
Tak terasa mereka sudah menghabiskan waktu cukup lama diwahana bermain sekarang jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, karna hari sudah petang mereka memutuskan untuk pulang.
"Bagaimana apakah kau senang?" tanya Angga pada Ira, karna sedari tadi senyum Ira selalu mengembang tak sama saat mereka berangkat tadi.
"Ya aku sangat senang bang, akhir pekan ajaklah aku bermain kesini lagi ada banyak wahana yang belum aku naiki," ucapnya.
"Memang kau tadi naik apa saja?" tanya Angga. Ira tersenyum saat mengingat nya kejadian nya sangat menyenangkan tapi juga menegangkan.
"Aku tadi naik dua wahana saja tapi itu cukup menguras energi dan suara kami," balas Ira.
"Energi dan suara, emang kalian naik apa?" ganti Tiara yang bertanya.
"Aku dan Galen tadi naik rool coaster dan masuk rumah hantu," balas Ira bersemangat.
"Wow aku tadi juga ingin naik itu tapi kakakmu ini menyebalkan dia tidak mengizinkanku," cebik Tiara.
"Ya kau benar kak bang Angga ini memang menyebalkan dulu waktu aku diajak ke taman bermain aku bahkan tidak boleh mencoba rool coaster atau mainan lainnya aku hanya boleh naik ayunan dan berenang saja di pikir aku anak kecil apa." Ira juga ikut kesal mengingat kejadian satu tahun yang lalu saat ia lulus SD abangnya ini mengajaknya ke wahana bermain yang sama sekali tidak menyenangkan.
Tiara tertawa renyah mendengar perkataan Ira pasalnya itu tadi juga berlaku untuknya. "Ya ya ya omongin saja aku terus." Angga pura-pura marah.
"Bang kau tahu tadi saat aku ke rumah hantu ada seseorang yang mirip denganmu." perkataan Ira membuat Angga penasaran.
"Siapa?"
"Ya kan Galen saat kita mau keluar tadi, bukankah ada yang menahan bahu kita sehingga mengharuskan aku mengeluarkan jurus bela diriku," ucap Ira menahan tawa.
Galen yang mulai mengerti arah bicara Ira pun juga menahan tawanya. Dia ini memang adik nggak ada akhlak, batin Galen.
"Iya siapa?" kesal Angga.
"Genderuwo dia sangat mirip dengan Abang." Ira sudah tidak sanggup menahan tawanya ia tertawa dengan sangat keras sampai menitikkan air mata.
"Ira kau ini!" Ira tertawa terbahak melihat wajah kesal Angga, Tiara dan Galen pun ikut tertawa semua orang tertawa tentu kecuali Angga.
Setelah puas dengan tawanya Ira merasa matanya sangatlah berat ia menyandarkan kepalanya disandarkan kursi dan mulai memejamkan mata.
Beberapa menit kemudian Ira sudah pulas dengan mimpi indahnya. Galen sesekali memperhatikan tidur Ira yang sangat tenang sekarang ia jadi jomblo sendiri karna kakaknya itu tak henti-hentinya bermesraan dibelakang.
Galen memberhentikan mobilnya ternyata dia sudah sampai dirumahnya. Ia melihat kearah Ira dan mengusap pipinya pelan tanpa sepengetahuan orang belakang karna mereka asyik dengan dunianya sendiri. "Mimpi indah bunglon jutek," ucapnya dalam hati.
"Kak nggak mau turun! udah sampe nih," panggil Galen dari luar.
"Eh udah sampe ya," balas Tiara lalu ia melihat Ira yang tertidur pulas lalu mengusap pelan pucuk kepalanya.
"Mimpi indah adik kecil," ucapnya lalu turun setelah mengecup singkat pipi Angga.
Angga mengambil alih mengemudi saat Tiara dan Galen sudah masuk ia melihat kesamping dan tersenyum melihat adik kecilnya tertidur pulas.
Saat sampai dirumah ia tidak membangunkannya karna tak ingin menggangu tidurnya Angga membopongnya ke kamar lalu merebahkan Ira perlahan dikasur besar itu setelah mengecup kening adiknya dan membelai pucuk kepalanya ia pergi masuk ke kamarnya.
Saat ingin masuk ia dihentikan oleh Vina dia sedari tadi belum tidur karna anaknya belum pada pulang. "Baru pulang bang? malem banget," ucap mama.
"Eh mama Angga pikir udah tidur," ucapnya.
"Bagaimana mama bisa tidur kalau anak mama keluar belum pada pulang-pergi," balas Amira. Angga nyengir kuda dan meminta maaf pada mamanya.
"Ma mari ke ruang keluarga ada banyak hal yang ingin aku bicarakan," ajak Angga. Amira menurut mengikuti anak sulungnya ke ruang keluarga.
"Bagaimana apa seru?" jiwa kepo mama keluar.
__ADS_1
"Seru dong ma kita main berempat dan mama tahu Ira sangat senang disana," ucap Angga.
"Ira atau kau?" ledek Amira.
"Dua-duanya." Angga tertawa renyah begitupun Amira.
"Lalu adikmu sekarang sudah tidur?"
"Ya ma Ira sudah tidur tadi ia ketiduran di mobil," balas Angga.
"Adikmu itu kebiasaan kalau diajak keluar selalu tidur!" balas mama dengan tertawa.
"Mama tahu ternyata Galen teman Ira itu adiknya Tiara," ucap Galen.
"Oh iya." Amira pura-pura terkejut sebenarnya ia sudah tahu karna Vina sudah mengabarinya tadi.
