Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Kesal


__ADS_3

Ira the geng ditarik oleh Galen dan Noah di lapangan belakang. "Sekarang kalian---" belum selesai Galen melanjutkan ucapannya Ira sudah terlebih dulu memotong.


"Apa! lho mau hukum kita lari lagi? gak ada hukuman lain apa selain lari?" ucap Ira mengejek.


"Yaps betul itu!" sambung mereka. Sumpah demi apapun kalau berurusan dengan Ira the geng dibutuhkan kesabaran yang tinggi, unlimited kalau bisa.


Galen dan Noah sudah kesal dengan ucapan ira yang sangat menjengkelkan. " Lo jaga ucapan kalau bicara, apa Lo mau gue hukum push up 25 kali!" marah Noah.


"Lo nantangin hah!" Nara menjawabnya tak kalah marah.


"Kalau iya kenapa, apa Lo bakalan push up?" ucap Noah dengan senyum mengejek.


"Oh, Lo nantangin kita? Arkan, Azzam kalian push up!" ucap Nara santai.


"Eh markonah kalau Lo mau push up ya push up aja ngapain jadi kita yang Lo suruh!" balas Azzam.


"Ya iyalah kalian kan cowok, ya kali kita para cewe push up sambil rok an, kan gak lucu!" celetuk Amel. Sedangkan Galen dan Ira menghunuskan tatapan tajam satu sama lain seperti bicara lewat mata tanpa mendengar perdebatan teman mereka.


"Kalau gak bisa gausah nantangin!" kali ini bukan Noah yang bilang melainkan Galen dengan menatap tajam ira dengan senyum mengejeknya.


"Gue bisa, gue bakal push up di depan kalian!" ucap Ira berlalu pergi meninggalkan mereka dan membuat semua temannya bingung.


"Ira Lo mau kemana!" teriak Nara, Galen pun juga meneriakinya.


"Udah ngaku aja kalau gak bisa, yaudah pulang sana taruh tuh muka di tong sampah terus oplas biar gak malu!" ucapnya dengan tertawa mengejek.


"Omong aja besar tapi hasilnya... Nol!" sambung Noah.


"Eh kalian berdua jaga ya omongannya, Ira itu gapernah takut sama siapa pun apalagi sama sampah kayak kalian!" ucap Nara.


"Tau pakai jabatan buat nindas orang aja belagu!" ujar Amel. Zura yang tidak mau kalah pun ikut mencecar.


"Inget ya kak kesombongan kakak nggak akan bertahan lama, tinggal nunggu tanggal mainnya aja, kalian berdua lha yang mohon maaf pada kita!" ucap Bu nyai Zura.


"Nggak akan!" ucap Noah, Arkan dan Azzam hanya diam. Ocehan teman ceweknya sudah cukup membuat mereka kesal.


Suara langkah kaki seseorang menjadi pusat perhatian mereka. Saat melihatnya mereka semua terkejut terlihat Ira dengan setelah olahraga yang celana panjangnya sudah ia pensil dengan rambut yang ia kuncir kuda terlihat sangat cantik dan memukau.


"Ehem." deheman Ira yang membuat mereka sadar.


"Ira Lo mau ngapain pakai baju olahraga?" tanya Nara.


"Gue mau ngalahin kesombongan mereka berdua!" ucapnya sambil menatap tajam Galen.

__ADS_1


Amel menghampiri Ira dan menepuk punggungnya. "Semangat Ira kalahin mereka, biar meledak tuh kepalanya!" ujarnya yang membuat mereka semua bingung dengan maksud ucapannya.


"Maksud lho?" tanya Azzam.


"Ya maksud gue tuh mereka berdua kan sombong kata kiasannya besar kepala dan gue juga kasih kata kiasan supaya besar kepala itu di ledakin!" ucapnya bangga.


Ucapan Amel membuat semua orang tertawa sedangkan mereka berdua Galen dan Noah menatap Amel kesal.


"David Galen Abraham ketos sekolah SMA Ganesa yang terhormat, h**ukuman apa yang akan anda berikan pada saya karna telat datang**!" ucap Ira formal tapi mata mereka berdua saling menatap tajam satu sama lain.


"Andira Hermawan apa anda yakin akan melakukan semua hukuman yang akan saya berikan!" ucap Galen menantang.


