Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Pergi


__ADS_3

Hari sudah mulai siang Nara sudah pergi terlebih dulu meninggalkan mereka karna ia akan beristirahat dan berkemas terlebih dahulu. Nanti mereka akan berkumpul lagi dibandara untuk mengantar kepergian Nara.


Galen dan Noah juga sudah kembali, Noah celingukan mencari keberadaan Nara tapi tidak terlihat juga batang hidungnya.


"Ehm, kemana Nara?"


"Dia udah pulang," balas Arkan. Sebelumnya ia sudah diberitahu agar tidak memberitahu kepergian Nara pada Noah.


"Tumben sekali."


"Yaudah ayo kita jalan, Arkan, Amel kalian ikut?" tanya Ira.


"Gak gue gak mau jadi obat lamuk kalian, mending gue dirumah nonton Drakor sambil nyemil," balas Amel.


"Yaudah terserah, Lo ikut gak?" tanyanya pada Noah dan Arkan.


"Apa untungnya kita ikut sama kalian!" balas mereka.


"Terus ngapain tadi pagi-pagi Lo datang ke rumah gue!" ucap Galen datar.


"Ya gue pikir Nara ikut."


***


Sedangkan ditempat lain nara tengah duduk dibalkon menatap foto dirinya bersama Noah saat diwahana bermain waktu itu.


Ia tersenyum tapi tak jarang air mata nya ikut menetes. "Kalau aku tahu akhirnya bakal sesakit ini, lebih baik dari awal aku tidak jatuh cinta padamu," ucap Nara pada foto itu.


Nara pergi dari balkon meletakkan handphonenya diatas nakas dan keluar kamar untuk menemui mamanya.


"Ma kita jadi berangkat jam berapa?" ucap Nara setibanya dikamar orang tuanya.


"Satu jam lagi kita berangkat, apa kamu sudah bersiap-siap?"


"Satu jam lagi? Kata mama kemarin kita berangkat sore."


"Maaf sayang mama lupa mengabarimu, papamu memajukkan penerbangan kita karna besok pagi-pagi papa sudah ada meeting penting."


"Baiklah ma Nara akan bersiap sebentar," balas Nara malas. Nara segera masuk ke kamarnya dan mengabari teman-temannya lewat grup WhatsApp jika ia akan segera berangkat.


Satu jam lagi aku akan berangkat papa memajukan jadwal penerbangannya~Nara


Satu jam lagi? kenapa cepat sekali, baiklah kau tunggu sebentar aku akan mandi terlebih dulu, ingat jangan terbang sebelum aku tiba!~Amel

__ADS_1


Astaga masih satu jam Amel kau masih bisa bersiap😄~Nara


Kau akan pergi satu jam lagi😞~Ira


Iya~nara


aku akan menyusul bersama Galen, nanti kita bertemu dibandara~Ira


Satu jam kemudian


Nara dan yang lainnya sudah tiba di bandara Nara memeluk erat sahabatnya ia sangat berat untuk berpisah dengan mereka.


"Jangan lupain kita," ucap Amel.


"Gak akan!" Nara memberikan secarik kertas pada Ira.


"Tolong berikan ini pada kak Noah." Ira tersenyum dan mengganguk sebagai jawaban lalu mereka berpelukan lagi karna sebentar lagi pesawat yang ditumpangi Nara akan segera terbang.


"Kita akan menunggumu disini Nara, cepatlah kembali!" teriak mereka saat Nara sudah menjauh. Nara mendengar ucapan sahabatnya itu menahan sesak didadanya.


"Aku akan kembali!" ucapnya lirih. Orang tua Nara menatap anak tunggalnya ini.


"Sayang jika kau tidak ingin meninggalkan temanmu tidak apa kembalilah kau bisa serumah dengan grandma dan papa mama akan segera menyelesaikan pekerjaan disana dan akan segera kembali menemuimu disini."


Setelah duduk dan sudah memasang sabuk pengamannya. Nara membuka handphonenya dan menggungah status di media sosial nya.


Ada saatnya yang selalu bertahan dengan segala keadaan akan pergi pada saat hatinya terlalu lelah menanggung semuanya😌


Setelah mengupload stori itu Nara ganti membuka aplikasi WhatsAppnya dan mengetikkan pesan pada Noah kebetulan dia sedang onlaine.


Terimakasih~Nara


Terimakasih untuk?~Noah.


Semuanya, baik jarak dan pura-pura menerima hadirku. Bahkan pesan yang kurangkai dengan susah payahnya akan tetap tenggelam dan kau hapus satu persatu~Nara


Maksudmu?~Noah


Kau menang😊 aku pamit tugasku sebagai temanmu saat sepi telah selesai, semoga kau bahagia tanpa hadirku yang selalu menyusahkanmu ini😆 Terimakasih untuk beberapa hari ini aku akan selalu mengingatnya😊see you kak Noah😊~Nara


Setelah mengirimkan pesan itu Nara langsung menonaktifkan handphonenya ia memegang dadanya yang teramat sesak Nara menuliskan kata itu dengan bibir yang ia paksa untuk tersenyum meskipun air mata tengah membanjiri wajah cantiknya.


Disana Noah yang membaca pesan terakhir Nara sudah bisa menebak jika Nara akan pergi, ia secepatnya menyambar kunci mobil dan hendak menyusul Nara dan kebetulan sekali saat ia membuka pintu ada Galen dan Ira disana.

__ADS_1


"Dimana Nara? apa dia sudah berangkat?"


