Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Wahana Rumah Hantu


__ADS_3

"suaramu sangat merdu Ira," puji Tiara. Ira hanya tersenyum karna ia masih kesal pada abangnya.


"Jadi ceritanya Ira aja nih yang di puji gue enggak? fine," ucap Galen dengan wajah datar.


Belum sempat Vina menjawab Tiara sudah menyahut saja. "Suaramu itu jelek, wleee!" ledek Tiara.


"Don't play play kakak ku kalau, lu gak mau muji se enggaknya lu gak usah hina gua. Lagian yang maksa gua nyanyi kan elu!" cetus Galen.


"Uluh uluh adek gua ngambek nih ceritanya," goda Tiara dengan tangannya mencubit hidung Galen.


"Kak!" kesal Galen.


Ira yang melihat itu menahan tawa bagaimana mungkin cowok didepannya yang dikenal galak dan dingin itu bersikap sangat manis pada kakak perempuan nya.


Ingin sekali Ira meledek Galen tapi diurungkannya karna ada orang tua Galen bukan karna takut hanya sungkan saja.


Galen yang melihat Ira menahan tawa menjadi semakin kesal. "kalau ingin ketawa ketawa aja gausah ditahan gitu kali," ujar Galen menatap intens pada Ira.


Ira mengangkat kepalanya dan pandangan mereka bertemu sesaat sampai Ira terlebih dulu memotong kontak mata itu. Ia mengalihkan pandangannya ke arah lain sedangkan Galen masih tetap melihat kearah Ira.


"Siapa yang ketawa?" tanya Ira mengelak.


"Hm, terserah lu deh!" ucap Galen.


"Terserah lu deh. Kek cewek aja jawabnya terserah," gumam Ira.


"Gue denger!" ucap Galen dengan tatapan mautnya.


Dret dret dret


Suara handphone Abra ayah Galen bergetar menandakan ada panggilan telpon. Ia keluar untuk mengangkat panggilan itu.


Setelah bertukar kata sebentar lalu ia menghampiri sang istri. "Ma kita pulang sekarang, setelah ini kita akan keluar negri ada rapat dadakan besok pagi perusahaan papa yang di Thailand ada sedikit kendala yang harus papa langsung yang turun tangan," ucapnya.


"Kok dadakan banget sih pa, Tiara baru aja pulang masa udah mau ditinggal aja." Tiara manyun ia tidak terima tujuannya pulang karena ingin menghabiskan waktu dengan orang tersayang, eh malah ditinggal pergi.


"Maafin papa ya sayang, kami kesana cuma dua hari kok setelah itu kita pulang. Kamu mau oleh-oleh apa nanti papa beliin buat kamu," bujuk Abra sebenarnya ia juga tidak rela harus meninggalkan putri tercintanya yang baru saja pulang tapi bagaimana lagi perusahaan nya disana sedang ada masalah.


Mama juga ikut membujuk. "Hey sayang kenapa kau bersedih kau kan bisa main kerumah calon mertuamu saat kami pergi," goda Vina.


"Mama!" kesal Tiara.


"Sudah mama papa berangkat dulu kamu jaga adik kamu," tutur mama sambil mencium pucuk kepala anaknya satu persatu.


Ia juga mencium ira dan menyalami Angga. "Titip anak Tante yang sayang," ucapnya pada Angga.


Angga mengangguk pasti. "Tentu," balas Angga.


"Siyap Tante Ira bakal jaga kak Tiara sama adiknya yang menyebalkan ini kalau nakal bakal Ira cubit ya Tante," kekeh Ira.


"Lu pikir gua anak bayi lima tahun yang perlu Lu jaga dan kalau gua nakal Lu bakal cubit gua!" kesal Galen. Bukannya menjawab Ira malah menjulurkan lidahnya meledek Galen.


Wekk


Awas saja kau, batin Galen.


"Yasudah mama sama papa berangkat dulu ya, assalamualaikum," ucap orang tua Galen.


