikat tangan Angga dengan kain disekitarnya dengan sangat rapat tak lupa kakinya pun ia ikat lalu ia dudukkan disofa.


Ira mengambil handphone Angga yang berada diatas nakas, Ira mengetikkan nama my lovely dan benar saja muncul kontaknya.


Wallpaper kontak itu ialah foto abangnya yang memeluk seorang wanita Cantik dari belakang dan mencium pipi wanita itu, mereka terlihat sangat bahagia.


Tentu saja wanita itu adalah Tiara kakak ipar kesayangannya. Ira membuka kontak itu dan sedikit membaca pesannya terkadang ia sedikit geli dengan isi pesan itu.


"Hey Ira kau jangan lancang!" peringat Angga.


Ira menekan tombol memanggil pada Tiara ia melos speaker panggilan itu agar Angga juga dapat mendengarnya. Baru sebentar berdering telfon itu sudah tersambung, sebelumnya Ira sudah menyalin nomer itu ke ponselnya.


"Assalamualaikum."


"waalaikumsalam," balas Angga ia sudah di kode oleh Ira untuk menjawab salam Tiara.


Ira paham betul jika itu suara Tiara hanya saja ia tidak tau jika Tiara akan se manja itu pada abangnya.


"Gila, cinta emang bikin orang gila!" batin Ira.


Saat Angga ingin membalas ucapan Tiara, Ira sudah mengkode nya agar ia diam sekarang giliran Ira yang menjawabnya. "Lovely aku juga sangat merindukanmu kapan kau kembali," ucap Ira dengan suara dibuat-buat.


Disana Tiara yang mendengar suara perempuan langsung marah apalagi di kondisinya sekarang yang tengah pms, membuatnya mudah marah. kucing sepertinya bisa jadi macan jika ada yang mengusik dirinya.


"Heh siapa kau!" bentak Tiara membuat Ira terlonjak kaget ia hampir tak mengenali kakak iparnya itu. Astaga kak Tiara tadi seperti kucing sekarang seperti singa. gumam Ira.


"Kenapa kau membentak ku," balas Ira.


"Kau siapa dan dimana pacarku tadi?" tanya Tiara. Ira langsung mengganti telepon itu ke video call dan memperlihatkan Angga yang ia tali kaki dan tangannya seperti seorang tawanan.


"Hey kau apakan pacarku?" tanya Tiara marah.


"Dia dulu yang menggangguku," balas Ira cuek. Tiara melihat sekelilingnya ia tau betul jika itu kamar Angga karna ia sering melihatnya saat video call an.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan dikamar pacarku?" tanya Tiara mulai emosi.


"Tenang lha kakak cantik, kenapa kau sekarang jadi pemarah," balas Ira.


"Sudahlah jangan banyak bicara tunjukkan wajahmu akan ku pukul kau dengan sepatuku," ucap Tiara.


"Wow kau sangat menakutkan," balas Ira. Ia masih ingin mengerjai calon kakak iparnya itu.


"Baiklah akan aku tunjukkan wajahku tapi kau jangan terkejut," ucap ira. Seketika Ira menghadapkan layar itu padanya dengan tersenyum manis menyambut kakak tersayang nya.


Tiara yang berada disana terkejut saat melihat adik kesayangannya yang mengerjainya. "Ira!" ucap Tiara.


"Hai kakak ipar apa kau tidak merindukan ku kenapa kau sekarang menjadi bar-bar seperti ini?" tanya Ira.


Tiara yang sudah sadar dari lamunannya pun langsung membalas ucapan Ira. "Haha, aku hanya seperti itu jika ada yang menganggu orang yang aku sayang," balasnya.


"Lalu kau apakan kakakmu itu?" tanya Tiara. Ira tersenyum kepada Tiara lalu ia menceritakan kenapa ia mengikat Angga seperti itu.


Tiara tertawa melihat kelakuan jahil pacarnya itu, masih sama saja suka membuat kesal adiknya. Itulah yang ia rindukan dari Ira dan Angga mereka adik kakak yang sangat kompak saling peka dan saling mengerti meskipun sering bertengkar tapi mereka tak pernah menyakiti satu sama lain.


Ira bicara banyak pada Tiara ia melepas rindu pada kakak tersayang nya itu.


***


SMA Ganesa


Grup Ira the gangs sudah berkumpul dimeja kantin untuk menyantap makanan mereka. "Eh Mel Lo kenapa?" tanya Nara yang melihat Amel sedari tadi murung saja.


"Gue---"


.


Lanjut gak? Lanjut gak? Lanjut lah masak enggak🤣 like komen and vote jangan lupa ya bebeb ku sayang❤️ jangan lupa baca: -Jalan Hijrahku-


-Menikahi Presdir yang kejam-


Follow ig penulis: Nabilaputrii 36_

__ADS_1


__ADS_2