Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Persiapan Ulang Tahun Ira 3


__ADS_3

Ira mengahapus air matanya lalu keluar dari kantin tak sengaja ia bertemu dengan Bella ia tersenyum dan menyapanya seperti biasa tapi Bella sama seperti yang lainnya mengacuhkannya.


"Hai kak Bell," sapa Ira dengan tersenyum meskipun matanya sembab karna habis menangis. Bella tidak menjawab sapaannya ia malah memalingkan muka dan berjalan meninggalkan Ira.


Ira sakit hati melihat semua temannya tak Sudi berteman dengan dirinya.


Apa yang aku lakukan sampai semua teman baikku marah padaku. batin Ira


Ira menghampiri Galen dikelasnya ia takut jika Galen juga ikut marah padanya. Terlihat diluar kelas, Galen sedang berbincang-bincang dengan Noah Ira menghampirinya dan menyapanya sambil tersenyum.


Galen dan Noah melihat ke arah Ira lalu langsung memalingkan muka sebelumnya mereka melihat mata sembab Ira sepertinya yang lain telah berhasil membuat Ira sedih Galen sebenarnya tidak tahan melihat Ira sedih seperti itu tapi ia harus bisa. Ini akan menjadi ulang tahun Ira yang paling membahagiakan baginya meskipun diawal ia harus sedih melihat orang-orang terdekatnya menjauhi dirinya.


Ira tersenyum getir saat Galen dan Noah juga memalingkan muka darinya. "Apa kalian juga marah sama aku? sakit hati karna kelakuan aku atau ucapan yang entah aku tidak tahu apa?" tanya Ira.


Galen dan Noah hanya diam mereka tidak tahu ucapan apa yang dikatakan semua orang pada Ira mereka akan menunggu ucapan Ira yang selanjutnya.


"Maafin aku kak Galen, kak Noah. Maaf kalau aku egois tapi aku nggak pernah ngerasa unggul diantara kalian. Tolong maafin aku, aku nggak bisa kalau kalian semua harus ngejauhin aku!" ucap Ira lesu, ia sudah menangis lagi bahkan kali ini bahunya sampai terguncang karna ia sangat sedih melihat semua temannya menjauh darinya.


"Udahlah Ir Lo hapus aja air mata buaya Lo itu, kita gak akan terpengaruh lagi sama Lo, udah cukup sakit hati yang kita terima karena Lo, ini semua gak sebanding dengan apa yang Lo lakuin ke kita semua," ucap Noah dingin. Galen memilih diam karena ia tidak akan sanggup jika harus mengatakan kata-kata kejam pada Ira.


"Tapi apa salahku kak aku bener-bener nggak ngerti apa salahku sekarang, kak Noah bilang apa kesalahanku dan kak Galen katakan apa kesalahan ku?" Ira terisak ia sangat sedih mendengar ucapan-ucapan pedas dari semua orang.


"Kesalahan Lo? mana mungkin Lo bisa tahu letak kesalahan Lo, kalau Lo sendiri gak pernah nyadar kalau selama ini Lo itu egois! Lo itu selalu merasa paling baik diantara kita, merasa paling ditakuti dan sok berkuasa! Lo nyadar gak sih kalau semua perkataan ataupun perbuatan Lo itu secara gak sengaja udah nyakitin hati kita atau temen-temen yang lain. Tapi selama ini kita selalu sabar dan anggap semua perkataan Lo itu angin lalu, tapi nyatanya Lo makin hari makin menjadi aja!" bukan Noah yang berkata melainkan Galen, itupun atas kode dari Noah untuk meyakinkan Ira.


"Hiks, maafin aku kak kalau aku udah nyakitin hati kalian maafin aku." Ira langsung pergi dari sana ia benar-benar sudah tidak tahan mendengar ucapan pedas dari semua orang.


Ira menangis dikamar mandi matanya sudah sangat sembab. Karena bel masuk sudah berbunyi ia pun langsung membasuh mukanya dan keluar dari kamar mandi.


Seperti tadi Ira terus diacuhkan oleh semua teman-temannya sampai bel pulang sekolah. Ira bener-bener tidak tahan dengan sikap temannya. Saat bel pulang sekolah berbunyi, Ira pun langsung pulang tidak menunggu teman-temannya seperti biasa hatinya sudah terlalu sakit dan tidak tahan jika akan mendapat kata-kata pedas kembali.


