
"Galen apakah kak Noah pergi ke Swiss sekarang?" tanya Ira pada Galen.
"Iya Noah sekarang pergi ke Swiss katanya dia ada liburan dengan keluarganya disana."
Galen dan Ira sedang berbincang-bincang ditaman belakang rumah Ira. Setiap hari Minggu seperti ini mereka akan menghabiskan waktu berdua seperti saat ini.
"Galen aku mencintaimu," ucap Ira tiba-tiba
"Aku lebih mencintaimu," balas Galen.
"Ehm ira apa aku boleh menanyakan sesuatu?"
"Tentu saja kenapa kau pakai izin segala."
"Apa kau sudah mengingat masa lalumu?" tanya Galen ragu-ragu.
"Ehm, aku sudah mengingatnya, ada apa?"
"Apa kau dulu memiliki kekasih?"
"Ya dulu, waktu SMP pernah memiliki kekasih dia dulu cinta pertamaku tapi itu dulu," ucap Ira sembari menatap mata Galen ia takut jika pacarnya ini nanti cemburu.
"Cinta pertama?" tanya Galen dengan ekspresi datarnya.
"Iya, apakah kau dulu juga pernah memiliki pacar?"
"Iya aku dulu juga pernah memiliki pacar dulu dia juga cinta pertamaku," balas Galen.
"Oh."
"Apa kau cemburu?"
"Untuk apa? itu hanya masa lalu," balas Ira biasa tapi tidak bisa dipungkiri ia sedikit cemburu dihatinya.
"Apa yang membuatmu putus dengannya? dan berapa lama kau berpacaran dengannya?" tanya Galen beruntut.
"Aku pacaran dengannya kurang lebih satu tahunan, dan aku putus dengannya karna penghianatan," ucap Ira geram ia masih saja kesal Jika mengingat itu semua.
"Dia menghianatimu?"
"Iya, lalu kau sendiri bagaimana?"
"Aku pacaran dengannya sudah hampir dua tahun, tapi ya begitulah nasib percintaanku tidak berjalan mulus dengannya aku sama dia sering berantem dan yang lebih parahnya dia nyelingkuhin aku dengan temen deket aku sendiri,"
__ADS_1
Ira sudah mulai memanas. "Lama ya mungkin jika kalian bertemu lagi kalian bisa bernostalgia masa lalu dengannya masa-masa indah kalian berdua dan menumbuhkan benih-benih cinta kembali," sindir Ira dengan wajah datarnya.
"Kau cemburu?"
"Iya aku cemburu, salahkah?" tanya Ira terang-terangan.
"Alasannya? bukankah kau tadi bilang jika kau tidak cemburu karna ini hanya masalalu?"
"Iya aku cemburu dengan siapapun orang yang lebih mengenalmu lebih dariku terlebih dia sudah menjalin kasih denganmu, sampai dua tahun lamanya dua tahun bukanlah waktu yang lama, apalagi jika dia cinta pertamamu. Kata orang kita akan sangat susah jika melupakan cinta pertama kita," ucap Ira dengan suara beratnya.
"Kenapa bicaramu jadi ngawur sepeti ini, lihatlah aku, disini (menunjuk hatinya) hanya terukir namamu nama Ira dan tidak ada nama wanita lain dan aku hanya mencintaimu, aku hanya ingin kamu yang selalu ada untukku, aku hanya ingin berbagi segala hal padamu, dan segala hal yang berkaitan denganku, cukup kau yang akan mengetahuinya," ucap Galen tulus Ira sangat terharu ia langsung membenamkan wajahnya pada dada bidang Galen.
"Entah kenapa keegoisan terkadang ikut serta jika itu berkaitan denganmu, tapi beginilah aku, aku yang sangat mencintaimu sehingga membuatku cemburu buta, selain cemburu dan egois aku juga tidak ingin jauh darimu aku ingin selalu ada didekatmu, maaf jika ini semua membuatmu sedikit terganggu."
"Sama sekali tidak bahkan aku sangat menyukainya tetaplah seperti ini," pinta Galen.
"Ira caraku mungkin berbeda dengan seseorang yang pernah mencintaimu tapi satu yang harus kau tahu aku tulus, aku tulus mencintaimu," ucap Galen ia mengecup pucuk kepala Ira.
