Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Meminta Jawaban


__ADS_3

"Surat? untuk apa dia memberiku surat, apa dia tidak bisa bicara secara langsung, cih tidak gantelman sekali." Nara mulai membuka surat itu karna penasaran akan isinya.


Hai kawan kau masih ingat denganku? haha masa kau lupa aku Ira sahabatmu, kapan kau pulang? aku sangat merindukanmu, apa kau tidak rindu padaku? oh mungkin tidak karna sudah ada pangeranmu disana. hahaha.


Sedikit saran semoga bermanfaat untuk hubunganmu dan kak Noah. Berdamailah dengannya kasih dia satu kesempatan manusia itu tidak luput dari kesalahan jadi berilah dia kesempatan terakhir, Nara ikuti kata hatimu karna itu adalah kebenarannya aku tahu mungkin kau butuh waktu untuk semuanya aku tahu itu, tapi satu hal Nara yang harus kau ingat manusia juga punya batas kesabaran. Selagi dia mau berjuang untuk mendapatkanmu maka bukalah sedikit hatimu untuknya aku tahu kalau kau juga masih sangat mencintainya hanya saja egomu terlalu tinggi.


Nara Anastasya aku sahabatmu Ira selalu ingin yang terbaik untukmu aku ingin kau bahagia. Cepat selesaikan masalahmu dengannya ikuti kata hatimu jangan sampai kau menyesal suatu saat nanti. Ingat penyesalan datangnya akhir karna kalau awal namanya pendaftaran. haha


Cepatlah kembali aku dan semua sahabatmu disini tengah menantikan kedatangamu aku harap setelah libur akhir tahun kau sudah kembali karna ada suatu hal yang menyenangkan tengah menanti.


Jika kau ingin tahu maka pulanglah!!


Ira teman masa kecil dan seterusnya.....


Nara tersenyum saat membaca surat itu yang ternyata bukanlah dari Noah melainkan dari sahabat baiknya Ira.


Semua orang menyuruhku untuk memberi kesempatan kedua untuk kak Noah, apa aku harus memberinya? aku sangat pusing disatu sisi aku senang tapi disisi lain aku masih kecewa dengannya aku tidak tahu apa yang di inginkan hatiku.


"Zura. Ya aku akan meminta saran dari bu nyai," ucap Nara. Ia mencari kontak dengan nama Azura diponselnya.


"Dapat," ucapnya dengan senyum bahagia.


"Assalamualaikum," ucap Nara saat panggilan sudah terhubung.


"Waalaikumsalam masyaallah kau menghubungiku Nara ada angin apa?"


"Ish kau ini," ucap Nara kesal.


"Hahaha aku hanya bercanda, katakan ada apa? oh ya bagaimana kabarmu dengan yang lainnya sehat kan?"


"Alhamdulillah kita semua sehat, kamu sendiri gimana?"


"Alhamdulillah aku juga sehat, ada apa tumben nelpon?"


"Ehm, aku pingin minta saran dari kamu Zur, kamu bisa bantu kan?"


"Insyaallah kalau aku bisa pasti aku bantu."

__ADS_1


"Subhanallah temanku ini sudah menjadi Bu nyai beneran nih," goda Nara.


"Hahaha Bu nyai apa? aku juga masih belajar disini, kamu mau nanya apa? Bukannya apa apa ya soalnya jam istirahat udah mau abis."


"Oh kamu lagi istirahat sekarang?"


"Iya"


"Jadi gini zur---------------------------, jadi gimana menurut kamu apa aku harus ngasih dia kesempatan,aku cuma belum siap saja Zur kalau harus sakit hati untuk yang ke dua kalinya." Nara menceritakan semua masalahnya dengan Noah dari awal hingga akhir.


