Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Pulang Kerumah


__ADS_3

"Ya Ira itu merupakan spesies yang sangat langka kalau dijual mungkin harganya sekitar ratusan juta," balas Amel yang langsung dapat timpukan dari Nara.


"Sembarangan Lo kalau ngomong," ketus Nara. Bukan dari Nara saja tapi Zura juga menepuk lengan Amel. "kamu pikir Ira hewan apa! yang kamu katain langka lha, spesies lha. Emang dasarnya otak kamu nih udah miring," sahut Zura.


"Ih kalian apaan sih mukulin gue, kalian pikir gak sakit apa! bang Angga mereka semua jahat sama akuuu," adu Amel pada Angga dengan memasang wajah imut sedangkan Angga pura-pura cuek.


"Salah sendiri ngatain adik kesayanganku langka," balas Angga.


"Tapi kan Amel juga kesayangan Abang," ucap Amel.


"Siapa yang bilang?"


"Aku barusan," ucap Amel yang mengundang gelak tawa dari semua orang.


"Yang langka itu bukan adik aku tapi kamu," balas Angga dengan mengacak-acak rambut Amel karna gemas dengan tingkahnya.


Ruangan yang tadinya sepi dan penuh kesedihan sekarang sudah ramai dengan kelucuan yang dibuat oleh Amel. Galen sedari tadi memperhatikan ira saat Ira melihatnya ia langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.


.


.


.


Empat hari berlalu hari ini Ira sudah diperbolehkan untuk pulang, semua orang sudah menunggunya di rumah sedangkan yang menjemput Ira ialah Galen dan Amira. Angga dan teman-teman Ira yang lain sedang membuat pesta kejutan untuk Ira.


"Eh bentar lagi Ira ulang tahun lho yang ke 17 tahun," ucap Nara.


"Iya kah?" tanya Amel.


"Iya tapi Ira gak pernah mau dirayain ultahnya


" Nara berkata dengan wajah sedih.


"Kenapa?" Arkan menyahut.


"Kalau soal itu gue kurang tau biasanya cuma makan malam doang keluarga gue ama keluarga Ira," terangnya.


"Ya kita kasih kejutan aja," usul Azzam.


"Baiklah kita pikir nanti lagian masih kurang dua bulanan kok," balas Nara.


Mereka kembali fokus pada pekerjaan masing-masing sedangkan Angga malah tiduran diruang tamu. Nara yang melihatnya dibikin kesal saja dan langsung saja Nara menghampiri nya dengan tangan membawa dua tutup panci. Dan......


Prangg...


Nara memukulkan dua tutup panci itu membuat semua orang terkejut terutama Angga yang langsung terjatuh dari Sofanya.

__ADS_1


"Naraaa!" teriak Angga kesal pinggangnya sangatlah sakit terlebih lagi pantatnya.


"Iya ada apa," balas Nara tersenyum tanpa dosa.


"Kamu tuh nggangetin aku aja!" kesal Angga.


"Lagian bang Angga udah tau adiknya mau pulang nggak bantuin malah molor sendiri." yang sakit Angga tapi malahan Nara yang marah.


"Yang seharusnya marah itu aku kenapa jadi kamu yang ikut-ikutan marah, ini yang pinter aku apa IQ kamu yang terlalu rendah sih," sindirnya.


"Tau ah IQ tinggi kek rendah kek apa urusannya," balas Nara ketus. Mereka berdua adu mulut sampai harus dipisahkan oleh zura dan Amel.


"Abang angga selingkuh yaaa!" teriak Amel yang langsung menuju Angga dan Nara.


"Ini apa lagi sih! selingkuh dari Hongkong pacar aja bukann!" teriak Angga kesal dengan sangat.


Amel memasang wajah pura-pura sedih agar Angga Luluh lagi padanya, bukannya membujuk, Angga malah balik ke kamarnya. "Eh kenapa malah pergi Ira mau balik bentar lagiii!" teriak Nara menggoda Angga karna tau sekarang Angga di mood yang benar-benar kesal.


"Bodo gue gak peduli, kalau gue disini terus yang ada bisa gila gue." Angga mengusap-usap dadanya sabar agar meredakan amarahnya yang disulut oleh teman gila adiknya itu.


"Kok bisa ya Ira temenan sama manusia kayak begitu," ujarnya saat berada dikamar.


"Aku denger lho apa yang Abang omongin," ucap Nara dari luar kamar karna ia menguping dari pintu luar.