"Makasih galen makasih karna kau telah menuntunku untuk mengenal kembali yang namanya cinta, jujur dulu aku sangat kecewa dengannya sampai-sampai aku tidak lagi ingin mengenal cinta, jadi aku mohon padamu jangan pernah menghianati cintaku jika kau sudah lelah dengan sikapku dan kau sudah tidak lagi mencintaiku katakanlah baik-baik padaku, mungkin aku akan melepasmu dengan senyuman," ucap Ira.
"Kau ini bicara apa, aku tidak akan pernah lelah dengan sikapmu karna aku benar-benar mencintaimu."
"Forget who hurt you yesterday, but don't forget who loves you tenderly today," ucap Galen.
"Aku sudah melupakannya dan aku akan selalu mengingat siapa orang yang Sangat mencintaiku dan sangat aku cintai saat ini," balas Ira kemudian.
"Mau ngemall?"
"Mau, tunggulah sebentar aku akan mengganti bajuku terlebih dulu."
"Baiklah jangan terlalu cantik aku takut jika semua orang akan menatapmu."
"Gombal!"
.
Mereka berdua telah berada didalam mall,Ira dan Galen tengah memasuki toko baju, karna Ira yang memintanya. Ira berjalan kearah baju-baju coupel ia ingin memakai baju couoel dengan Galen
"Sayang bagus tidak?" tanya Ira seraya memperlihatkan dua baju berwarna pink polosan. Galen menatap geli baju itu mana bisa dia memakai baju berwarna pink seperti itu menggelikan.
"Sayang kau yang benar saja masak aku harus memakai baju berwarna pink seperti itu," protes Galen
"Kau tidak suka?" tanya Ira dengan ekspresi menahan tawa karna ia tadi hanya iseng saja ingin mengerjai pacarnya.
__ADS_1
"Tidak!" balas Galen tegas.
"Baiklah akan aku pilihkan yang lain."
Ira melihat baju batik coupel yang sangat indah ia langsung melihatnya dan seketika baju itu langsung menarik perhatiannya untuk ia beli.
"Sayang bagaimana jika yang ini," ucap Ira dengan mata berbinar.
"Memang bagus tapi untuk apa kita baju batik seperti itu sayang."
"Kita bisa memakainya nanti saat tunangan bang Angga dan kak Tiara."
"Itu masih lama sayang, kak Tiara masih lulus dua tahun lagi."
"Yah, tapi aku menginginkan baju ini," ucap Ira dengan mata sendunya. Ekspresi andalan.
"Baiklah kita beli baju itu dan seminggu lagi aku akan datang dengan menggunakan baju itu untuk melamarmu," balas Galen asal.
"Sembarangan aku masih lulus dua tahun lagi, belum kuliahku!" ucap Ira.
"Tidak perlu, kita nikah muda saja uang orangtua kita masih banyak, cukup untuk menghidupi kita sampai sembilan keturunan," jawabnya asal.
"Kau ini bicara apa." Ira memukul lengan Galen kesal kenapa sudah sejauh itu pemikirannya bahkan sampai sembilan keturunan.
Mata Galen tidak sengaja melihat kearah baju coupel warna putih polosan dengan sedikit gambaran didepannya. Ia sedikit tertarik itu lebih baik dari dua pilihan Ira tadi.
Ia melangkahkan kaki nya menuju baju coupel incarannya.
"Ini saja tidak terlalu buruk," ucap Galen pada Ira.
"Putih? kenapa harus putih tidak adakah baju yang berwarna lain?"
"Tidak ada, ayo kita bayar baju ini, apa masih ada yang ingin kau beli?"
"Aku juga ingin membeli baju batik ini jika kau tidak ingin biar aku bayar sendiri dan aku akan memakainya dengan pria lain yang ingin memakai baju coupel denganku." Galen sangat kesal akan ucapan Ira ia langsung mengambil baju itu dan membayarnya ke kasir.
"Kau memang pacarku yang terbaik," ucap Ira dengan senyum mengembang Galen hanya tersenyum tipis.
"Untuk apa juga membeli baju yang tidak akan terpakai seperti ini," gerutu Galen.
"Jika kau tidak mau berikan padaku aku bisa membayarnya sendiri," ketus Ira ia akan mengambil alih baju pilihannya tadi tapi langsung dijauhkan oleh Galen.
"Menyebalkan!"
__ADS_1
like vote jangan lupa doubel up loh hari inišselamat membaca semua semoga kalian suka sama cerita hari inišlove you too readrsā¤ļø