"Masa lalu telah berakhir, masa depan telah tertulis, dan yang telah pergi tidak akan kembali. Maka dari itu, engkau cukup sekedar tersenyum dan ucapkanlah 'Alhamdulillah' namun jika masa Lalu itu kembali dengan permintaan maaf, maafkanlah dia dan jika ia ingin kembali denganmu tanyakan itu pada hatimu karna hatimulah yang bisa menjawab semua kerisauan mu sekarang Nara dan yang terpenting mendekatlah padanya sang pencipta karna dengannya lah kau bisa menemukan semua jawabannya, aku tutup dulu ya udah mau masuk soalnya, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Semua orang menyuruhku berdamai dengannya akankah aku harus memberinya kesempatan kedua? Ya Rabb hamba mohon bantulah hamba menemukan jawaban atas semua kerisauan hati hamba. ucap Nara dalam hati.


Sama seperti Nara yang tengah dirundung dilema Noah pun sama ia juga dilema akan hubungannya dengan Nara.


Satu Minggu sudah Noah dia di Swiss tapi masih belum ada perubahan dihubungan nya, bahkan Nara sangat menghindarinya.


Ia juga sering melihat Nara jalan dengan cowok waktu itu ia bisa melihat tawa bahagia Nara tapi dia tidak pernah mengerti jika dibalik tawa bahagia itu tersirat luka yang mendalam.


Noah sudah meminta saran pada semua temannya, sama seperti Nara ia juga tersiksa meskipun hatinya sakit melihat tawa bahagia Nara karna orang lain tapi dia tidak lah egois sehingga memikirkan perasaan nya sendiri sedangkan Nara? apa pernah selama ini dia memikirkan perasaan Nara.


Noah baru saja menghubungi Galen dan jawaban yang ia dapat adalah untuknya menuruti kata hati karna keputusan yang akan ia ambil akan mengubah segalanya. Jika itu baik untuk keduanya mungkin mereka masih bisa berteman tapi jika Noah salah ambil keputusan maka mereka akan saling tersakiti dan menyesal.


"Apa gue nanya sama Azzam aja ya siapa tahu dia bisa bantu," gumam Noah. Ia pun menghubungi Azzam selang berapa menit panggilan pun diangkat oleh empunya.


"Assalamualaikum kak Noah," ucap Azzam dari seberang.


"Waalaikumsalam uztad gimana nih kabarnya?" ucap Noah dengan diselingi tawa.


"Alhamdulillah baik, Lo sendiri gimana?"


"Gue sih nggak terlalu baik Zam, gue mau cerita sama lho, dan gue juga pingin lho ngasih saran buat gue sumpah pala gue udah buntu."


"Cerita apa nih soal pacar? haha kalau gue bisa insyaallah gue kasih saran."

__ADS_1


"Jadi gini gue lagi ada masalah sama Nara ---------------jadi menurut lho gimana men?"


"Ehm, gimana ya gue sih nggak bisa kasih lho banyak saran, ya gimana ya meskipun gue ganteng tapi gue masih jomblo bro dari orok belum pernah gue ngerasain yang namanya pacaran," ucap Azzam dengan tawanya Noah pun membalasnya dengan gelak tawa.


"Lho pikir gue pernah gue juga masih baru nih, ditimpa masalah terus lagi," balas Noah.


"Jadi gini nih kalau menurut gue sih ya mending lho tanya deh sama Allah SWT lho deketin hati lho dengannya gue yakin lho pasti bisa dapat jawaban dari semua masalah lho, satu yang gua tahu kadang mata yang melihat masih bisa salah bisa saja Nara deket sama tuh cowok cuma buat bikin Lo mundur."


"Lho bener Zam gue udah terlalu jauh dari sang pencipta gue terlalu terbawa akan kehidupan dunia sampai gue gak pernah mikirin hidup akhirat gue, dan soal Nara gue juga gak tahu kalau dia ngomong sama gue mungkin gue bisa ngelepas dia meskipun berat sih tapi demi kebahagiaannya insyaallah gue rela," balas Noah lesu.


