
Malam hari nya Ira duduk di balkon kamarnya melihat pemandangan Langit dimalam hari bintang yang bersinar terang diatas sana.
"Habis ini ultah gue yang ke 17 tahun gue pingin kasih suapan pertama setelah keluarga gue ke Galen tapi apa dia udah inget sama gue, dia aja cuek bebek gitu sama gue," gumam Ira.
"Galen Lo beneran nggak inget sama gue meskipun gue bukan pacar Lo tapi gue sayang sama Lo, jahat banget orang cantik kayak gue dilupain."
"Aa, Galen nyebelin banget sih Lo, apa gue harus pacaran sama orang lain dulu biar Lo cemburu, atau gue perlu pukul kepala Lo pake palu supaya Lo inget lagi sama gue!"
Tok tok tok
"Siapa!" teriak Ira
"Abang."
"Masuk!"
Angga mencari keberadaan adiknya yang tidak terlihat batang hidungnya.
"Balkon," ucap Ira.
Angga langsung menghampirinya dan duduk disebelahnya memakan camilan dimeja itu. "Abang, itu kan camilan Ira," rengek Ira seperti biasa.
"Yaelah ama Abang sendiri pelit amat," kesal Angga.
"Kalau aku pelit udah aku suruh muntahin makanan tadi," balas Ira sebal. Angga langsung mengacak-acak rambut ira karena gemas.
"Kau itu pintar sekali kalau bicara," kekehnya.
"Abang, rambut Ira jadi berantakan nih." Ira menggerutu kesal bibirnya mengerucut sebal karna sifat jahil abangnya.
"Haha, gimana hubungan kamu sama Galen?" Ira menunduk ia jadi sedih jika mengingat hubungannya dengan Galen selalu saja seperti ini.
"Abang, kenapa sih. Ira sama Galen nggak bisa bersatu?"
"Bukan nggak bisa tapi belum bisa, kamu harus bersabar dalam menghadapi sifat Galen kamu tahu ini semua bukan salah Galen dan juga bukan salahmu ini semua udah takdir mungkin semesta belum mau lihat kalian bersatu atau mungkin semesta ingin melihat perjuangan cinta kalian berdua."
"Bang, Ira pingin Galen bisa cepet inget sama Ira, apa perlu Ira memukul kepala Galen biar dia inget," balas Ira.
"Ngaco kamu Galen bukannya ingat malah gagar otak," kekeh Angga.
Dret...dret...dret
"Siapa tuh?" Ira mengintip handphone Angga dan melihat ada panggilan dari honey dengan emoticon love dibelakangnya.
"Siapa tuh honey?" goda Ira.
"Diem Abang mau pacaran dulu," kekeh Angga.
"Abang ngeselin adiknya galau abangnya malah pamer pacar," cebik Ira kesal.
"Yaudah Abang pindah ke Video call aja supaya kamu juga bisa lihat Galen." Ira langsung bersemangat ia menggangukan kepala sangking senangnya.
__ADS_1
"Hai sayang," sapa Angga saat video call telah terhubung.
"Hai juga sayang, kamu lagi ngapain?" tanya Tiara dengan suara manjanya. "Lagi mikirin kamu," goda Angga sedangkan Ira memasang wajah muntah melihat kelakuan Abangnya yang seperti ABG ini.
"Sayang kamu belajar ngegombal dimana, makin pinter aja."
"Hahaha lihat di yuk tube."
"Hahaha plagiat berarti kamu," kekeh Tiara.
"Pacaran aja terus aku kapan apa aku jadi obat lamuk disini mending bang Angga pacaran dikamar bang Angga sendiri sana!" kesal Ira.
"Ya ampun nggak sabaran banget nih bocah, bentar dong kasih Abang waktu sepuluh menit lagi buat pacaran baru Abang suruh Tiara lihatin Galen di video call nya."
"Ngomong sama siapa sayang?" tanya Tiara.
"Ini nih ada yang rindu tapi numpang," balas Angga dengan tawa kecil.
"Maksudnya?"
"Iya yang punya rindu malu-malu nggak mau pakai punya sendiri pinginnya pakai punya orang lain," balas Angga.
"Siapa?"
"Siapa lagi kalau bukan kesayanganku."
"Apa Ira rindu sama Galen?" tanya Tiara agak keras agar adiknya yang disebelahnya bisa mendengar jika ada yang merindukannya.
Dan saat mendengar jika Ira merindukannya tentu saja itu kabar membahagiakan untuknya. Sebenarnya Galen ingin mengejar cinta ira meskipun ia tidak mengenalnya tapi hatinya sangat mengenal ira.
Hatinya selalu ingin didekat Ira mendengar suaranya melihat senyumnya dan terlebih jika dia yang membuatnya tersenyum.
Jujur saja Galen juga merindukan Ira mereka berdua saling rindu tapi ego mereka yang besar membuat mereka malu jika menelfon duluan. Rindu yang menyiksa!!
Karena kerinduannya yang teramat besar pada Ira ia langsung masuk ke kamarnya tidak memperdulikan kakaknya yang memanggilnya sedari tadi. Galen langsung mencari kontak di handphonenya dengan nama bunglon jutek dengan emoticon setan 👿.
