
"tolong tolong" teriakan suara nara meminta bantuan.
"nar tolongin gue gue gak bisa nafas" kata ira suaranya tersengal-sengal karna susah nafas.
"Iya bentar ya ir lho tunggu sini bentar gue cari pertolongan dulu.
kebetulan jarak galen dan noah tidak jauh,mereka tadi samar samar mendengan teriakan nara.
"len lho denger nggak kayak ada yang minta tolong" kata noah sambil menajamkan pendengarannya.
"Iya, gue denger ayo kita kesana cari siapa yang butuh bantuan"
"Ya ayo"
nara berlari sambil berteriak meminta pertolongan dan akhirnya dia bertemu dengan noah dan galen.
"nara lho ngapain disini" tanya noah memegang lengan nara.
"kak kak to tolongin" kata nara ngos-ngosan karna khawatir campur takut.
"tolongin apa"
"i-ira kak" sambil mencoba menetralkan nafasnya.
"ira kenapa?"tanya galen ada guratan cemas di wajahnya.
"jawab nar ira kenapa lho jangan diam aja" galen menaikkan nada suaranya satu oktaf karana nara tak kunjung jawab.
"Iya nar ira kenapa" kata noah tak kalah cemas sambil mengguncang lengan nara.
"lho tarik nafas dulu baru lho jelasin" nara mulai mengatur nafasnya perlahan dan nafasnya sudah membaik tak tersenggal lagi kalau ia ngomong.
"nar masuk kubangan kak aku nggak tau itu kubangan apa kayaknya sih itu jebakan"
"apa!kok bisa"jawab mereka serentak.
"bisanya kenapa entar aku jelasin sekarang kita tolong ira dulu dia bilang susah nafas tadi"
mereka bertiga lari kearah ira berada
"tolong" mereka bertiga mendengar suara orang minta tolong lirih.
"itu ira kak"
"ira lho gapapa kan?" tanya nara
"nar cepet bantu gue keluar gue gak bisa nafas" kata ira lirih
__ADS_1
"iya bentar kak galen sama kak noah lagi cari kayu buat bantu lho naik"
"ira lho pegang kayu ini entar gue tarik" kata galen.
ira menurut saat kayu tangannya bisa menggapai kayu ira langsung memegang erat kayu itu.
*
*
*
akhirnya ira bisa keluar juga dari lubang terkutuk itu.saat tangan ira sudah bisa meraih tangan galen dia membuang kayu itu dan ganti memegang erat tangan galen sampai dia bisa keluar dari lubang terkutuk itu dan tertarik dipelukan galen saat itu juga ira pingsan.
"ira ira" teriak galen sambil menepuk pipi ira pelan.
"ayo kita keluar dari sini" kata noah.
"Ya"
galen menggendong ira didepan merangkul kan tangan ira ke lehernya.
sesampainya ditenda.
"Bella bella" teriak noah.
"udah diem dulu mulut lho cepet bantu ira"
"ira... dia kenapa?"
"dia pingsan"
"Yaudah cepet bawa dia masuk"
galen langsung membawa ira kedalam tenda menidurkannya dan dia keluar terlebih dulu agar bella bisa memeriksanya.
bella langsung memberikan ira alat bantu pernafasan agar dia bisa menghirup oksigen.
bella juga melepaskan sepatu dan topi yang ira kenakan agar tubuh ira kembali segar. dan memberi minyak kayu putih agar ira segera sadar,mereka semua sengaja tidak memberi tahu guru agar masalah tidak panjang tapi jika ira sampai kenapa napa baru mereka lapor.
"sebenarnya apa yang terjadi sama ira?" tanya bella.
"gimana keadaannya?" tanya galen
"ira udah gapapa gue udah pasang alat bantu pernafasan sama udah gue kasih minyak setelah ini mungkin dia udah sadar".
"gue juga gak tau pasti ira kenapa,emang ira tadi kenapa nar?" noah balik bertanya pada nara.
"jadi gini kak tadi kan aku tadi cari kayu bakar sama ira deket - deket situ doang kami nyari sambil cerita biar gak jenuh, dan gak kerasa kalau kami makin jauh jalannya terus aku bilang ke ira, ir kiata kayaknya udah kejauhan deh cari kayu nya terus ira jawab eh iya kayaknya yaudah gue ambil kayu itu bentar terus kita balik, gue sama ira gak tau kalau deket kayu itu ada jebakan waktu ira mau ambil dia lansung keselorok jatuh kelubang itu tadi dan kayaknya itu perangkap hewan kak"
__ADS_1
"emang waktu upacara tadi kalian kemana? tidur" tanya galen sambil tersenyum sinis.
"maksud kak galen?" tanya nara.
"emang lho tadi gak denger kalau cari kayu jangan misah sama regunya terus jangan jauh jauh" kata galen suaranya meninggi pikirannya kacau antara khawatir,takut, marah,emosi campur jadi satu.
"maaf kak" nara hanya menundukan kepala.
"belum ada sehari udah bikin ulah" ucap galen sinis.
"galen ini kan nggak sengaja lagian siapa yang mau masuk kejebak dia tadi kan juga udah bilang karna keasyikan ngomong mereka jadi gak sadar kalau udah kejauhan cari kayunya." bantah bella karna kasihan pada nara yang ketakutan karna galen.
"mangkanya jadi orang itu bertanggung jawab kalu disuruh itu ya dilakuin ynag bener jangan dibuat mainan" kata galen tegas dan menekankan setiap katanya.
"udah deh len sekarang kan lho juga udah nggak ada urusan mending sekarang lho pergi! bikin masalah tambah panas aja,noah lho ajak sana sahabat lho sakit telinga gue denger dia nyalahin orang mulu" kata bella tak kalah sinis smabil mata menatap tajam kearah galen.
cih..
"udah kak gapapa yang diomongin kak galen itu bener emang kita yang salah" kata nara masih menundukakan kepala.
"udah itu semua gak penting yang penting sekarang ira udah gapapa setelah ini mungkin dia sadar,kita temenin ira ditenda aja gak usah mikirin mereka yang bisanya nyalahin orang" sambil menatap tajam kearah galen dan noah.
_____________
5 menit kemudian ira sadar
"ir lho gapapa kan? tanya nara sambil meneteskan air bening yang sedari tadi ia tahan agar gak tumpah didepan galen dan noah,nara mengakui ini salahnya tapi perkataan galen sangat menyayat hatinya,pedes bener kalah cabe rawit kayak mulut netizen aja.
"gu-e gapapa kok nar lho kenapa nangis siapa yang bikin lho nangis?"tanya ira lirih.
"gue nangis karna gue cemas sama lho gue takut lho kenapa napa"
"udah lho jangan nangis gue gapapa kok"
"Yaudah nar kita keluar aja dulu biar ira istirahat tenaganya biar pulih lagi supaya dia bisa ikut api unggun nanti malam biar pk guru nanti juga gak curiga"
"IYa kak"
*
"kalian ngapain masih disini?" tanya bella karna makhluk batu ini ternyata belum balik dari tadi.
"gimana ira udah sadar?" bukannya menjawab galen malah ganti nanya.
"udah dia udah sadar mending sekarang lho balik"
"inget nanti malam gak boleh ada yang alfa sekalipun itu ira karna gue gak mau guru tau kejadian tadi"
"gue udah tau" kata bella acuh karna kesal dengan sikap galen tadi*.
__ADS_1