
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga hari ini adalah hari ulang tahun David Galen Abraham, Ira dan mama Galen sudah menyiapkan acara sedari kemarin di taman belakang rumah keluarga Abraham, Galen tidak akan pernah menyadarinya karna ia tidak pernah menginjak taman belakang karna mitos yang buat kakak tersayangnya yang mengatakan jika taman belakang rumahnya itu adalah tempat tinggal mbak Kunti dan teman lainnya, Galen langsung percaya saja karna sangking ketakutannya pada hal gaib.
Dan sekarang Ira dan mama Galen sedang berada didapur untuk membuat kue ulang tahun Galen yang ke-18.
Kue dengan bentuk bundar dihiasi dengan crim cokelat dan buah cery pinggir-pinggirnya . Tengahnya terdapat tulisan HBD Galen yang ke-18 th. Tak lupa juga dengan lilin angka satu dan delapan.
"Kerja bagus mantu, Galen pasti akan sangat senang sekali dan ini adalah pertama kali dia merayakan ulang tahun," ucap mama Galen.
"Pertama kali?"
"Iya karna setiap Tante ingin merayakannya dia selalu menolak katanya malu." Ira hanya tertawa kecil membalasnya ia sudah tidak lagi dipusingkan dengan kado unik yang ingin ia berikan pada Galen karna ia sudah mendapatkannya.
"Galen biasanya pulang jam berapa Tan kalau latihan futsal, jujur aja sih Ira baru tahu kalau Galen main futsal, Galen juga nggak pernah cerita."
"Oh Galen biasanya pulang jam lima, mending sekarang kamu pulang dan bersiap sebentar lagi semuanya akan datang."
"Ehm apa kak Noah juga datang Tan?"
"Tentu saja dia kan sahabat karib Galen."
"Tapi bukannya kak Noah sedang diluar negri?"
"Dia sudah terbang kemarin malam ke Indonesia untuk menghadiri ultah sahabatnya."
"Oh ya, wah mereka emang karib ya Tan."
"Iya seperti itulah mereka udah sama-sama dari kecil Tante juga udah anggap Noah seperti anak Tante sendiri."
Setelah berbincang-bincang sebentar Ira pun berpamitan pulang untuk berbersih diri.
Ira malam ini terlihat sangat cantik dengan balutan mini dress warna abu-abu dengan rambutnya yang ia biarkan tergerai tak lupa sedikit polesan diwajah cantiknya ia nampak sedikit dewasa. Ditangannya sudah ada kado bentuk persegi dengan pita ditengahnya.
Ira melangkahkan kaki jenjangnya keluar kamar, ia akan segera berangkat ke rumah Galen karna acara sebentar lagi akan dimulai.
"Wah wah wah mau kemana nih adik Abang, cantik bener." Angga tersenyum mengoda pada Ira.
"Mau ke rumah Galen bang, hari ini dia ulang tahun."
"Oh ya? apa Tiara pulang hari ini?" tanyanya sumringah.
__ADS_1
"Tentu saja tidak," balasnya yang langsung membuat wajah Angga kusut.
"Kenapa tidak?"
"Entahlah, tanya aja sama sendiri, cie ada yang dilanda rindu nih tapi sayangnya gak bisa jumpa," ucap Ira tertawa.
"Kau ini." Angga yang kesal langsung mengacak-acak rambut Ira lalu berlalu pergi ke kamarnya meninggalkan adiknya yang sekarang tengah berwajah kusut.
"Abang! jadi berantakan kan," sungut Ira kesal.
.
Ira yang sudah sampai dirumah Galen langsung melancarkan aksinya dengan dibantu oleh sahabat-sahabatnya. "Cepat bungkam mulutku dengan kain ini dan tali aku dibangku kayu itu!" ucap Ira.
semua orang langsung bekerja sesuai tugas masing-masing, taman belakang itu sangat gelap dan juga Ira dijadikan Sandra disana untuk memancing Galen keluar.
"siap?" tanya Arkan yang sebagai pengancam ia bertugas menelfon Galen untuk memberitahukannya jika Ira sedang dalam bahaya.
selesai memfoto keadaan Ira, Ira pun langsung dilepaskan tali dan bungkaman itu, lalu Arkan menelfonnya untuk mengancam Galen dengan menggunakan SIM card baru.
tuttt
"halo," ucap Galen dari seberang setelah sambungan terhubung.
