Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Sadar


__ADS_3

Dua bulan kemudian


Sudah 2 bulan ini Ira tidak juga bangun, Ira masih bernafas hanya karna alat bantu pernafasan itu. Jika Minggu depan ia masih belum bangun juga terpaksa dengan sangat dokter akan mencabut alat bantu itu.


Mama Ira berkali-kali pingsan karna kondisi anaknya, mereka semua sedih melihat Ira seperti itu Galen setiap sepulang sekolah langsung datang menjenguk Ira sampai malam dan pulang hanya untuk sekolah. Angga pun sama ia tidak pernah pulang urusan perusahaan ia serahkan pada orang kepercayaannya.


Setiap hari teman-teman Ira juga berkunjung sekedar untuk mengajaknya mengobrol, karna dokter menyarankan jika Ira selalu diajak bicara kemungkinan ia juga akan cepat sadar.


Galen juga selalu mengajaknya bicara jika tidak ada orang ia akan menangis karna melihat kondisi Ira seperti ini adalah karnanya.


"Ira bangun! kenapa malah Lo dorong gue waktu itu kenapa enggak elo aja yang lompat. Please Ira gue mohon Lo bangun, banyak yang nunggu Lo sadar termasuk gue. Gue berharap Lo cepet-cepet sadar, karena arah suatu hal yang ingin gue omongin ke elo! bangun Ira gue kangen sama Lo." Galen mencium punggung tangan Ira dengan setetes air mata yang jatuh.


Benar Ira tidak membalas ucapannya tapi ia selalu meneteskan air mata jika mendengar suara-suara orang terdekatnya.


Sedangkan disana dialam bawah sadar, Ira berlari kesana kemari ia selalu mengikuti arah suara yang memanggilnya, Ira berada ditempat yang gelap dan sendirian ia selalu mendengar suara orang tua dan teman-temannya tapi saat ia mengikutinya suara itu akan hilang.


Ira selalu berteriak minta tolong dan selalu menangis jika mendengar tangisan pilu dari mama dan temannya.


"Mama tolong Ira," ucapnya


Saat Ira mendengar suara Galen ia langsung mencari sumber suara itu, ia mendengar semua ucapan Galen dan menangis tersedu.


"Galen tolong gue, gue takut tolong gue


hiks,hiks."


Seketika ia melihat cahaya bersinar terang dari sana ia melihat ada seorang pria dan mukanya yang sangat mirip dengan Galen.


"Galen!" teriaknya Ira langsung berlari kesana dan memeluk orang itu dengan erat.


"Gak usah takut ada gue disini," balas orang itu dengan membelai rambut Ira.


"Ayo kita pulang! tempat Lo bukan disini, semua orang tengah menunggumu disana."


.


.


.

__ADS_1


Sedangkan disana Galen tak melepas barang semenit pun tangan Ira ia menunduk dan mencium punggung tangan ira. Ia mengucapkan berulang kali kalimat tasbih dan memohon kepada sang pencipta untuk menyadarkan Ira dari komanya.


Dari kemarin ia juga tidak berhenti membacakan Ira surat Yasin dan Al quran.


Surat Yasin tidak hanya untuk orang meninggal saja ya tapi juga dipergunakan untuk orang yang sedang sakit seperti kritis, koma dll.


Ira mulai mengengam tangan Galen dengan sangat erat seolah ia tidak mau ditinggalkan. Galen tersentak kaget dan juga bahagia melihat Ira sudah mulai meresponnya secepatnya ia memencet panggilan pada dokter.


Galen menghapus sedikit air matanya yang jatuh dan membalas genggaman tangan Ira. "Bangun Ira!" ucapnya. Perlahan Ira mulai membuka matanya dan hal pertama yang ia lihat adalah Galen.


"Ga-len," ucapnya terbata Galen yang mendengarnya tersenyum bahagia.


"Mi-num," ucap Ira lagi. Galen langsung mengambil minum dan membantu ira meminumnya.


Lalu dokter datang di susul Amira dan Angga dibelakangnya Hermawan masih berada dibawah ia masih memarkirkan mobilnya sedangkan Amira dan Angga segera bergegas kesana setelah mendengar kabar bahwa Ira sudah sadar.


Dokter itu tersenyum manis pada Ira ia melihat jika Ira memiliki semangat untuk sembuh yang luar biasa. "Bagaimana keadaanmu nona, bagian mana yang terasa sakit?"


"Badan saya sakit semua dok," balas Ira lirih.


"Itu karna anda koma selama dua bulan makanya badan anda sakit semua, seiring berjalannya waktu semua akan kembali seperti semula," balas dokter itu.


"Iya nona, sudah dua bulan ini anda koma!"