"Sabar ya men, yang harus Lo tahu kalau Cinta sejati itu tidak akan pernah pudar dan tidak akan pernah putus jika Allah selalu meridhoinya cinta sejati itu akan sampai kesyurganya Allah jika Allah meridhoinya, jadi Lo minta sama yang kuasa jika memang Lo berjodoh dengannya insyaallah Lo bakal dideketin sama Nara dan kalaupun Lo nggak berjodoh sama Nara, Allah akan menghapus rasa cinta itu dan mengganti nya dengan yang lebih baik lagi, mungkin dengan masalah ini Lo bisa ngambil hikmah Lo bisa lebih dewasa dan yang terpenting Lo jangan pernah nyia-nyiain orang yang tulus sayang sama Lo, udah itu aja saran dari gue. Lo yang sabar cepet-cepet deketin diri sama sang pencipta gue doain masalah lho cepet kelar, gue udahin dulu ya gue dipanggil Abi soalnya, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." Noah termenung apa yang dikatakan Azzam memang benar ia sudah sangat jauh dari sang pencipta ia terlalu memikirkan dunia fana nya.


Noah bangkit dari duduknya ia melangkah ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu ia akan shalat istikharah untuk meminta jawaban akan masalah nya ia merasa berdosa karna ingat padanya hanya saat ia dirundung masalah.


"Ya Rabb hamba mohon ampun padamu, ampunilah hambamu yang pendosa ini, maafkan hamba ya Allah hamba mengingat mu hanya saat hamba sedang dirundung masalah saja, hamba mohon ampun padamu ya Rabb, ya Allah berikanlah jawaban atas semua kegelisahan hati hamba, ya Allah jika hamba dengan salah satu ciptaanmu itu tidaklah berjodoh hamba mohon hapuskan lah rasa ini dan biarkan hamba berdamai dengannya dan jika hamba memang jodohnya hamba mohon padamu dekatkanlah hamba dengannya, hamba mencintai ciptaan mu itu dengan tulus ya Allah, meskipun hamba tidak berkata kau pun sudah tahu isi hati hamba, hamba mohon berikanlah hamba petunjukmu ya rabbi. Rabbana atina fidzun ya Hasanah wafil a khiroti Hasanah waqina adza bannar, amin." Noah menitikkan air matanya ia juga merasa sangat malu pada sang pencipta ia datang saat ia tengah dilanda masalah selama ini dia kemana saja, dia tidak ingat pada nya karna terlalu terbawa keindahan dunia fana ini.


Noah membaca Al-quran untuk menenangkan hatinya, tengah malam ia masih mengaji sampai dia menyudahinya dan terbaring tidur dikasurnya, hatinya tenang setelah membaca Al-Qur'an ia yakin ia telah mendapat jawaban dari nya. Besok Noah akan menemui Nara untuk menanyakan kebenaran hatinya jika Nara ingin Noah mundur maka dia akan mundur tapi jika ia ingin Noah tetap maju berjuang untuknya maka dia akan berjuang dengan Nara.


"Terimakasih ya Allah engkau telah memberi jawaban atas kegundahan hati hamba," ucap Noah.


Nara pun baru selesai mengaji ia juga baru mendekat kan diri pada sang pencipta pada nya yang sudah ia lupakan, Nara juga sudah mendapat jawaban dari dilema hatinya ia akan menemui Noah besok untuk kejelasan semua masalah ini.


'Bisakah kita bertemu besok? ada suatu hal yang ingin aku bicarakan' Nara yang akan mengirim pesan pada Noah pun sudah kedahuluan Noah yang mengabarinya.


'bisa aku juga ingin mengatakan sesuatu, besok jam 10 aku tunggu ditaman kota' balas Nara lalu ia meletakkan ponselnya diatas nakas dan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah akan hari ini.


Andira




Galen


__ADS_1



Nara Noah nyusul ya potonya ilang lupa naruh🤣like komen vote boleh lah 🤣


__ADS_2