"Waalaikumsalam hati-hati dijalan kabari Tiara kalau kalian sudah sampai," balas Tiara.


"Ya sayang." setelah kepergian mama dan papa Galen dan Ira harus menjadi obat lamuk melihat kemesraan kakak mereka.


"Kalian ini jangan seperti itu hormati para jomblo disini," ucap Ira yang sudah sangat kesal dengan dua orang ini yang sedari tadi tak henti-hentinya berlaku mesra didepan jomblo sepertinya.


Galen hanya memperhatikan nya tidak protes padahal sebenarnya ia juga kesal.


"kenapa harus kesal kau bisa pacaran dengan Galen," ucap Angga asal.


"Sembarangan kalau ngomong!" sembur Ira kesal.


"Lebih baik kalian jalan-jalan sana di taman samping sangat indah ada kolam ikannya juga kalian pasti suka," usul Tiara.


"Nggak aku mau pulang aja, bang kunci mobil mana!" pinta Ira.


"Kau mau kemana kalau mobil kau bawa lalu kita pulang naik apa?" tanya Angga.


"Naik mobil kak Tiara kan bisa," balasnya.


"Tapi aku gak bawa mobil adik kecil," balas Tiara dan Ira hanya bisa menghembuskan nafas panjang.


"Baiklah aku tidak jadi pulang tapi seenggaknya jangan disini aku sangat bosan," ucap Ira.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita nonton?" usul Tiara.


"Nggak!" jawab Ira dan Galen kompak. Nonton bukanlah usulan yang bagus, jiwa jomblo mereka akan sangat tersiksa karna dibioskop tentu karena banyaknya anak kencan.


"Lalu kita kemana?" tanya Angga.


"Ehm, gimana jika kita ke wahana bermain itu pasti akan sangat seru kebetulan sekarang ada pasar malam kan," ucap Ira bersemangat sudah cukup lama Ira tidak pergi ke wahana bermain pasti akan sangat menyenangkan.


"Baiklah." mereka semua menuruti permintaan Ira dan pergi ketempat wahana bermain tersebut. Didalam mobil, Ira sedari tadi menggerutu kesal karna lagi-lagi kakaknya itu bermesraan didepannya.


Ira duduk didepan dengan Galen yang menyetir. "Lo gak capek apa komat-kamit dari tadi, gue aja yang denger kesel," cetus Galen ia tentu dengar dengan gerutuan Ira sedari tadi dari awal masuk mobil sampai mereka akan sampai ke tempat tujuan.


"Apa Lo gak risih?" tanya Ira.


"Hm," balas Galen, sebenarnya ia juga kesal hanya saja ia tidak memperlihatkan nya.


"Lo diem! gara-gara Lo yang komat-kamit dari tadi fokus gua jadi terbagi, lagian sejak kapan sih Lo menjelma jadi burung beo?" ledek Galen.


"Lo! nyebelin banget sih," kesal Ira memukul lengan Galen dengan sangat keras membuatnya meringis.


"Lo jadi cewek kasar banget sih!" kesal Galen.


Akhirnya mereka sampai juga di wahana bermain, Ira sudah janji bakal bersenang-senang didalam sana dengan mencoba satu persatu wahana didalam.


Mereka semua sudah masuk didalam dan Ira mengajak Galen untuk mencoba semua permainan itu. Ia tidak mau jalan bersama kakaknya itu yang ada ia bukan senang malah kesal nantinya saat melihat kemesraan kakaknya.


Galen mengiyakan ajakan Ira ia juga risih dengan kemesraan kakaknya itu. "Baiklah kalian pergilah berdua dan jika akan pulang kabari kami," ucap Angga.


"Hm," balas mereka. Galen dan Ira berjalan beriringan pertama kali Ira ingin mencoba rool coaster ia ingin mencoba permainan yang membuat jantung copot.


"Galen ayo naik rool coaster," ajak Ira, Galen menggangukan kepalanya. Setelah mengantri cukup lama akhirnya tibalah giliran mereka sekarang.