Amira sangat senang jika kedua anaknya menikah dengan anak Vina. "Iya mereka itu selalu saja bertengkar tapi tadi saat diwahana mereka akur bahkan jalan berdua katanya sih naik rool coaster sama masuk rumah hantu," cerita Angga.
"Jalan berdua lalu kau dimana?" tanya Amira.
"Aku dan Tiara hanya bermain permainan biasa ma sambil cerita-cerita kehidupan sehari-hari waktu LDR."
Angga memang sealalu terbuka pada mamanya dan tidak ada yang ia tutupi. Karna menurutnya nggak ada alasan buat ia tidak terbuka pada wanita yang telah berjuang melahirkannya dulu.
"Yasudah ma Angga ke kamar dulu mau istirahat," pamit Angga.
"Hm, istirahatlah!" balas Amira.
Keesokan paginya Ira dan Angga tengah berjoging disekitar taman karna hari ini hari libur mereka memutuskan untuk olahraga pagi.
"Ira kita istirahat yuk!" ajak Angga yang sudah berkeringat dimana-mana.
"Bang kau itu lemah sekali baru beberapa meter kita lari udah capek aja!" ledek Ira.
"Baiklah aku tunggu dikursi itu Abang belilah!"
Angga berlari ke pinggir toko untuk membeli air putih ia sangat haus rasanya tenggorokan nya sangat kering.
Ia berlari kearah Ira dengan dua botol ditangannya, satu untuknya dan satu lagi untuk adiknya.
"Nih."
Ira meneguk air yang diberikan Angga.
Glek glek glek
Ira meminum airnya setengah lalu menaruhnya dikursi sedangkan Angga sudah menghabiskan airnya dalam waktu singkat. "Kau benar-benar haus bang?"
"Ya aku sangat haus." Angga melempar botol Aqua itu sembarangan dan tak sengaja terkena kepala seekor anjing.
Anjing itu marah dan mengejar mereka. Angga dan Ira yang melihatnya sangat panik mereka berdua lari dengan sangat cepat.
"Ira lari!" teriak Angga. Mereka lari dengan sangat cepat anjing itu larinya juga sangat cepat Angga melihat didepan supermarket ada mobil Tiara pacarnya.
Ia menarik tangan Ira untuk masuk ke mobil Tiara untung saja tidak dikunci ia segera masuk dan menutupnya anjing itu masih setia mengonggong disebelah mobil Tiara.
Ternyata dimobil itu ada orangnya yang tak lain adalah Galen yang sedang mendengarkan musik dimobil dikejutkan dengan kedatangan Ira dan Galen.
Ira sangking paniknya ia masuk sampai tidak memperhatikan Galen disebelahnya yang menatapnya binggung karna mereka berdua seperti mandi keringat.
__ADS_1
"Kalian kenapa?" pertanyaan itu membuat Ira dan Angga terkejut.
"Aaa!" kaget Ira yang langsung dibungkam mulutnya oleh Galen.
"Lama-lama Lo tuh kek Tarzan tau gak hobi banget teriak-teriak!" ucap Galen lalu melepas bungkaman tangannya.
"Dari pada Lo kek hantu dimana-mana muncul!" balas Ira.
"Yang harusnya ngomong gitu itu gue, ngapain Lo masuk mobil orang mau maling ya Lo!" tuding Galen.
"Sembarangan mulut Lo kalau ngomong!" cetus Ira.
"Terus?"
"Lo tau suara anjing diluar itu?" Galen mengganguk.
"Anjing itu ngejar gue sama bang Angga karena dia gak sengaja ngelempar botol kena kepala si anjing!" jelasnya.
Galen tertawa terbahak. "Gak sekalian digigit sama tuh anjing!" ledeknya.
"Lo!" Ira menunjuk wajah Galen dengan melototkan matanya kesal.
"Apa!" tantang Galen.
Ira mengepalkan tangannya kesal, untung saja anjing itu sudah pergi dan terlihat dari sana Tiara sudah keluar dari supermarket.
"Hai kak," sapa Ira saat Tiara masuk membuatnya terkejut.
"Astaga ira, kau itu mengejutkanku!" ucap Tiara sembari mengusap dadanya.
"Kenapa kalian ada disini?"
Saat Galen ingin menjawab Ira langsung menginjak kakinya dan mototkan matanya isyarat agar Galen diam.
"Apa kakak lupa kalau mama mengajak kakak memasak dirumah pagi ini?"
"Astaga! sorry adik aku lupa," ucapnya bersalah.
"It's okay, sekarang kita bisa ke rumah bareng-bareng!" balasnya.
"Tapi pakaian kami sepeti ini aku akan menggantinya dulu," ucap Tiara.
"Ngapain ganti sayang kau seperti ini saja sudah terlihat cantik," puji Angga.
"Kau... juga ada disini?" beo Tiara karna ia pikir Ira sendiri tadi.
"Seperti yang kau lihat," ucap Angga dengan tersenyum manis.
"Ayo jalan kerumah gue!" perintah Ira pada Galen.
"Lo pikir gue sopir Lu!" sinis Galen.
"Kakak," rujuk Ira pada Tiara.
"Galen!" ucap Tiara tegas.
"Modal ngadu aja bangga!" sindir Galen, Ira menatapnya mengejek ia menjulurkan lidah pada Galen dengan mata menyungging.
"Bodo! wlee!" ejek Ira.
__ADS_1
.
Jangan lupa setelah baca like nya jangan lupa sama komen and vote nya😍🙏