
Malam harinya ira dan Angga sudah siap untuk berangkat. Mereka terlihat sangat cantik dan tampan. Ira malam ini lebih memilih menggunakan dress merah maron selutut dengan rambutnya yang ia gerai sangat cantik dan anggun.
Angga pun sudah rapi dengan baju casual nya warna biru dan celana jins hitam menjadi pilihannya malam ini.
"Ira apa kau sudah siap?" teriak Angga dari bawah.
"Sudah kak," balas Ira.
"Wah adikku sangat cantik seperti akan bertemu pacarnya saja," puji Angga.
"Aku memang sudah cantik dari lahir!" bangga Ira.
"Wah kepalamu sudah besar itu," ejeknya. Ira hanya membalas dengan tawa kecilnya.
"Wah wah wah anak mama mau pada kemana nih udah rapi aja?" tanya Amira.
"Ira mau anterin bang Angga ngelamar ma," asal Ira.
"Sembarangan nih bocah kalau ngomong," balas Angga.
Mama hanya tersenyum sebenarnya ia tahu mereka mau kemana hanya sja ia ingin menggoda anak sulungnya.
"Abang udah gede kapan nikahnya?" goda mama.
"Sebentar lagi ma setelah mantu mama selesai belajarnya," balas Angga.
"Keburu tua bang!" ejek Ira, Angga yang gemas dengan adiknya ini langsung mengacak-acak rambut tergerai Ira.
"Abang rambut aku jadi berantakan nih!" kesal Ira.
"Sudah sudah cepat berangkat entar kalian telat lagi," tengah Mira.
"Iya ma Angga sama Ira berangkat dulu, assalamualaikum," salam Angga dan Ira sambil menyalami tangan Amira.
"Waalaikumsalam, hati-hati dijalan."
Angga melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata ia tidak terlalu terburu-buru meskipun dihatinya ia ingin cepat sampai dan bertemu sang pacar tapi ia juga mementingkan keselamatannya dan adiknya didalam mobil.
"Bang apa sebelumnya abang pernah ketemu orang tua kak Tiara?" tanya Ira.
"Pernah cuma sekali dua kali nggak terlalu sering karena orang tua Tiara sering ke luar negri, Tiara juga punya adik laki-laki tapi abang belum pernah lihat adiknya," balasnya.
"Oh."
"Lalu hubunganmu dengan Galen gimana apa kau sudah pernah bertemu orang tuanya," goda Angga.
"Hubungan apa, orang nggak ada hubungan apa-apa."
"Ah yang bener." Angga semakin menjadi-jadi menggoda Ira membuatnya kesal saja.
"Tau ah."
Mobil Angga sudah Sampai dicafe Carlo, cafe ini adalah cafe milik keluarga Ira cafe ini sangatlah indah dan juga romantis Angga sendiri yang mendesain cafe itu bersama Tiara mangkanya mereka sangatlah suka jika berada disana.
"Bukankah ini cafe keluarga kita bang?" tanya Ira.
"Ya ini cafe kita Abang yang mendesain cafe ini bersama Tiara mangkanya kami sangat suka berada dicafe ini," jelas Angga.
"Baiklah mari kita masuk!" ajak Ira.
"Ira nanti abang mau nyanyi sama Tiara kamu mau juga gak?" tawar Angga, Ira sedikit berpikir.
"Mau nyanyi sama siapa aku?" tanya nya.
"Mau nanti bisa nyanyi dengan adiknya Tiara," balas Angga sedangkan Ira memutar bola matanya malas.
"Males banget nyanyi sama orang asing," balasnya cuek. Ira sudah memasang wajah mode juteknya sedangkan Angga juga sudah memasang wajah dingin dan karismanya.
Karyawan cafe yang melihat dua majikannya langsung menunduk hormat. Tiara yang melihat kekasihnya datang langsung melambaikan tangan.
"Angga..." ucapnya Angga dan Ira menoleh ke asal suara dan mendapati Tiara bersama keluarganya sudah duduk.
Namun adik laki-laki Tiara tidak kelihatan karna ia memunggunginya. Mereka berdua berjalan menghampiri mereka, Ira dibuat terkejut saat melihat wajah orang tua Tiara.
