Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Pulang


__ADS_3

Sudah tiga hari ini mereka dirawat di rumah sakit dan hari ini mereka sudah diperbolehkan untuk pulang dan selama tiga hari ini juga mereka nampak seperti orang asing tidak saling menyapa meskipun dalam satu ruangan.


Ira memang sengaja untuk tidak menyapa Galen untuk saat ini ia tidak ingin Galen merasa tertekan dengan berusaha mengingatnya tapi jika sudah genap satu minggu pasca operasi itu artinya Galen sudah benar-benar pulih ia akan mencoba untuk membuat ingatan Galen pulih kembali.


Begitupun Galen sebenarnya ia ingin sekali bicara dengan Ira tapi entah kenapa suaranya tercekat di tenggorokan susah sekali ingin bicara itu juga karna egonya yang tinggi.


"Ehm, apa Lo benar musuh gue?" tanya Galen pertama kali setelah kecelakaan, itu pun terdengar sangat kaku. Karna ia merasakan jika Ira bukanlah musuhnya bahkan beberapa hari ini mereka saling acuh seperti orang asing dan Galen sama sekali tidak nyaman dengan situasi seperti ini terlebih jika hanya berdua tanpa ada orang lain.


"Ya, kau pikir aku siapa mu?" Pancing Ira. Jujur ia sangat senang saat Galen bertanya, itu artinya Galen tidaklah seratus persen melupakannya.


"Bukan siapa-siapa," balas Galen dingin.


Lagi-lagi Ira menghela nafas panjang karna sikap dingin Galen tapi kenapa dia harus kesal bukankah Galen memang selalu dingin dengannya??


Cinta lagi-lagi karna cinta karna cinta lah Ira menjadi seperti ini ia baru menyadari cintanya pada Galen tentu Ira sedih karna sifat dingin Galen karna ia ingin melihat sifat lembut Galen padanya seperti waktu itu.


Meskipun hanya sekali tapi Ira sangat merindukannya.


"Aku mencintaimu Galen semoga kau segera mengingatku dan kita akan bersama selamanya," gumam Ira dalam hati.


Angga dan Tiara datang setelah selesai mengurus administrasi dan membawa Ira dan Galen pulang.


~Rumah Ira.


Ira baru masuk rumahnya ia ingin segera ke kamarnya untuk mandi dan beristirahat ia juga sangat rindu dengan ponselnya karna selama dirumah sakit ia tidak di izinkan barang melihatnya saja.


Saat baru membuka pintu Ira dikejutkan dengan teriakan mama dan teman nya yang datang menyambut nya. Didinding nya juga ada tulisan 'selamat datang ira'


"Aa makasih." Ira langsung menghambur memeluk orang tuanya lalu teman-temannya. Mereka melanjutkan berbincang-bincang di ruang tamu sedangkan mama Mira sedang membuat cemilan untuk teman-teman Ira didapur dan Angga tentu ia langsung masuk kamar untuk tidur karna selama dirumah sakit ia tidak pernah bisa merasakan tidur nyenyak.


"Sorry banget Ir, gue kemarin gak bisa jenguk Lo kerumah sakit karna nenek gue juga lagi sakit," ucap Arkan.


"Gapapa lah aku aja udah seneng sama sambutan kalian hari ini, thank you my best friend," ucap Ira ramah. Karna kecelakaan itu juga membuat dampak baik untuknya ia jadi orang ramah tamah dan sekarang tidak ada lagi Ira yang jutek membuat teman-temannya senang.


"Gue seneng Lo yang ramah dan murah senyum kek gini Ir," celetuk Amel yang langsung dapat timpuk dari Nara disebelahnya.


"Emang biasanya gue kayak gimana?" tanya Ira binggung. Nara melototkan matanya pada Amel sedangkan Amel berucap tanpa suara.


"Maaf." sambil memperlihatkan gigi ratanya itu.


"Enggak kok Amel tadi cuma bercanda sikap Lo dari dulu ya kayak gini murah senyum, Lo masih ingat kan kalau gue sahabat Lo dari kecil?"


"Ehm, gue gak ingat yang gue ingat sekarang Lo sahabat terbaik gue," balas Ira dengan senyum manisnya.


"Aa terhara gue," balas Nara.

__ADS_1


"Terharu monyet," ucap Amel.


"Ya sama aja."


Azzam dan Zura tidak datang hari ini dikarenakan ada acara keluarga dan mereka semua juga tidak mempermasalahkan itu yang hadir hari ini hanya Amel, Nara, Arkan dan Bella sedangkan Noah ia sedang dirumah Galen membuat pesta kejutan untuk sahabatnya.


***


~Rumah Galen


Galen yang baru masuk juga dibuat terkejut dengan kejutan yang dibuat orang tuanya dan noah, Galen menatap jengah orang-orang didepannya ia sangat benci perayaan, seperti anak kecil saja! itulah yang selalu Galen pikirkan tentang perayaan.


"Apaan sih kek anak kecil aja!" dengus Galen, Vina mama Galen mendesah kecewa selalu saja anak bungsunya ini tidak menghargai kerja kerasnya.


"Woi bro! hargai kek surprise gue sama keluarga Lo. Gak asyik banget Lo!"


Tiara menatap kesal pada adiknya, ia menyenggol lengan Galen keras. Melihat wajah kecewa mamanya membuat Tiara kesal pada adiknya.