***

__ADS_1


Cafe Pelangi


Mereka sudah berkumpul disana sudah ada Angga dengan setelan jasnya karena setelah pulang kantor tadi ia langsung menuju cafe ini. Sengaja tidak pulang dulu agar Ira tidak curiga saat melihatnya keluar, karena biasanya sepulang kerja Angga tidak pernah keluar rumah jika keluar dengan Tiara pun ia memilih malam hari karena sepulang kerja ia lebih memilih untuk tidur mengistirahatkan badan yang sudah lelah karena tugas kantor yang menumpuk.


"Gue bener-bener nggak sanggup lihat Ira nangis tadi," ucap Nara.


"Lo pikir kita bisa kita juga gak bisa," sahut yang lain.


"Emang kalian apain Ira?" tanya Angga. Ia memang belum tahu rencana mereka yang mengacuhkan Ira itu.


"Kita nggak ngapa-ngapain Ira, kita cuma ngejauh aja dari Ira dan bilang kalau kita ngejauh itu karena sikap Ira yang egois dan kelakuannya yang menang sendiri padahal itu semua sama sekali gak bener," balas Nara.


"Ya kalian gak usah kasihan sama dia kita kerjain aja habis-habisan gue juga bakal bantu kalian nanti. Gue juga akan lebih menyalahkan Ira gue yakin Ira nanti pasti cerita ke gue dan Lo Galen Lo juga harus ngomong sama Tiara biasanya kalau ada masalah Ira selalu cerita ke Tiara," ucap Galen.


"Ya, terus gimana rencana selanjutnya?" tanya Nara.


"Kalian cukup ngerjain Ira aja biar yang lain gue yang urus."


"Diadain di taman belakang rumah aja, besok kalian harus bikin ira sibuk supaya Ira nggak sadar dengan dekor taman belakang yang akan gue buat, buat birthday party besok."


"Tema apa bang?" tanya Amel.


"Halloween, Ira kan paling takut sama hantu, jadi besok sore Tiara bakal ngajak Ira keluar dan akan membawanya pulang saat malam hari."


"Halloween?" tanya Galen. Bukan hanya Ira tapi Galen juga sangat takut dengan hal-hal seperti itu.


"Kenapa harus Halloween?" tanyanya lagi.


"Seperti yang gue omongin tadi karena Ira takut paling takut sama hantu."


"Wah besok gue pakai pakaian vampir aja, Nar Lo pakai pakaian kuntilanak cocok deh," kekeh Amel.

__ADS_1


"Kenapa gue kenapa nggak Lo aja!" ketus Nara.


"Kan gue udah bilang gue mau pakai pakaian vampir aja, apa Lo mau jadi manusia aja biar gue gigit entar." tawa Amel pecah membuat mereka semua juga ikut tertawa dengan ucapan konyolnya.


"Kalau bang Angga pakai pakaian apa?" tanya Amel.


"Gue pakai pakaian biasa aja," balasnya.


"Ya nggak bisa gitu dong kan temanya Halloween," protes Amel.


"Terus cocoknya gue pakai pakaian apa?" tanya Angga.


"Ehm, gimana kalau bang Angga pakai pakaian vampir aja biar samaan sama aku," ucap Amel centil membuat semua orang tertawa.


"Dasar centil bang Angga itu udah punya kak Tiara mau Lo dilabrak sama dia, ada adiknya tuh!" ucap Nara.


"Selagi janur kuning belum melengkung mah terabas aja ya nggak bang, siapa tahu gue jodohnya," ucap Amel dengan tawa kecil nya.


"Ngimpi aja lagian bang Angga udah tua kali beda jauh sama umur Lo." ganti Bella yang menyahut.


"Enak aja ngatain gue tua gue ini masih muda kali," ucap Angga tidak terima.


"Udahlah bang kalau tua tua aja nggak ngakuin banget udah tua gak juga nikah lagi, mau jadi perjaka tua apa!" ucap Nara dengan tawa kerasnya mereka semua ikut tertawa apalagi melihat wajah kesal Angga.


Angga langsung berdiri. "Udah gue pulang duluan, ngomong sama bocah kayak kalian bikin gue naik darah jangan lupa tugas kalian besok dan dateng jam tujuh malam!" ucapnya berlalu pergi.


"Dimulainya jam berapa?" teriak Nara.


"Jam delapan!" teriak Angga balik


.

__ADS_1


Jangan lupa like komen sama votenya sayang besok Ira ulang tahun Gaada yang mau ucapin kah??🤣 tungguin episode selanjutnya ya aku udah dobel up gantinya yang kemarin karena nggak bisa up buntu otak ku kemarin lagi malas juga mangkanya nggak up Yok karena sekarang udah up jangan lupa like sama votenya ya😚💖


__ADS_2