
Pagi-pagi sekali Ira sudah bangun dari tidurnya ia sangat bersemangat untuk pergi dengan Galen. "Good morning ma," sapa Ira memeluk Amira dari belakang yang sedang memasak didapur.
"Good morning sayang, kenapa nih kayaknya ada yang bahagia banget?" goda mama.
"Masak sih ma? biasa aja deh prasaan mama aja kali yang perasa," balas Ira.
"Mungkin."
"Lagi masak apa ma, wangi bener baunya?"
"Lagi masak nasi goreng seafood kesukaan kamu," ucap Amira sambil masukkan nasi goreng ke mangkok besar.
"Ehm, nggak sabar nih buat makan." Ira membantu Amira menyiapakan makan dimeja ia lebih rajin hari ini.
Selesai sudah pekerjaannya ia langsung duduk dimeja dan menunggu semua keluarganya datang.
Tinggal Angga saja yang belum turun Ira sangat kesal selalu saja kakaknya ini selalu lama kalau dandan seperti anak cewek saja.
"Abang cepetan Ira udah laper nih!" teriak Ira kesal.
"Iya bentar."
"Bentar-bentar! dari tadi gitu mulu cowok apa cewek sih dandan aja lama banget!" gerutu Ira.
"Kamu kenapa sih sayang kok jadi cerewet gini?" tanya Hermawan.
"Bang Angga tuh pa lama bener Ira kan udah laper," ucap Ira dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat.
"Apasih baru bentar udah bilang lama, makan dulukan bisa!" ketus Angga.
"Apaan kalau aku makan dulu nggak apa-apa udah aku lahap habis itu nasi goreng," balas Ira tak kalah ketus.
"Sudah-sudah! pagi-pagi kok udah ribut aja," ucap Amira.
Mereka sekeluarga menikmati makanan dengan nikmat tidak ada satu orang pun yang bicara semua nya diam karna itulah peraturan makan di keluarga Hermawan.
Selesai makan Ira olahraga dihalaman depan lari-lari kecil melenturkan otot-ototnya dan melatih gerakan-gerakan silatnya sudah lama juga ia tidak latihan.
__ADS_1
Angga melihat adiknya sedang latihan silat lalu mencoba mengetes kemampuan Ira. Ia menyerang Ira dari belakang menarik tangannya kebelakang dan menjegal kaki kiri Ira tapi dengan gerakan cepat Ira menangkis tangan Angga dan membalikan tubuh Angga membuat tangan Angga yang ia pelintir sekarang.
"Mau main-main sama aku!" ucap Ira sinis Angga ingin membalas adiknya tapi ia memakai celana jins yang akan sangat susah untuk bergerak tadinya Angga akan jalan dengan Tiara tapi Tiara baru menelponnya jika dia ada urusan hari ini terpaksa mereka menunda kencan mereka pagi ini.
"Oke juga latihan kamu sekarang, gimana kalau kita sabung, tapi abang ganti baju silat dulu."
"Oke Ira tunggu."
Setelah menunggu lima belas menit Angga sudah turun dengan baju silatnya ia terlihat sangat tampan. Sebelum sabung mereka sama-sama menunduk untuk saling menghormati.
Baru pertarungan antara kakak adik dimulai mereka sama-sama menatap tajam satu sama lain Ira mulai menyerang Angga tapi Angga tidak ada membalasnya ia hanya menangkis serangan Ira.
"Bang bales dong, nggak seru kalau kayak gini!" protes Ira. Angga hanya mengganguk lalu mulai menyerang Ira, kakinya sudah bekerja ia akan menendang perut Ira tapi secepat mungkin ia menarik kaki Angga dan memutar-mutarnya ini bukan lagi pertarungan silat lebih tepatnya Ira mengerjai Angga.
Angga berteriak ia takut jatuh kakinya hanya satu yang bertumpu dan yang satu diputar-putar oleh Ira membuatnya takut terjatuh.
"Ira lepasin, jurus apa ini nggak ada di pertarungan silat kamu jangan curang," kesal Angga. Ira masih belum melepaskan ia malah tertawa terbahak melihat ekspresi takut abangnya.
"Bibi..." teriak Ira.
"Iya non."
