Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
UGD


__ADS_3

Tengkuk Ira meremang karna hembusan nafas dari Galen ia seperti terhipnotis diam tanpa perlawanan jujur saja ia sangat nyaman.


Ira melepas tangan Galen yang melingkar di perutnya dan berjalan mundur. "Apa yang Lo lakukan di sini?" tanya Ira datar.


"Sorry, gue gak mak--"


"Iya gue tau, kenapa Lo bela-belain kesini kalau cuma pingin minta maaf ke gue? gue bukan siapa-siapa Lo jadi kenapa Lo harus khawatir kalau gue marah?"


"Gue, gue ngerasa bersalah aja."


kenapa sih tinggal ngomong gue suka sama Lo Ira tapi kenapa susah banget, batin Galen


"Oh, yaudah sekarang Lo pulang aja urusan Lo sama gue udah selesai kan."


"Nyokap Lo khawatir dan gue udah janji bakal bawa Lo pulang." Galen jadi canggung bicara pada Ira melihat sikap nya yang sangat dingin sekarang.


"Pulanglah setelah ini gue juga pulang," balas Ira tanpa menoleh.


kenapa hati gue sakit ya denger Galen nyusulin gue kesini cuma karna minta maaf dan karna mama, emang apa yang gue harapin apa? Ira sadar Lo harus sadar, batin Ira.


Ira tidak menjawab ucapan Galen ia langsung berjalan menuju mobil nya dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


Galen langsung berlari masuk dan melajukan mobilnya mengimbangi Ira ia sangat takut dengan Ira yang mengemudi ugal-ugalan seperti itu.


"Ira pelankan laju mobilmu!" teriak Galen saat mobil mereka bersampingan. Ira tersenyum sarkas tanpa menjawab ucapan Galen ia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal.


Galen pun ikut melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal agar bisa menyusul Ira. Didepan akan lampu merah ia segera melajukan mobil nya agar tidak kehilangan jejak Ira.


karna jalan yang diambil Ira bukanlah jalan menuju rumah nya itu yang membuat Galen khawatir sampai-sampai rambu lalu lintas yang sudah berwarna merah pun diterabas nya ia tidak memikirkan dirinya yang terpenting sekarang adalah ia bisa mengejar Ira.


Tanpa ia sadari dari ujung kanan ada mobil container yang melaju dengan kecepatan tinggi dan rada oleng Galen tidak memperhatikan itu ia semakin melajukan kecepatan mobil itu karna mobil nya dengan mobil Ira sudah semakin dekat tapi----


Bruakkk


mobil Galen tabrakan dengan mobil container itu badan mobil bagian depan sudah mengeluarkan asap sebentar lagi mobil itu akan meledak.


Ira yang melihat tabrakan itu langsung menghentikan mobil nya ia keluar dari mobil dan berlari menuju mobil Galen.


Ira sangat panik karna mobil itu akan segera meledak dengan seluruh kekuatan nya ia berlari secepatnya ke arah Galen.


Dia melihat Galen tidak sadarkan diri dengan kepala yang kepala yang penuh darah Ira sesegera mungkin menarik Galen agar keluar ia kerahkan seluruh kekuatannya tinggal hitungan menit mobil itu akan meledak.


"Galen bangun Galen!" teriak Ira. Tapi Galen tidak merespon nya, meskipun begitu pendengaran Galen masih berfungsi ia masih bisa mendengar teriakan Ira tapi ia tidak mampu untuk membuka matanya.


Mereka berdua sudah keluar dari mobil dengan Ira yang memapah tubuh Galen agar menjauh sebelum mobil itu meledak.


DUAMM

__ADS_1


Mobil Galen dan mobil container itu meledak mengakibatkan dentuman yang sangat keras Galen dan Ira pun terhempas sangking besar nya dentuman itu.


