
Nara dan Noah pergi ke rumah Retha Nara ingin mengucap perpisahan pada sahabat baiknya itu, meskipun belum lama mengenal Retha tapi Retha sudah sangat baik padanya.
Noah dan Nara tengah duduk manis diruang tamu Retha, lalu tak berapa lama cewek blesteran Inggris itupun turun dengan rambut tergerai dan kaca mata tebalnya.
Nara tersenyum melihat kearah Retha, Retha pun membalas senyuman itu lalu matanya melihat kearah Noah dengan tatapan tidak suka, ia berjalan mendekat pada dua orang itu.
"Hai ret," sapa Nara terlebih dahulu ia berdiri memeluk Retha erat.
"Hei ada apa? kenapa kau memelukku begitu erat seolah kau akan pergi jauh?" ucap Retha dengan tawa kecil.
"Makasih ret, makasih selama ini lho udah baik sama gue dan udah mau jadi sahabat baik gue," ucap Nara lirih tak terasa air matanya mengalir begitu saja.
"Duduk dulu, katakan ada apa?" Retha mengajaknya duduk bersebelahan dan Noah hanya memperhatikan interaksi dua manusia ini.
"A-aku akan kembali ke Indonesia," ucap Nara lirih.
Retha menaikkan kaca matanya yang agak turun lalu mengangkat dagu Nara agar menatap matanya. "katakan sekali lagi! apa aku salah dengar?"
"Tidak, aku akan kembali. Makasih buat semuanya Ret dan maaf kalau gue sering nyusahin lho."
"Lho ninggalin gue nar..." rengek Retha dengan wajah sedih, tentu saja dia sedih karna selama ini hanya Nara lah sahabatnya dan hanya Nara saja yang mengetahui jika dia anak sultan.
"Gue harus kembali Ret karna ini bukan negara gue, gue cuma jadiin negara ini sebagai pelampiasan," ucap Nara dengan senyum kecut.
"Lho udah baikan." Retha melirik ke arah Noah.
"Oh ya kenalin ini kak Noah dan kak Noah kenalin ini Retha," ucap Nara.
Noah tersenyum tipis kearah Retha sedangkan Retha menatap sinis kearahnya. Nara yang melihat itu hanya diam saja
"Katanya kau akan tinggal disini selama setahun?"
"Tadinya sih iya karna gue gak berani kalau pulang sendiri dan besok gue baliknya sama kak Noah," ucap Nara dengan senyum manis.
"Oh."
"Kau mau ikut, ini kan libur akhir tahun, aku akan mengajakmu ke tempat-tempat yang indah di jakarta nanti."
"Aku tidak bisa ikut, dad ku tidak akan mengizinkanku."
"Tapi bukannya kau punya nenek disana kenapa kau tidak berkunjung sekalian."
"Aku sudah lama tidak kesana dan aku sudah lupa dimana alamat rumah nenek ku, kau tahu terakhir kali aku kesana saat aku masih kelas satu sd."
"What? selama itu kau tidak juga berkunjung ke rumah nenekmu, kenapa?"
__ADS_1
"Tidak tahu setiap kali aku mengajak orang tuaku kesana mereka selalu bilang nanti nanti nanti. Karna orang tuaku sangat sibuk bahkan aku dirumah sangat kesepian dan sejak ada kau aku jadi ada temannya tapi sekarang kau meninggalkanku," ucap Retha sedih.
"Maaf, kau bisa minta izin terlebih dulu pada dad mu mungkin saja di izinkan."
"Ehm aku akan mencoba bertanya nanti, kau akan berangkat kapan?"
"Besok malam."
"Kenapa malam?"
"Supaya paginya nyampek, entar kita bisa berjalan-jalan disana."
"Yang benar saja baru nyampe langsung jalan-jalan aku tidak mau seengaknya biarlah tubuh ini istirahat sejenak kau pikir tubuhku ini robot yang tidak punya lelah."
"Robot juga punya lelah dia akan mati kalau baterainya habis."
"Tapi baterainya habis nya lama bisa berminggu-minggu."
"Meskipun begitu..."
"Sudah kenapa jadi membahas robot." Noah yang sedari tadi diam pun ikut bersuara membuat dua orang itu terdiam.
Dret dret dret
"Aku angkat telpon dulu ya," Retha berjalan sedikit menjauh darinya.
Sepuluh menit Retha pun kembali ketempat nya tadi. "siapa?"
"Bukan siapa-siapa."
"Oh ya lalu kenapa kau menjauh tadi dan ku lihat kau dari tadi senyum-senyum sendiri."
"Perasaan mu saja, siapa yang tersenyum." Retha menunduk kan pandangannya.
"Apa kau sudah move on darinya?"
"Mungkin sudah," balas Retha santai.
"Kau sudah dapat penggantinya?"
"Su... belum"
"Su... belum? sudah apa belum?"
"Belum"
__ADS_1
"Belum apa sudah?"
"Sudah eh belum, kenapa kau membuat pertanyaan jebakan," ucap Retha kesal.
"Hahaha, kau terlihat sekali jika sedang berbohong"
"Ish kau ini"
Dring
Ponsel Retha yang ia taruh dimeja bergetar ada pesan dari seseorang Nara pun sempat melihatnya pesan dari seseorang yang kontaknya diberi nama 'orang gila❤️'
"Orang gila," baca Nara, Retha pun langsung menyahut ponsel itu sebelum Nara membaca pesannya.
"Wah wah wah kau sudah punya pacar tapi tidak memberitahu ku?"
"Si-siapa dia bukan pacarku," ucap Retha gugup.
"Jika bukan lalu kenapa kau gugup seperti ini?" Nara tertawa renyah melihat kegugupan temannya.
"Ti-tidak." Retha membenarkan kaca matanya yang nampak miring itu.
Noah menyentuh tangan Nara agar ia segera menyudahi perbincangannya sudah terlalu lama Noah pun sudah sangat bosan karna sedari tadi tidak dianggap.
"Iya," bisik Nara.
"Yasudah Ret aku harus pulang banyak barang yang belum aku persiapkan, jangan lupa kabari aku jika dad mu mengizinkanmu ke Indonesia."
"Ehm Baiklah."
Saat mereka berdua akan pergi Retha mencegah nya. "Tunggu!" teriaknya yang membuat dua orang itu menoleh ke arahnya. Retha berjalan menghampirinya ia tersenyum pada Nara lalu langsung memeluknya.
"Jaga dirimu baik-baik jangan putus kabar denganku," ucap Retha lirih.
"Pasti aku akan selalu mengabarimu kau akan selalu menjadi temanku."
"Dan kau jaga Nara baik-baik jangan sampai kau berani melukainya lagi jika aku mendengar Nara menangis karna mu jangan harap kau bisa menemuinya kembali aku akan membawa Nara pergi jauh darimu, ingat itu!" ucap Retha sembari menurunkan kaca matanya dengan menunjuk jari telunjuknya ke arah Noah dengan tatapan tajamnya persis seperti dosen killer dikampusnya.
"Gue janji bakal selalu bahagiain sahabat baik lho dan nggak akan pernah bikin dia menangis lagi," ucap Noah tegas lalu ia menarik pinggang Nara agar mendekat kearahnya dan diakhiri kecupan dipucuk kepala.
"Gue pegang janji lho tapi jaga etika hormati jomblo didepan lho jangan umbar keromantisan disini silahkan keluar," ucap Retha kesal.
Nara pun tertawa terbahak lalu ia mengusap lengan Retha pelan dan pergi dari rumah besar itu.
like vote komen😚💓
__ADS_1