"Dia sudah berangkat kami baru saja dari sana," balas Galen.


"Apa! kenapa kalian tidak memberitahuku." Noah berteriak pada Galen dan Ira lalu mengusap wajahnya kasar.


"Kenapa dia pergi?" jawabnya datar bahkan mata Noah sudah berair.


"Nara ikut orang tuanya pindah ke Swiss dan tadi dia menitipkan surat ini padaku." Ira memberikan kertas dari Nara tadi pada Noah.


Mereka bertiga masuk kedalam rumah Noah yang kebetulan sepi hanya ada ART saja. Noah membuka surat itu dan membacanya dengan air mata yang menetes.


"Kenapa kau tidak mengerti akan semua yang aku lakukan selama ini padamu Nara, aku mencintaimu kenapa kau tidak mengerti itu!" ucap Noah lirih ia menutup wajahnya dengan tangan air matanya masih merembes keluar.


"Dia berpikir jika kak Noah hanya berpura-pura."


"Apa maksudnya berpura-pura?"


"Dia pikir kak Noah melakukan semua ini hanya agar kak Noah dapat memenangkan taruhan itu."


"Taruhan?" Noah baru ingat jika ia ada taruhan dengan Nara dan baru mengerti akan pesan Nara tadi.


"Menang? aku belum menang karna aku belum berpacaran denganmu, selama ini kau tidak mengerti akan semua perhatianku padamu kau tidak bisa merasakan cintaku padamu?kenapa kau meninggalkanku."


"Dia akan pergi berapa lama?"


"Nara bilang selamanya tapi dia juga mengatakan jika ia akan kembali kesini."


"Selamanya?" Noah langsung melemas padahal ia sudah menyiapkan tempat yang romantis untuk mengungkapkan cintanya pada Nara tidak disangka Nara malah pergi meninggalkannya.


"Kenapa kau tidak memberitahuku?" bentak Noah pada ira, Galen tidak terima saat pacarnya dibentak seperti itu.


"Noah jangan keterlaluan!" ucap Galen dengan nada meninggi.


"Keterlaluan? dia yang keterlaluan, dia udah ngejauhin gue dari cinta gue. Jika Lo yang ada diposisi gue, apa yang akan Lo lakuin." Ira maju ia juga menatap tajam pada Noah ia tidak terima disalahkan seperti ini.


"Asal kak Noah tahu! aku juga merasa kehilangan saat Nara pergi dan ini semua bukan kesalahanku tapi ini semua salah kak Noah sendiri dari dulu Nara udah naruh hati sama kak Noah tapi apa kak noah malah nyia-nyiain dia, bikin dia sakit hati berulang kali kak Noah bikin Nara nangis bikin Nara patah hati. Karna kak Noah seperti memberi harapan pada Nara tapi ujung-ujungnya kak Noah nyakitin hati Nara lagi, dan yang harus kak Noah tahu. Nara hanya perempuan biasa dan dia juga akan mundur setelah dirasa perjuangannya selama ini sia-sia." setelah mengucapkan itu semua Ira langsung pergi dari sana dan disusul Galen dibelakang sebelumnya Galen menepuk bahu Noah ia juga iba melihat sahabat terbaiknya seperti itu.


Noah terduduk dilantai meremas rambutnya frustasi ia membaca kembali surat dari Nara.


Hai kak, aku pamit ya jangan nangis?eh buat apa juga ya nangis yang ada kak Noah malah senang karna aku tidak lagi disampingmu aku tidak lagi memarahimu atau membuatmu kesal. Aku sangat bahagia pada beberapa hari ini, terimakasih untuk semuanya aku sangat, sangat bahagia aku senang bisa mengenal pria sepertimu aku tahu kalau apa yang akan aku katakan ini konyol dan kau pasti akan mengataiku murahan tapi aku tidak perduli karna aku tidak akan menemuimu lagi dan aku tidak akan malu. Hahaha, aku cuma mau bilang kalau aku mencintaimu. Dari dulu sampai sekarang tapi kau jahat sekali selalu membuatku patah hati. Kau pria pertama yang bisa membuatku jatuh cinta dan juga kau orang pertama yang membuatku patah hati. Gak nyangka ternyata sesakit ini rasanya patah hati, kalau tahu endingnya akan seperti ini aku akan lebih memilih tidak mencintaimu! tapi gak papa aku seneng kok bisa kenal sama kak Noah. Terimakasih karnamu aku mengenal dan merasakan dua kata itu, aku nggak nyangka ternyata jatuh cinta itu sangat indah dan patah hati itu sangat sakit. Apa kau tahu aku saja sampai menangis saat menulis surat ini mataku seperti ada bawangnya. Hahaha sudah-sudah aku sudah mengungkapkan semuanya aku sekarang jadi merasa lega, terimakasih. Kak Noah tenang aja aku tidak akan memaksamu untuk membalas cintaku karna aku tahu itu tidaklah mungkin aku cukup bahagia jika melihatmu bahagia dengan wanita yang kau cintai kelak meskipun itu bukan diriku. Aku sadar diri jika itu tidak akan pernah terjadi. See you kak Noah senang bertemu denganmu semoga kita bisa bertemu lagi dan dengan membawa pasangan masing-masing tentunya jangan sampai ada yang jomblo tapi aku tidak tahu ya jika nanti aku lah jomblonya. Wkwk...


ini ceritanya tentang Nara sama Noah. Ada sedikit juga keseruan pacaran Galen dan Ira. Jangan lupa like komen sama votesnya😊

__ADS_1


__ADS_2