Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Kado?


__ADS_3

Dua hari lagi Galen ulang tahun, Ira sudah mulai merencanakan kejutan kecil untuknya.


"Ulang tahunmu yang ke-18 tahun ini, aku jamin akan sangat berkesan," ucap Ira dalam hati.


Saat ini Ira sedang berada di mall terbesar di Jakarta dengan ditemani kedua sahabatnya Amel dan Bella.


"Lo mau ngado Galen apa Ir?"


"Gue gak tau, Gue juga binggung mau Ngado dia apa."


"Gimana kalau Lo Ngado dia jam tangan aja," usul Amel.


"Gak jam tangan terlalu pasaran, gue pingin beli sesuatu yang sangat langka dan yang jarang seorang kekasih berikan pada kekasih lainnya."


"Lo belikin dia rumah aja, itu kan langka," celetuk amel agak kesal, sedari tadi mereka sudah berkeliling di mall ini tapi Ira tidak juga mengambil barang yang ia inginkan, meminta usul tapi selalu ditolak, setiap dikasih usul oleh Amel ataupun Bella selalu saja dia mengatakan jika itu pasaran.


"Huh! sungguh menjengkelkan!"


"Uangku tidak cukup untuk membeli rumah," balas Ira santai.


"Ira cepatlah apa yang kau inginkan kau tahu kita berdua sudah sangat capek, kita udah berkeliling toko selama dua jam, apa kaki mu itu tidak capek, bahkan kakiku sudah tertinggal satu disana," ucap Amel mencoba sabar.


"Bodoh! Kaki mu masih ada dua apa kau tidak melihatnya."


"Tau ah kaki gue ada dua kek empat kek gue gak peduli sekarang cepet Lo pilih barang atau gue bakal ninggalin lho disini!" ancam Amel.


"Pergilah kak Bella yang akan menemaniku," balasnya cuek bebek.


"Aku juga akan meninggalkanmu jika kau tidak juga memilih," ucap Bella datar. Amel tersenyum penuh kemenangan pada Ira sedangkan Ira mengerucutkan bibirnya kesal.


"Baiklah aku akan mencarinya cepat," balasnya.


Mereka bertiga masuk kedalam toko aksesoris pria, Ira memilih milih disana tapi tidak juga ada yang menarik untuknya.


"Gue ngado dia apa ya?" tanya nya pada diri sendiri.

__ADS_1


"Jam terlalu pasaran, baju juga terlalu pasaran, gue harus ngado apa dong? ayo Ira berfikir," ucapnya.


Karna tak juga mendapat apa yang diinginkannya akhirnya mereka bertiga kembali dengan tangan kosong, bukan hanya mereka berdua yang kembali dengan tangan kosong karna Amel sudah banyak memborong baju hari ini.


"Sialan kau berkeliling dari tadi tapi tidak juga mendapatkan nya."


"Sudah diamlah kau terlalu banyak bicara hari ini," balas Ira datar, otaknya masih ia suruh berpikir keras untuk memberi kado istimewa untuk Galen.


Setelah mengantar kedua temannya Ira melajukan mobilnya menuju taman kota untuk mencari angin dan pemandangan indah saja.


Setelah melaju dengan kecepatan rata-rata, dengan waktu tiga puluh menit saja mereka sudah sampai ditaman kota.


Ira keluar dari mobilnya berjalan mencari tempat duduk kosong disana. Saat menemukannya ia langsung melangkahkan kakinya menuju bangku kosong itu.


"Aku harus ngado dia apa?" pikirnya lagi, akhirnya ia memutuskan menelfon Nara sahabatnya yang paling pengertian akan keadaannya, ia tidak tahu jika saat ini Nara sedang terguncang akan kedatangan seseorang yang tengah mengusik hatinya.


Tuttt


"Iya Ir," sahut suara dari telfon itu. Ira bisa mendengar jelas dari suara Nara jika ia sedang bersedih.


"Yes, I am okay."


"Kau berbohong, jelas sekali jika kau sedang tidak baik, katakan ada apa?"