Mereka sudah naik dan rool coaster pun sudah mulai dijalankan Ira sudah berteriak senang campur tegang, jantung nya seperti akan copot Galen juga begitu tapi ia lebih memilih memejamkan mata ketimbang berteriak seperti ira.


Selesai sudah mereka akhirnya turun seketika Ira memegang jantung nya.


"selamat untung jantung gua masih ada," ucapnya.


"Dasar penakut! Lo yang mengajak malah Lo yang takut," ledek Galen.


"Siapa yang takut, Lu itu yang penakut dari tadi Lu merem terus sampek gue kira lu ketiduran." Ira ganti meledek Galen.


"Lo pingin nyoba wahana apalagi?" tanya Galen, Ira melihat semua wahana dan berhenti pada wahana yang pikirnya akan sangat menyenangkan.


"Gimana kalau kita masuk rumah hantu," ajaknya. Galen sedikit merinding pasalnya ia sedikit takut jika menyangkut hal-hal seperti itu meskipun itu hanyalah orang biasa tapi tetap saja mereka akan berpenampilan seperti hantu sesungguhnya.


"Lo takut!" ledek Ira.


"Ayo!" ucap Galen langsung menarik tangan Ira masuk kedalam.


Mereka sudah masuk kerumah hantu baru beberapa melangkah bau menyan sudah menusuk hidung mereka dan alunan musik lengsir wengi cukup membuat bulu kuduk mereka meremang.


Sebenarnya Ira juga takut tapi ia juga sangat penasaran.


"Galen ayo jalan," ucap Ira. Saat mereka baru melangkahkan kaki, Galen langsung berteriak membuat Ira langsung memegang lengannya.


"A-apa apa yang Lo lihat," ucap Ira terbata. Galen malah tertawa dengan Sangat keras karna berhasil mengerjai Ira.


" Haha, Lo itu penakut tapi malah sok-sokan ngajak gue masuk kesini," ledek Galen, Ira langsung memukul lengan Galen karna kesal.


"Lo nyebelin banget sih jadi or---, aaa." teriak Ira.


"Lo mau ngerjain gua," ucap Galen masih dengan tawanya. Ira menggelengkan kepala rasanya ia ingin bicara tapi sangat sulit untuk mengatakannya.


Karna apa yang ia lihat akan mendekat Ira berlari dengan sangat kencang. "Aaa," teriaknya dengan berlari kencang.


"Ira!" teriak Galen.


Galen melihat kebelakangnya dan langsung berteriak karna melihat pocong yang sangat dekat dengannya ia langsung berlari terbirit-birit.


"Ira tungguin gue!" teriaknya setelah berlari dengan sangat kencang ia akhirnya bisa menyeimbangi Ira.


"Kenapa Lo ninggalin gua," ucap Galen kesal. Ira berhenti sejenak mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.


"Gue bukan ninggalin Lo, tapi Lo nya aja yang gak percaya ama gue," bela Ira. Galen menggandeng tangan Ira belum sempat si punya tangan protes Galen langsung menyahutnya.


"Agar Lo gak ninggalin gue lagi," ucap Galen. Mereka berjalan beriringan, saat itu dari samping Ira melihat ada sesuatu yang akan menghantamnya. Ia berteriak lagi karna tau apa yang akan menghampirinya.


"Aaa." Ira berlari dengan sangat kencang dengan menarik tangan Galen.


"Lo lihat apa?" tanya Galen.

__ADS_1


"Kepala, gue lihat kepala botak," ucapnya mereka berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya lagi.


"Tempat gila ini, nyesel gue masuk! tempat ini bakal. Jadi yang pertama dan terakhir buat gue!"


"Ya bagi gue juga, Gue juga gak akan kemari lagi, sekarang yang penting kita harus segera keluar dari tempat terkutuk ini!" balas Ira.