"Naraaa!" teriak Angga kesal. Nara tertawa puas karna berhasil membuat Angga kesal dia balas dendam karna dulu sewaktu ia masih kecil alias masih unyu-unyu, Angga itu selalu mengganggunya sampai ia menangis. Sekarang gantian dong!!


"Kau itu mau tebar pesona pada abangnya Ira, yang benar saja dia itu sudah tua," ucap Zura. Angga yang baru keluar sudah dibuat kesal lagi dengan perkataan Zura.


Sekarang bocah satunya lagi ngatain gue tua yang benar saja muka ganteng gini dibilang tua, gue makin yakin kau mereka ini bukan dari SMA favorit melainkan dari SLB. Dasar sinting semua. Gurunya juga gila, orang kayak mereka langsung diterima aja gak di tes dulu gangguan kejiwaan nya. gumam Angga.


Ira yang baru sampai langsung dibuat terkejut dengan ledakan balon yang dibuat oleh Amel tepat diwajahnya membuatnya kaget dan terjungkal ke belakang yang untung saja Galen langsung sigap menangkapnya.


Setelah itu taburan bunga mereka jatuhkan diatas Galen dan Ira. "Selamat kembali ira," ucap Amel.


Galen melepaskan pelukannya dari Ira. "Amel Lo yang benar aja balon Lo ledakin didepan wajah gue!" kesal Ira.


"Bersyukur Lo itu karna gue, Lo bisa romantis-romantisan ama kak Galen pake gue taburin bunga mawar segala, kayak pengantin baru aja. Yekannn!" ucap Amel membuat mereka berdua salting.


"Apaan sih," balas Ira.


"Eh Mel dapat dari mana Lo bunganya tadi?" tanya Arkan.


"Oh itu tadi bunganya ada diruang tamu, gue ambil aja terus gue taburin ke Ira," ucap Amel enteng.


"Dasar somplak itu bunga mau gue kasih ke Ira, ngapa Lo pretesin setan!" ucap Arkan kesal.


"Ya mana gue tahu," balasnya cuek bukannya minta maaf malah pergi gitu aja.

__ADS_1


sumpah hari ini Amel bener-bener nyebelin. batin Arkan


Selesai merayakan kejutan kecil itu mereka semua pulang kerumah masing-masing, Galen juga pamitan pada keluarga Ira. "Tante dapat salam dari mama, maaf nggak bisa datang soalnya mama lagi ke luar negri jenguk kakak saya," balas Galen sopan.


"Gapapa Galen, tadi mama kamu juga udah beritahu Tante kok." Amira tersenyum ramah pada Galen, mengantar cowok jakung itu sampai ke halaman rumah.


.


Keesokan paginya Ira ingin berangkat ke sekolah tapi dilarang keras oleh mamanya karna keadaannya yang baru pulih dan masih butuh istirahat yang cukup.


"Kamu jangan sekolah dulu sayang, kamu kan baru pulang kemarin," ucap Amira.


"Tapi Ira bosen ma kalau dirumah terus." meskipun tetap membantah tapi ia tetap tidak di ijinkan sekolah dan akhirnya ia mengganti lagi seragam sekolahnya dengan baju biasa.


Ira berniat ke kamar Angga ia ingin tau kenapa calon kakak ipar nya itu sudah tidak pernah main kemari lagi. Padahal ia sangat baik dan asyik kalau diajak bicara dan kebetulan hari ini Angga tidak ke kantor.


Tok tok tok


"Abang ini Ira bukain dong," ucapnya dengan tangan terus mengetu pintu.


"Masuk aja gak ke kunci," balas Angga dari dalam.


Ira masuk dan duduk disofa kamar Angga. "Ada apa?" tanya Angga.


"Cuma mau tanya, kenapa kakak ipar gak pernah kesini? Ira kangen sama dia bilangin suruh main kesini," ucap Ira manja agar keinginannya dikabulkan sang kakak.


"Nggak bisa," ucap Angga.


"Kenapa?" tanya Ira penasaran.


"karna..."


.


.


Jeng jeng jeng


karna apa ya?? penasaran? vote dong yang banyak biar aku lanjutin🤣dan jangan lupa like sama komennya...


voteeeeeeeee yang banyakkkk ya!🙏😊


makasih juga buat yang selalu dukung aku.😚❤️


Bantu baca: Jalan Hijrahku


Menikahi Presdir yang kejam

__ADS_1


Follow ig penulis: Nabilaputrii36_


__ADS_2