Ira masih tetap memegang erat tangan Galen dan membuat mereka terpisah akibat dentuman itu. kepala Ira pun terbentur sangat keras dengan aspal membuat nya berdarah. Mereka hanya berjarak sejengkal saja dengan sisa-sisa tenaganya Ira berusaha untuk menggapai jari Galen sampai akhirnya ia benar-benar menutup matanya


"Galen!" ucap Ira lirih.


Samar-samar Ira mendengar suara orang-orang yang mengerumuni nya dan setelah itu ia benar-benar sudah tidak sadar kan diri dan tidak mendengar apapun lagi.


Rumah sakit


Galen dan Ira langsung dibawa ke UGD dan keluarga masing-masing sudah dihubungi. Semua orang langsung menuju rumah sakit saat mendapat kabar buruk itu.


Bahkan mama Ira yang mengangkat telpon itu langsung pingsan saat mendapat kabar jika anak nya kecelakaan untung saja anak bibi di belakang nya.


Tiara juga langsung menangis saat menerima telpon itu ia langsung mengabarkan pada orang tua nya Vina langsung pingsan saat mendengar kabar kecelakaan putra nya.


Setelah sampai di rumah sakit keluarga ira langsung menuju unit gawat darurat disana sudah ada keluarga Galen.


Sebelumnya mereka bingung kenapa keluarga Galen ada disana dan sebaliknya keluarga Galen juga bingung mengapa ada keluarga Ira disini.


Angga berjalan ke arah Tiara ia ingin menanyakan yang sebenarnya terjadi. "Apa kamu tahu kalau Ira kecelakaan?" tanya nya sendu Angga masih takut akan kecelakaan adiknya waktu itu yang hampir merenggut nyawanya ia takut hal itu akan terulang kembali.


"Ira kecelakaan?" ucap Tiara kaget.


"Kamu tidak tahu lalu kenapa kamu ada disini?" Angga mengusap lembut air mata Tiara mencoba menenangkan nya padahal dirinya sendiri tidak tenang sekarang.


"Apa Galen kecelakaan apa mereka kecelakaan dalam semobil?" Angga bertanya pada semua orang. Ia tidak mengerti dengan semua yang terjadi kali ini ia benar-benar takut akan kehilangan adik tersayang nya itu. Karna Ira baru saja sembuh dan kata dokter waktu itu kepala ira tidak boleh sampai terbentur lagi dan jika sampai terjadi itu akan berakibat fatal yaitu kematian atau kehilangan ingatan.


Amira ingat akan kedatangan Galen sore tadi ia. "Mama ingat tadi sore Galen datang ke rumah untuk mencari Ira tapi sore itu Ira tidak di rumah lalu ia melacak keberadaan Ira dan menemukan nya jika ia sedang dibukit dan Galen bilang ia akan menyusul Ira setelah pulang, apa dia pulang tadi sore?"


"Iya Tante Galen tadi sore pulang hanya saja ia sangat terburu-buru dan pulang hanya untuk mengambil mobil lalu ia keluar rumah lagi," balas Tiara.


"Ada apa ini, apa yang sebenarnya terjadi." Angga mengusap kasar wajahnya ia sangat frustasi dengan semua keadaan Vina masih tetap menangis dalam pelukan suaminya begitupun dengan Amira ia juga masih menangis dalam pelukan Hermawan.


Angga keluar ia ingin mengetahui jelas kejadian tersebut ia ingin bertanya pada seserang yang mengantar korban ke rumah sakit tadi.


"Maaf apa anda yang mengantar korban kecelakaan tadi?" tanya nya pada seorang bapak-bapak yang baru berbincang-bincang dengan seorang polisi mungkin ditanya akan kejadian tadi.


"Iya saya yang membawa mereka apa kau saudaranya?"