"Hargai kek kerja keras mama karna buat kejutan ini buat Lo, lihat mama sedih tuh!" ucap Tiara lirih.


Galen menatap wajah cantik mamanya yang nampak lesu itu lalu ia menghampiri mama tersayangnya lalu mencium kedua pipi wanita itu dan menggenggam kedua tangannya, bibirnya tersenyum manis pada sang mama.


"I am sorry mom, and thank you. I love you too," ucap Galen.


Noah dan Galen mengobrol diruang tamu ada banyak hal yang ingin Noah tanyakan begitupun Galen ia juga ingin menanyakan banyak hal pada Noah.


"Gue beneran gak kenal sama dia, udah ah mending kita ngobrolnya dikamar gue aja! banyak hal yang pingin gue tanyain ke Lo!"


"Lo gak akan macem-macem kan sama gue." waspada Noah. Galen langsung memukul keras lengan Niah. "Lo pikir gue cowok apaan!" ketus Galen.


Noah terkekeh ternyata sifat suka memukul temannya masih tidak hilang juga ternyata tidak semuanya yang hilang di ingatannya.


~Kamar Galen


Mereka duduk dibalkon kamar Galen, Noah memakan camilan yang diberikan Vina padanya.


"Gue mau nanya sama Lo? Ira itu siapa bagi gue sebelum gue kecelakaan?" Pertanyaan Galen membuat Noah tersedak.


Uhuk uhuk uhuk


"Lho gak inget juga tentang itu?" Galen menggelengkan kepala pertanda tidak.


"Lo tahu gue emang gak inget semua tentang dia tapi saat dirumah sakit gue sama dia gak pernah tegur sapa, rasanya ada yang kurang di diri gue dan gue ngerasa ada yang hilang." Galen menggeluarkan semua keluh kesahnya.


Noah memakan kembali camilan itu sambil mendengarkan curhatan Galen. "Lo pingin gue jelasin dari mananya?"

__ADS_1


"Semua gue mau tahu semuanya!" ucap Galen.


"Kalau Lo pingin tahu semuanya ya gue butuh waktu berhari-hari buat ceritainnya, butuh berbab-bab buat gue tulis dibuku sejarah dan sejuta lagu pun gak akan bisa buat ceritain kisah rumit kalian berdua."


"Gue gak nyuruh Lo buat nulis dibuku sejarah dan gue juga gak nyuruh Lo buat nyanyi, gue mau Lo cerita aja secara garis besarnya dan juga tentang kecelakaan gue."


"Oh oke, jadi gini dulu banget saat Ira baru sekolah baru jadi dedek emesh eh maksud gue jadi adik kelas, Lo itu gak suka banget bukan Lo aja tapi Ira juga gak suka sama Lo, Ira itu cewek jutek dan paling judes disekolahan cantik tapi jutek dan kalian itu gak pernah akur selalu aja berantem. Lo punya julukan buat Ira yaitu bunglon jutek sedangkan Ira dia punya julukan buat Lo si kutub kalau nggak gitu kutub utara," ucap Noah terkekeh menurutnya hubungan Ira dan Galen itu hubungan yang konyol berawal dari benci jadi cinta. Dan saat sudah cinta eh malah hilang ingatan.


"Terus?" Galen mulai tertarik dengan cerita itu.


"Lo udah tahu pasal hubungan kakak Lo sama Abangnya Ira belum?"


"Kalau itu gue tahu kak Tiara udah cerita."


"Terus waktu itu Lo juga hampir nyium Ira," ucap noah terkekeh mengingat kejadian waktu itu dan dihari itu juga ia membuat kesepakatan konyol dengan nara.


Sekarang hubungannya dengan Nara juga semakin membaik malah tumbuh benih-benih cinta dihati Noah sekarang.


"Eh monyong Lo ngapa senyum-senyum sendiri, stres ya Lo." timpuk Galen dengan bantal.


"Hahaha ya gue stres sama stres nya kayak Lo, gue baru nyadar kalau cinta itu bisa merubah segalanya."


"Maksud Lo?"


"Ya kayak Lo Sama Ira, kecelakaan kemarin itu karna Lo ngejar Ira yang lagi marah sama Lo soal marahnya kenapa gue gak tahu tapi intinya kayak gitu."


"Gue pacaran sama ira?"


"Pacarannya belum cuma kalian udah saling suka."


"Terus menurut Lo gue harus gimana?"


"Ya Lo Pepet aja Ira meskipun Lo gak inget sama dia dari pada Lo entar inget eh Iranya udah ada yang gandeng, karna banyak orang yang naksir ama tuh anak." kompor gas meledak.


"Pepet gimana? gak mau ah gue, harga diri lah," sifat angkuhnya keluar. "Serah Lo penting gue udah kasih saran jangan sampai Lo nangis gara-gara ditinggal rabi," bercanda Noah tapi dianggap serius oleh Galen.


"Emang dia mau nikah?"


"Mungkin," kekeh Noah.


"Gila masak tuh anak mau nikah muda." Galen masih saja percaya dengan omongan Noah membuat Noah tertawa terpingkal.


"Lho jadi orang o'on bener ya, apa waktu operasi dokter gak nempetin otak Lo dikepala," ucap Noah dengan tawa yang masih ada.


Galen memukul Noah dengan bantal sofa. "Diem Lo gue tonyor juga Lo entar!"

__ADS_1


jangan lupa like komen and votenya sayang 😚


__ADS_2