"Ya!" jawab Ira tegas.


"Baiklah Lo push up sebanyak 25 itu baru awal kalau Lo bisa Lo akan gue kasih hukuman sampai tiga kali dengan hukuman yang berbeda, dan kalau Lo gak bisa bersiaplah untuk panggilan orang tua dengan catatan telat datang dan tidak sopan pada kakak kelasnya!" ucap Galen.


"hah! (Ira memutar bola matanya malas) apa Lo pikir aku takut!" balasnya.


"Dan kalau gue bisa apa yang bakal Lo kasih ke gue?" tanyanya.


"Lo boleh meminta apapun sama gue!" ujarnya.


"Apapun? penawaran yang menarik," balas ira.


"Baiklah gue setuju!" ucap ira.


Ira mulai push up dengan Galen yang menghitung, ia push up dengan sangat bagus. Galen sempat terkejut melihat Ira yang sudah sangat ahli.


sepertinya nih cewek nggak bisa dianggap remeh.batin Galen.


selesai sudah push up itu, Ira juga tidak kelelahan sama sekali hanya saja perutnya sangat lapar karna belum kemasukan makanan dari pagi.


"Gue udah nyelesain hukuman pertama gue lalu apa hukuman keduanya?" tanyanya.


"Apa Lo bisa silat?" tanya Galen. Membuat mereka semua mengernyitkan dahi.


"Kalau iya kenapa?" tanya Ira dengan wajah datarnya.


"Hukuman kedua Lo adalah berkelahi."


"Apa!"teriak mereka semua, Ira hanya tersenyum senang. Hari ini ia akan kembali berkelahi lagi terakhir kali ia berkelahi saat SMP dengan kakak kelasnya yang sangat suka menggoda nya dan membuatnya kesal dan langsung menghajarnya sampai mama Ira harus datang untuk bertanggung jawab.


"Baiklah gue akan berkelahi dengan siapa Lo atau Lo?" tanyanya sambil menunjuk Galen dan Noah.

__ADS_1


"Lo nggak akan berkelahi sama kita melainkan sama anak pesilat terbaik disekolah ini, bentar lagi dia akan datang!" ucapnya karna saat Ira push up ke 23 Galen menelponnya untuk datang ke lapangan belakang.


Orang yang ditunggu akhirnya datang juga nampak seorang cewek dengan rambut yang disanggul dan menggunakan baju olahraga anak itu tercengang saat melihat Ira yang ternyata adalah guru pesilat nya lah yang akan berkelahi dengannya.


*B*agaimana mungkin aku melawan guruku sendiri, sudah dipastikan juga jika aku akan kalah. batin gadis itu.


Ira yang mengenali jika gadis itu adalah muridnya hanya tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya memberi kode pada gadis itu agar tidak mengatakan jika ia guru pesilat nya dan gadis itu mengganguk sebagai jawaban.


Setelah mereka salam lalu langsung saja perkelahian antar mereka dimulai mereka tidak ada yang menyerang semuanya sama-sama menghindar tidak ingin sampai melukai satu sama lain.


Dan sudah diketahui pastilah sang guru yang menjadi pemenangnya setelah hukuman keduanya yang sangat menguras tenaga itu Ira segera meminum air yang disodorkan Arkan padanya.


"Thanks," ucap Ira.


Ia ingin segera menyelesaikannya dan segera menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah meronta-ronta dari tadi.


"Apa hukuman terakhirnya?"


"Hukuman terakhirnya adalah Lo harus ngerjain soal fisika sepuluh soal dalam waktu 30 menit."


Sebenarnya Galen ingin menguji kemampuan ira, ia hanya penasaran saja, karna banyak guru yang membicarakan tentang kepintaran ira, ia hanya ingin mengetes nya saja.


fisika makanan ku sehari-hari soal sepuluh saja ku jamin 15 Menit lagi selesai. gumamnya.


visual zura




visual Abang Angga



visualnya Azzam nyusul ya...


jangan lupa like, komen, and vote baca juga


-Ice boy bucin


-Menikahi presdir yang kejam


-Jalan Hijrahku

__ADS_1


-Ceraikan aku mas!


follow IG ku: Nabilaputrii36_


__ADS_2