Sampai Ira rasa jika video itu sudah cukup ia melepaskan kaki Angga dan duduk dikursi taman. Angga merasa kepalanya pusing dan langsung terduduk ditanah.
"BI bikinin saya jus jeruk," pinta Angga lesu, ia masih memegang kepalanya yang pening akibat kelakuan gila adiknya sedangkan Ira disana ia masih tertawa terbahak melihat video tadi.
Angga berjalan ke arah adiknya pusing nya sudah menghilang berubah menjadi kesal saat melihat tawa adiknya itu.
"Hei adik gila!" ucap Angga ketus.
"Apaan sih ganggu aja, lihat nih ekspresi Abang lucu banget, aku kirim ah ke kak Tiara," ucap Ira. Angga berusaha merebut handphone Ira tapi terlambat Ira sudah mengirimnya ke Tiara dan langsung menghapus pesannya saat sudah centang dua abu-abu.
Angga benar-benar kesal dengan adiknya ia tahu kelemahan Ira yang tidak tahan jika di gelitiki dengan senyum miringnya ia langsung menggelitiki perut Ira membuatnya tertawa geli Ira sampai terduduk dilantai sangking tidak tahan dengan kegelian nya.
"Bibi cepat video!" sekarang ganti Angga yang berteriak dengan cepat bibi memvideo kelakuan aneh anak majikannya itu.
Selesai video itu, Angga memberhentikan gelitikannya dan Ira mulai melakukan aktingnya ia sudah mengkode bibi untuk memvideo nya lagi.
__ADS_1
Ira pura-pura pingsan membuat Angga khawatir.
"Ira, Ira kamu kenapa dik," ucap Angga cemas. Angga menepuk pipi Ira pelan agar bangun ia juga menyuruh bibi mengambil minyak kayu putih bibi pun pergi masuk kedalam tapi tidak lupa bibi menyenderkan hape itu agar tetap bisa terekam videonya.
Angga melihat segelas air putih dan menciptakan sedikit kewajah Ira membuat wajahnya merenggut sangat jelas Angga melihatnya dan menyimpulkan jika ia sedang dikerjai oleh adiknya langsung saja Angga menumpahkan seluruh air digelas itu kewajah Ira.
sontak saja hal itu membuat Ira terbangun.
"Abang!" pekik Ira kesal.
"Aneh pingsan kok bisa teriak!" sindir Angga. Ira sudah tidak memperdulikan abangnya lagi ia langsung mengambil handphone dan masuk kedalam kamarnya, segera mandi karna jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan sebentar lagi Galen akan menjemputnya.
"loh kok udah masuk non, gimana aktingnya?" kepo bibi.
"Gagal bi!" balas Ira lesu.
"Yah sayang sekali non," balas bibi.
Ira masuk kedalam kamarnya dan langsung melakukan ritual mandi nya. Dua puluh menit kemudian Ira sudah selesai mandi dan sudah berpakaian lengkap.
Langsung saja ia me make up wajahnya tipis-tipis. Baru ia akan menyisir rambutnya teriakan mama nya membuatnya menghentikan kegiatan nya.
"Ira cepat turun Galen sudah menunggumu dibawah," ucap mama dari luar kamarnya.
"Iya ma."
Selesai sudah riasannya Ira melihat pantulan dirinya dari kaca riasnya ia terlihat sangat cantik dengan riasan natural itu.
Ira turun dengan tas selempang nya ia melihat dibawah sudah ada Galen. Ia turun dan tersenyum pada Galen membuat Galen terpaku akan kecantikan nya.
"Jalan sekarang kan?" Galen tidak menjawab ia masih terpaku akan kecantikan Ira.
"Galen!" pekik Ira.
"Eh iya ayo kita berangkat sekarang," balas Galen.
Mereka sudah sampai di wahana bermain disana terlihat Noah dan Nara yang menunggu mereka. Hari ini Galen yang akan membayarkan mereka masuk karna kemarin saat ia mengajak Noah, Noah banyak sekali alasan nya yang bilang lagi bokek lah apalah, bokek dari mananya coba orang Noah anak sultan mana ada kata bokek. Alasan tidak masuk akal!
__ADS_1
.
Jangan lupa like komen and vote nya gays😚❤️