Begitupun orang tua Tiara juga terkejut saat melihat Ira. "Tante, om," ucap Ira. Sedangkan Angga sudah menunduk hormat pada mereka sebelumnya Angga tidak pernah melihat orang tua Galen karna meskipun dirumah sakit mereka sering berkunjung namun karna keadaan waktu itu membuat Angga tidak mengingatnya.
"Ira," sapaan Vina membuat Galen menoleh kebelakang dan mendapati bunglon juteknya tengah berada disana.
"Kalian saling kenal?" tanya Tiara.
"Ya Ira ini calon menantu mama," ceplos Vina asal membuat Tiara mengernyitkan dahi sedangkan Galen yang sedang meminum langsung tersedak.
Uhuk uhuk
Apa-apaan mama ini, batin Galen.
"Eh maksud mama mamanya Ira dan mama itu temenan dan juga Ira dan Galen satu sekolahan mangkanya mama kenal sama Ira, ya kan sayang," ucap Vina pada Ira dan dijawab anggukan kepala olehnya.
"Duduklah!" pintanya pada Ira. Angga sudah duduk didepan Tiara dan Ira juga memilih duduk disebelah abangnya siapa angka ia malah berhadapan dengan Galen karna tempat duduk Galen bersampingan dengan Tiara.
Mereka sama-sama menatap tajam satu sama lain. Sedangkan vina senang sekali karna ternyata pacar anaknya adalah anak Amira sahabatnya berarti mereka tidak perlu jauh-jauh cukup menjodohkan putra putrinya dan mereka berdua menjadi keluarga besar alias besanan.
__ADS_1
Angga dengan tiara, Galen dengan Ira wow ini benar-benar kabar bahagia aku akan segera mengabari Amira. batin Vina
"Udah pesan makan?" tanya Angga.
"Belum kami nunggu kalian," balas Tiara sambil tersenyum, Angga sempat terpaku dengan kecantikan Tiara yang malam ini terlihat sangat cantik dan anggun.
"Baiklah biar aku pesan makanan." Angga memanggil pelayan dan memesan makanan terlezat dan hidangan penutup yang spesial dari cafe itu.
Setelah memesan makanan dan menunggu makanannya datang mereka bercengkrama sedangkan Ira dan Galen hanya diam saja. Entah mengapa Ira yang tadinya bersemangat menjadi malas seperti ini.
Angga mengajak Tiara untuk bernyanyi didepan sebelumnya Tiara malu tapi karna desakan dari sang pacar akhirnya ia mau, mereka berdua berjalan dengan sangat romantis dan sangat serasi.
"Kau sangat cantik malam ini," bisik Angga ditelinga Tiara membuat Tiara malu dan juga senang.
"Kau juga sangat tampan malam ini," goda Tiara balik. Angga tersenyum mendengar pujian Tiara.
"Tentu jika tidak mana mau kau denganku," ucapan Angga membuat Tiara terkekeh.
Mereka berdua sudah naik diatas panggung mereka duduk didepan mikrofon dengan Angga yang membawa gitar ingin menyanyikan lagu cinta terlarang. Entah apa maksudnya tapi mereka berdua sangat suka dengan lagu itu.
Cinta dengarkanlah ku ingin mendengar suaramu.
Nyanyikan lagu-laguku bila kau rindukan aku
Cinta relakanlah akhiri cerita tentang kita
Bait pertama dinyanyikan dengan suara merdu Tiara, matanya tak lepas sedikit pun pada wajah Angga.
Ku tahu berat bagimu untuk melepaskan aku
Ku minta kepadamu jangan keluar malam ini
Karena ku tak akan menemuimu
Ku minta kepadamu jangan keluar malam ini.
Angga tersenyum hangat pada Tiara bait kedua yang ia nyanyikan sangat ia hayati, entah mengapa ia merasa sedih saat menyanyikan lagu ini.
Sesungguhnya kasih sayangku tiada batas
Namun secepatnya engkau harus ku lepas
Selagi engkau berdiri dan kau bernafas
Lekaslah pergi agar engkau pun terbebas
Sesungguhnya engkaulah makhluk yang ku sayang
Ku harapkan agar engkau cepat menghilang
Dan jangan lagi kau datang
Cinta relakanlah akhiri cerita tentang kita
Ku tahu berat bagimu untuk melepaskan aku
Ku minta kepadamu jangan keluar malam ini
Karena ku tak akan menemuimu
Ku minta kepadamu... jangan keluar malam ini...