"Iya saya saudaranya apa anda bisa menjelaskan kejadian tersebut"


"Ya, jadi dua mobil tadi saling kejar-kejaran seperti nya mereka sedang bertengkar lalu satu mobil menerabas lampu lalu lintas dengan kecepatan penuh untuk mengejar mobil pertama tapi ia tidak melihat jika disampingnya juga ada mobil container yang melaju dengan kecepatan tinggi dan mobil itu tabrakan dengan mobil container itu, setelah itu orang yang mengendarai mobil pertama turun dan langsung berlari menuju tempat kejadian lalu membantu mengeluarkan seseorang yang sudah tidak sadarkan diri itu untuk keluar mobil karna mobil itu akan meledak, mereka baru berjalan beberapa langka dan dentuman dua mobil meledak itu membuat mereka terhempas jauh dan terbentur jalan aspal dengan sangat keras terutama orang yang menyelamatkan tadi," jelasnya.


"cowok atau cewek yang tabrakan itu?"


"Cowok."

__ADS_1


deg


Berati Galen yang tertabrak dan Ira yang terbentur jalan aspal itu, ya tuhan cobaan apalagi ini.


Selesai berbincang dan mengetahui semua yang terjadi Angga berbalik lagi menemui keluarga nya ia tidak akan menceritakan apapun karna saat ini bukanlah saat yang tepat untuk menceritakan nya yang ada keluarga nya akan bertambah sedih jika mendengar cerita kecelakaan itu.


Saat Angga sampai pintu ruang UGD terbuka, keluarlah seorang dokter dengan wajah tanpa ekspresi nya.


"Keluarga pasien?"


"Kami dok, kami keluarga pasien," balas Angga dan Tiara. Dokter itu berwajah tanpa ekspresi seperti akan memberikan kabar buruk untuk semua orang.


"Maafkan kami, kami sudah memberikan yang terbaik untuk pasien tapi--"


"Tapi apa!" teriak Angga dengan air mata mengalir ia sangat takut sangat-sangat takut.


"Kami tidak bisa menyelamatkan nyawa salah satu pasien."


deg


Semua orang diam rasanya dunia mereka tengah hancur dua keluarga itu sudah menggangap mereka anak kandung nya sendiri. Ira sudah dianggap anak kandung oleh keluarga Galen. Begitu pun Galen ia sudah dianggap anak kandung oleh keluarga Ira.


"Nggak-nggak mungkin!" teriak semua orang mereka sangat sedih meskipun belum mengerti siapa yang meninggal.


Vina dan Mira sudah pingsan mendengar kabar buruk itu Angga langsung terduduk lemas ia sangat takut jika yang meninggal Ira meskipun ia juga sedih jika Galen yang meninggal ia tidak rela jika dia antara mereka ada yang meninggal.


Seolah ucapan Ira saat itu terngiang dikepala nya tentang ia yang sering mengucap kata kematian dan ulang tahun Ira yang kurang 10 hari lagi.


"Ira kamu masih hidup kan dik!" ucap Angga pelan.


.


Arghh siapa nih yang meninggal hiks hiks sedih aku😭 jangan lupa like komen and votenya. dikencengin oke entar aku sambung lagi kalau banyak yang like sama vote nya🙏


Dibikin santuy aja ya jangan terlalu tegang entar jantung nya copot lagi😂meskipun aku yang nulis ikut tegang sih🤣tapi aku seneng sih kalau kalian bisa menghayati cerita gajelas aku ini.


perjalanan cinta Galen dan Ira memang sangat rumit kalian harus sabar nunggunya entah nanti endingnya bahagia atau nggak kalian harus sabar oke...


Mampir juga baca novel aku yang lain...


"Cinta Sandra." ini juga gak kalah seru menceritakan tentang perjuangan seorang gadis dalam mengambil hati seseorang yang ia suka sejak pandangan pertama.


"Menikahi Presdir yang kejam." ini juga gak kalah seru Lo menceritakan tentang pembalasan dendam seorang tuan muda pada seorang gadis bernama key karna dituduh menabrak mama tercinta nya.


"Ceraikan aku mas!" ini menceritakan tentang pengkhianatan seorang suami dalam pernikahan yang masih berumur jagung.


Sekali lagi voteeee and likeee nya di kencengin😉

__ADS_1


makasih😚❤️


__ADS_2