"Ira apa yang terjadi!" teriak Galen.
"apa kurang jelas suara ketakutan dan tangisan pacar kesayanganmu tadi Galen," ucap Arkan dengan merubah suaranya lalu dibumbui dengan tawa misteriusnya.
"Brengs*k siapa Lo? Lo apain pacar gue? Jawab! kalau Lo berani nyentuh dia habis Lo ditangan Gue!" teriak Galen yang sudah emosi, disana ia langsung bergegas mengenakan jaket Hoodienya dan mengambil mobilnya untuk keluar.
"Selow man bro, gak usah teriak okey Gue gak tuli! Kalau Lo gak mau pacar Lo gak gue sentuh maka datanglah kemari. Cepat Ku tunggu lima menit atau... Sesuatu akan terjadi!"
"brengs*k! Kalau sampai Lo berani nyentuh pacar gue, gue pastikan hari ini adalah hari terakhir Lo lihat dunia!"
"Ayolah kawan hentikan ancamanmu itu, gue sama sekali gak takut. Cepat datang waktu lima menit tidaklah lama."
"Galen, hiks hiks tolong aku Galen!" teriak Ira menyahuti.
"Ira tenanglah aku akan segera menolongmu."
__ADS_1
panggilan terputus, Galen yang sudah dipenuhi ketakutan dan kekhawatiran beda lagi dengan manusia laknat disana yang tengah tertawa terbahak karna berhasil mengerjai Galen.
"kalian ini benar-benar keterlaluan," ucap Noah dengan tawanya.
"sekali-kali," celetuk Bella masih dengan tawa yang menggelegar.
"hust kalian jangan keras-keras nanti kak Galen mendengarnya," ucap Ira berusaha menahan tawanya.
"Arkan udah lho share apa belum lokasinya," ucap Ira.
"oh ya belum," balas Arkan santai sedangkan Galen ia sudah melajukan mobilnya keluar dengan kecepatan penuh.
kring
gadgetnya berbunyi ia pun langsung membukanya dan terdapat kiriman lokasi dari pemanggil misterius tadi ia pun mulai menghentikan lajunya dan melihat alamat lokasi itu.
"ini, bukankah ini alamat rumahku?" tanyanya pada diri sendiri setelah melihat alamat yang dikirimkan pada dirinya.
datang cepat kemari gue udah berada dihalaman belakang rumah Lo kalau Lo gak juga datang, gue akan berikan tubuh pacar Lo dalam keadaan tidak bernyawa ~ pesan dari orang itu. orang itu.
"brengs*k apa mau orang itu," geram Galen ia langsung memutar kembali mobilnya menuju rumahnya sendiri.
setelah sampai dirumahnya Galen langsung melangkahkan lebar-lebar kakinya menuju halaman belakang tidak ada lagi ketakutan dengan cerita kakaknya tentang hal gaib itu, yang sekarang ia takutkan hanyalah keadaan pacarnya.
setelah sampai disana Galen langsung berteriak memanggil nama Ira tapi tidak ada yang menyahut halaman itu sangatlah gelap.
"Lo gak usah main-main sama gue. Cepat keluar! Gak usah pengecut Lo brengs*k!" teriak Galen emosi.
"brengs*k keluar Lo sekarang!" teriak Galen lagi.
Ira keluar dari sana ia berjalan perlahan lalu menutup mata Galen. Galen terdiam sesaat hatinya langsung tenang mendapati sentuhan tangan itu.
Damn!
keadaan taman belakang yang tadinya sangat gelap itu langsung berubah menjadi sangat terang lampu kerlib-kerlib memutari halaman itu dan disambut dengan tepukan tangan orang-orang dengan Bella yang membawa kue ulang tahun itu.
Ira perlahan membuka tutupan matanya membalikkan tubuh kekar Galen agar menghadap kearahnya lalu mengecup tepat di pipinya dengan sedikit menjinjit.
"Happy birthday sayang," ucap Ira tulus dengan senyuman indah diwajahnya.
__ADS_1
penasaran nggak Ira Ngado apa?? mangakannya vote, aku up lanjutannya nanti🤣 semakin banyak yang vote semakin banyak kata yang aku tulis.
love you too semua😚❤️