"Gue gak papa Ira."


"Oh gitu, sekarang kau tidak lagi ingin berbagi denganku, apa kau sudah memiliki teman baru disana sehingga kau melupakanku disini," ucap Ira sinis itu semua hanya sebuah trik agar Nara menceritakan masalahnya.


"Ira," ucap Nara dengan tangisannya kembali.


"Lho kenapa Nar?" ucap Ira mulai khawatir saat mendengar tangisan Nara dari seberang ia langsung mengubah panggilannya ke video call.


Saat video call itu tersambung Ira bisa dengan jelas melihat wajah menyedihkan Nara. "Nar Lo kenapa?"


"Dia datang Ir," ucapnya serak karna tercekat akan tangisannya, matanya sudah membengkak matanya sudah lelah karna sedari tadi menangis tapi dia masih memaksakan untuk membukanya.

__ADS_1


"Kak Noah?"


"Iya."


"Dia menyusulmu kesana?" tanya Ira terkejut, meskipun ia tahu jika Noah ke Swiss tapi yang ia tahu Noah sedang liburan keluarga meskipun sudah terbesit dipikirannya jika ia akan mencari Nara disana.


"Iya, dia mengacaukan segalanya dia membuat hatiku berantakan kembali, kenapa dia harus kesini Ir. Apa belum cukup rasa sakit yang dia beri ke gue apa semuanya belum cukup," ucap Nara sesenggukan disana masih ada Retha yang setia mendengar percakapan dua sahabat itu.


"Apa yang dia katakan padamu."


"Dia membuat rusuh acara kelompokanku dia memukul temanku dan dia mengatakan jika aku kekasihnya, tidak kah malu dia mengatakan itu semua?"


"Astaga dia memukul temanmu? kenapa?"


"Karna temanku tidak sengaja memegang tanganku, dan dia hanya menggombali ku dengan mengatakan sayang, lalu ada hak apa dia marah, jika dia memang benar kekasihku maka maklum jika dia marah, tapi dia siapa? dia bukanlah siapa-siapa ku, dia hanyalah masa laluku, masa lalu kelam ku."


"Nara mungkin dia memang benar-benar mencintaimu, cobalah membuka kesempatan kedua untuknya jika pun kau tidak ingin berdamailah dengannya kau akan selalu merasakan sakit jika mengingatnya, berdamailah dengan dirimu sendiri dengan masalalumu kembalilah ke negara asalmu jika kau sudah menyelesaikan semuanya, gue tunggu Lo disini gue kangen sama Lo," ucap Ira.


"Gue akan coba, tapi gak sekarang gue butuh waktu, dan gue pasti akan kembali kalau semua selesai."


"Baiklah kau harus tenangkan dirimu hapus air matamu jika kau seperti ini kak Noah akan dengan mudah menaklukkan mu, perlihatkan jika kau adalah wanita yang kuat. Maaf gue gak bisa nemani Lo disaat Lo sedih. Nara gue juga minta, maaf gak bisa peluk dan nenagin lo seperti Lo yang biasa nenangin gue saat gue ada masalah, l am sorry," ucap Ira sedih.


"Lho ngomong apa sih Ir, Lo itu udah selalu ada buat gue meskipun kita jauh tapi Lo selalu ada buat gue, gue seneng banget bisa punya sahabat kayak Lo, oh ya Lo kenapa tadi hubungin gue apa Lo lagi ada masalah?"


"Ah gak kok gue gak ada masalah gue cuma pingin hubungin Lo aja," bohong Ira, tidak mungkin ia mengatakan inginnya disaat sahabatnya juga sedang tidak baik.


*Udah ya Nar Gue matiin dulu, kita sambung lagi nanti."


"ya, salam buat somplak ya," ucapnya dengan tertawa kecil.


"siap."


Ira memutuskan kembali kerumahnya dan akan memikirkan kado itu nanti.


doubel up lagi jangan lupa like komen sama vote ya😍

__ADS_1


__ADS_2