Suara mereka sangat merdu dan lagi mereka saling menatap penuh cinta membuat nya semakin romantis.
Setelah menyanyi mereka turun dan menuju keluarga nya berada tadi. "Suaramu sangat bagus kak," puji Ira pada Tiara karena baru kali ini ia mendengar suara Tiara.
"Kau terlalu memujiku adik kecil," balas Angga.
"Aku tidak memujimu!" cetus Ira pada Angga membuat semua orang terkekeh selalu saja adik kakak ini bertengkar tidak tau tempat.
"Sudahlah mari kita makan!" ajak papa Tiara. Mereka makan dengan sangat tenang tidak ada yang bicara hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu saja.
.
Selesai makan mereka mengobrol sebentar lalu Angga dan Tiara menyuruh adik mereka untuk nyanyi bersama didepan.
Mereka berdua menolak keras sudah tau kucing dengan anjing masih saja disuruh akur mana mungkin bisa.
"Ayolah Ira menyanyilah dengan Galen, bukankah kalian sudah saling kenal!" pinta Tiara sedari tadi.
"Ayolah Ira bukankah kau selalu memenuhi keinginan kakak tersayang mu ini." Angga ikut membujuk.
"Tapi tidak dengan yang ini, Ira males nyanyi kak," balasnya sebenarnya ia tidak tega melihat kakak tersayang nya memohon seperti itu.
Angga langsung maju kedepan dan mengatakan jika ada orang yang akan menyayikan lagu bukan salah jodoh dan menyebutkan nama Ira dan Galen disana.
Sudah seenaknya dia juga yang memilihkan lagunya, untung mereka berdua hapal kalau tidak mau taruh mana nih muka.
Ira sangat kesal dengan kelakuan Abangnya sedangkan Galen biasa saja dia langsung maju dan mengajak Ira.
"Majulah jika kau tidak ingin malu," ucapnya dan terpaksa Ira maju dengan bibir yang manyun.
__ADS_1
"Tersenyumlah adik kecil," ucap Angga dengan tawa kecil sedangkan Ira langsung saja mencubit pinggang kakaknya.
"Awas kau bang aku akan membalas mu," bisik nya.
Mereka sudah duduk ditempat Angga dan Tiara tadi dengan menghela nafas Galen mulai menyanyikan bait pertama.
Kulihat senyum manis mu
Ada cinta yang kurasa
Menyapa hati ini
Tak ingin ku menunggu
Jadikanlah aku oh cinta
Kekasih pilihan dihati mu
Ku percaya, dirimu satu cintaku
Suara Galen nampak sangat merdu dan tulus, mata tajam itu menatap lurus ke arah Ira.
Tuhan tolong aku
Katakan padanya
Aku cinta dia
Bukan salah jodoh
sahut Ira ia juga menatap ke arah Galen, entahlah matanya terasa terikat pada mata tajam milik Galen.
Dia untuk aku
Bukan yang lainnya
Satu yang ku rasa
Pasti bukan salah jodoh
Bila cinta tlah bicara
Takkan angkuh hati ini
Mendekat kepadamu
Tak ingin ku menunggu
Jadikanlah aku oh cinta
Kekasih pilihan dihatimu
Ku percaya dirimu satu cintaku
Mereka saling menyahut bait nyanyian itu, semua irang bertepuk tangan meriah karena keapikan suara mereka.
Tuhan tolong aku
Katakan padanya
Aku cinta dia
Bukan salah jodoh
Dia untuk aku
Bukan yang lainnya
Satu yang kurasa
Bukan salah jodoh
Cinta, janganlah cepat berlalu
Disini, temani hari hariku
Berdua, jalani kisah…
Bait terakhir mereka nyanyikan secara bersama, sadar atau tidak mereka saling melempar senyum tipis. Tipis sangat tipis!
Mereka menyanyi dengan penghayatan agar lagu yang mereka nyanyikan terlihat sempurna dengan dihayati kita juga bisa tau makna tersendiri dari lagu tersebut.
...jangan lupa like komen and votee nya💓🙏komenin cerita kau yang kurang apanya ya🙏...
...Bantu baca: -Menikahi Presdir yang kejam-...
...-Ice boy bucin-...
...-Jalan Hijrahku-...
...-Ceraikan aku mas!-...
__ADS_1
...Follow ig penulis: Nabilaputrii 36_...