Seorang suster datang membawa semangkuk bubur dan beberapa obat. "Makanlah nona lalu minumlah obat ini agar sakitnya mereda," jelasnya.


Ira melihat bubur itu seperti ingin mual ia tidak pernah bisa memakan makanan rumah sakit, waktu ia masih duduk dibangku SD ia juga pernah rawat inap dirumah sakit karna sakit demam berdarah.


Saat itu ia baru makan satu sendok ia langsung memuntahkan makanan itu dan tidak ingin memakan makanan itu lagi sampai sekarang.


Setelah dokter itu keluar Amira langsung memeluk anak gadisnya. "Sayang mama khawatir sama kamu," ucap Amira terbata.


"Maafin Ira udah buat mama khawatir," balasnya.


"Sekarang kamu makan ya," ucap mama yang sudah menyendok penuh bubur itu. Ira menggeleng kan kepalnya pertanda tidak mau, Angga yang tau kebiasaan adiknya langsung angkat bicara.


"Mama taruh aja makanan nya biar Angga yang beli bubur kesukaan Ira," ucapnya. Ira tersenyum merekah karna abangnya sangatlah peka dengan apa maunya.


"Makasih abangku sayang," ucap Ira dengan senyum mengembang. Semua orang senang melihat Ira bisa seperti itu merasa semua beban mereka lepas begitu saja saat melihat senyum Ira.

__ADS_1


Hermawan yang baru datang langsung menghambur memeluk Ira ia sangat senang anak kesayangan nya telah sadar. "Anak gadis papa yang nakal, kau sudah membuat papa mu ini hampir mati jantungan," ucapnya dengan membelai lembut rambut Ira.


"Maafkan Ira pa," balas ira.


"Sudahlah tak apa yang penting sekarang kamu baik-baik saja." Semua orang langsung datang berkunjung saat mendengar kabar bahwa Ira sudah sadar.


Angga datang dengan bubur pesanan Ira tadi ia membawa dua karna tau jika Galen pasti juga belum makan karna ia sedari tadi yang menjaga ira sendiri.


"Pesanan dah datang," ucapnya. Ira tersenyum senang melihat makanan kesukaan nya sudah datang.


"Saatnya makan," ujarnya karna tangannya susah sekali digerakkan akhirnya mamanya lah yang menyuapinya sedangkan Galen memakan makanannya disofa.


Nara dan teman lainnya sudah datang mereka langsung masuk ke ruangan Ira. "ira!" teriak Nara dan langsung menghambur memeluk sahabat terbaiknya itu.


"Gue kangen sama Lo, kenapa Lo bikin gue khawatir dari kemarin ha!" tangis Nara pecah ia senang sahabatnya ini sudah sadar tapi rasa ketakutan nya itu membuatnya takut kehilangan Ira.


"Hey gak usah lebay kali, Lo juga ngapain pake nangis segala, Lo tenang aja gue nggak akan mati secepat itu buktinya gue masih hidup sekarang!" balas Ira terkekeh.


"Gue serius Ira! Lo bercandaan mulu deh." Nara memukul lengan Ira pelan, sangking kesalnya dengan ucapan sahabatnya itu.


Amel dan zura juga ikut memeluk Ira mereka juga menangis senang, sedangkan Ira tersenyum haru karna ia beruntung bisa dikelilingi orang-orang yang sayang kepadanya.


"Ira gue kaget waktu itu saat dapat kabar tentang Lo kecelakaan, tadinya gue gak percaya tapi saat gue kesini dan lihat Lo terbaring rasanya hati gue sakit ngelihat sahabat jutek gue ini terbaring tak berdaya, gue baru tau kalau manusia seperti Lo juga bisa sakit," ucap Amel membuat Ira menatap tajam sahabatnya itu.


"Emang gue manusia apa?" tanyanya kembali datar seperti sedia kala. Ya kan sih Amel selalu saja merusak suasana.


"Nah seperti ini gue suka, lebih baik wajah Lo seperti ini dari pada kayak kemarin-kemarin, Lo nanya Lo manusia apa?Lo itu manusia langka," ucapnya


"Langka?" tanya mereka semua, terkadang ucapan Amel itu penuh dengan kata kiasan, ada juga yang gak nyambung gajelas kayak orangnya. wkwk


.


Seperti biasa jangan lupa like komen and voteeeeee nya yang buanyak. Semakin banyak yang vote semakin aku sering up nya jangan lupa doain aku juga supaya aku bisa menang olimpiade matematika. oke! ini aku sempetin Lo waktu istirahat tidurku tapi malah aku buat ngetik buat kalian. Hargai perjuangan ku dengan vote yang banyak dan juga like ya.


Jangan lupa baca: 'Jalan Hijrahku'


Follow ig penulis: Nabilaputrii36_


makasih pembaca tersayang💓

__ADS_1


__ADS_2