Galen melihat ada jalan tikungan mungkin itu jalan keluarnya ia mengajak Ira jalan kesana.


"Sepertinya itu jalan keluarnya," ucapnya.


"Ya ayo kesana."


Saat mereka berjalan ketikungan itu mereka dikejutkan lagi dengan seseorang yang menunjukkan kepalanya dengan rambutnya yang panjang dan matanya yang melotot tepat didepan wajah Galen membuat berteriak histeris.


"Aaa."


Mereka langsung berlari kearah pintu itu tapi sebelumnya bahu Ira dan Galen ada yang menahannya saat mereka melihatnya ternyata itu adalah hantu gendruo badannya sangat besar rambutnya yang gondrong dan mata melotot membuat mereka takut.


"Aaa."


Teriak mereka dengan sangat kencang karna mereka tidak bisa jalan kurang beberapa langkah mereka akan sampai pada pintu.


"Ira ayo kita lawan hantu sialan ini!" ajak Galen sebenarnya ia takut tapi jika tidak mereka akan tetap berada ditempat ini.


Ira langsung mengeluarkan ilmu bela diri nya dengan gerakan cepat ia memutar tangan gendruo itu dan mendorongnya kedepan. Saat gendruo itu tersungkur Ira menarik tangan Galen agar bisa cepat keluar.


Kurang sedikit lagi mereka keluar kaki Galen ditahan oleh gendruo itu Ira langsung menendang tangan gendruo itu Galen sekuat tenaga membuka pintu keluarnya dan dengan segera ia keluar dengan Ira dan menutup pintu itu lagi.


Huh!


Mereka baru bisa bernafas lega karna bisa keluar dari rumah hantu itu. Mereka mengatur nafasnya yang tidak beraturan itu.


"Gila bener-bener gila gue hampir mati jantungan karna rumah hantu ini," ucap Galen.


"Ya Lu benar tapi ini petualangan yang sangat menegangkan dan menyenangkan."


"Menyenangkan pala Lo!" kesal Galen.


"Gue lapar, Lu mau nyari makan gak?"


Galen mengiyakan ucapan Ira karna dirinya juga sangat lapar. Mereka berjalan melihat-lihat makanan yang berjejer rapi disana Ira sangat tertarik dengan jajanan cilok disana.


Ia memang pencinta cilok dimanapun ia berada selalu saja cilok tujuan makannya. "Galen ayo kita beli cilok itu sepertinya enak," ucapnya Galen hanya menurut tidak membantah.


"Pak ciloknya berapa?" tanya Galen.


" 5000 satu porsi mau beli berapa atuh?" tanya pedagang itu.


"Dua pak."


.


.


.


Selesai membeli cilok Ira tergiur lagi dengan sate telur puyuh dan ati ayam ia mengajak Galen untuk membeli itu juga. "Galen gue mau itu," tunjuk nya pada jajaran makanan disana.


"Makan Lo banyak juga ya, udah habis cilok masih aja minta yang lain."


"Serah gue lah orang gue yang makan, kalau lu gak mau yaudah, gue pinjem duit lu dulu entar kalau udah ketemu bang Angga gue ganti."


"Gue gak permasalahin duitnya, tapi Lo yakin bisa habisin itu semua?"


"Yaiyalah, cepet lah mana duitnya. Gue jarang banget bisa makan jajanan seperti itu, dan gue sekarang pingin nyoba."


"Hm, Lo tunggu sini biar gue yang beli." Ira menurut ia sangat senang karena Galen mau membelikan apa yang ia mau.


jangan lupa like komen and votenya aku udah crazy up lho tapi kok yang like cuma dikit:(


Jan lupa baca ceritaku yang lain ya!!


-Menikahi Presdir yang kejam(end)


--Ice boy bucin(ongoing)


-Ceraikan aku mas!(ongoing)


--jalan Hijrahku(ongoing)


Jangan lupa follow Instagram ku juga yakk: Nabilaputrii36_

__ADS_1


__ADS_2