Galen membolak balikkan ponsel nya ia bingung nelfon Ira apa tidak jika iya nanti ia akan ngomong apa tapi jika tidak hatinya sudah sangat merindu.
Galen langsung menelfon ira dan setelah menunggu beberapa menit baru sambungan itu terhubung.
Sedangkan disana Ira yang mendapat panggilan dari Galen ia sangat senang sampai meloncat-loncat, Angga yang melihat nya menatap aneh pada adiknya.
"Kau itu kenapa? cacingan?" tanya Angga binggung. Ira nyengir kuda lalu pergi meninggalkan Angga dan berjalan kearah kamar tamu untuk mengangkat telfon Galen ia memilih kamar tamu supaya tidak ada yang menggangunya.
"Hallo," ucap Ira. Dengan mendengar suara Ira saja rasa rindu itu sedikit terobati, Galen bukan menjawabnya ia malah lebih senang mendengar suara Ira.
"Hallo ada orang?" tanya Ira sekali lagi.
sial apa gue dikerjain. batin Ira
"Halo kalo nggak ada yang jawab aku matiin," ancaman ira membuat Galen langsung menyahut.
__ADS_1
"Ya assalamualaikum," ucap Galen rada kikuk padahal cuma ngomong ditelfon tapi kok susah banget.
"waalaikumsalam, ada apa?"
"Nggak ada apa-apa, Lo lagi ngapain?" ucap Galen agak kaku. Bukan hanya Galen saja Ira pun sama mereka telfon an tapi sangat kaku.
"Lagi telfonan sama kak Galen," balas Ira dengan tawa kecil. Ia terkadang menggigit bibir bawahnya untuk mengurangi rasa gugup bahkan jantungnya sudah berdetak lebih kencang sejak galen menelfonnya.
"Ehm, besok sekolah naik apa?"
"Besok hari Minggu kalau kak Galen lupa," kekeh Ira.
Bodoh! besok hari Minggu malah nanya sekolah naik apa! Galen bodoh, kenapa gue jadi kikuk gini sih. rutuk Galen.
"Hahaha iya-iya besok hari minggu, besok Lo free gak?"
"Free, kenapa?"
"Ehm, besok gue mau ngajak Lo jalan-jalan sama Noah sama Nara, Lo mau gak?" bohong. Galen saja tidak ada acara jalan-jalan dengan Noah dan Nara, ini semua cuma agar dia bisa PDKT saja sama Ira mungkin karna efek cemburu karna dikelasnya banyak yang membicarakan Ira bahkan waktu istirahat ada yang terang-terangan deketin Ira karna Ira sudah tidak pasang wajah jutek lagi.
Ira senangnya bukan kepalang saat Galen mengajaknya, ingin sekali ia berteriak karna sangking senangnya sekarang aja Ira tengah loncat-loncat diatas kasur belum juga membalas ucapan Galen membuat yang disana cemas saja.
serius nih kak Galen ngajak gue jalan, aaa prasaan gue belum mimpi deh berati ini semua kenyataan. Ya ampun apa dia udah inget sama gue. batin ira
"Lo gak mau ya?" tanya Galen sedih.
"Eh mau kok, jam berapa?" tanya Ira antusias.
"Ehm mungkin jam sembilan, besok gue jemput."
"oke."
"Yaudah, good night. Semoga mimpi indah."
"Good night too kak, semoga kak Galen juga mimpi indah," balas Ira dengan senyum mengembang ia langsung menjatuhkan tubuhnya dikasur dan berguling-guling karna kesenangan dihatinya.
Galen disana juga salting sendiri ia senyam-senyum gajelas dibalkon kamar. Galen memperhatikan foto profil ira yang sangat cantik sedang duduk disebuah taman dengan tangan membawa sebuket bunga mawar tersenyum cantik memperlihatkan gigi ratanya.
Ia teringat dengan ucapan Ira tadi yang terakhir.
Apa ini yang namanya cinta, kenapa karna cinta gue jadi tolol gini ya. Batin Galen.
Dulu gue pernah ngerasain jatuh cinta tapi nggak pernah sampai salting kayak gini apa mungkin karena dulu gue jatuh cinta sama orang yang salah ya. Terimakasih tuhan karna kau telah mematahkan hati ku waktu itu dan memberiku cinta pada gadis cantik dan baik ciptaanmu ini. batin Galen dengan melihat foto-foto Ira yang ia ambil tadi. Astaga gue lupa belum ngabarin Noah sama Nara buat besok. Kalau gak tamatlah riwayat gue!
.
Halo semua udah up nih jangan lupa like komen sama votenya ya💓
kalau kalian minta aku buat up dua kali sehari aku usahain tapi aku nggak janji ya aku juga punya novel yang lain yang juga tiap hari butuh di update dan juga aku masih pelajar tiap hari butuh daring ngerjain tugas banyak itu juga butuh mikir ya🤣 jadi maaf banget kalau aku mungkin nggak bisa kalau up satu hari dua kali tapi akan aku usahain deh buat readers tersayang.
Yang penting dukungan kalian selalu ada buat aku. Like komen and votenya jangan lupa. Kalau ada penulisan atau alur yang gajelas kalian komen aja ya😁
__ADS_1