
Akhir-akhir ini hubungan Galen dan Ira semakin dekat, terkadang Galen merasakan sakit dikepalanya akibat bayang-bayang ingatannya tentang Ira.
"Eh, ultah Ira kurang dua hari lagi kalian mau kado dia apa?" tanya Bella. Hari ini mereka berkumpul dicafe pelangi tanpa Ira karna sengaja tidak mengajak Ira supaya mereka bisa merencanakan surprise untuk ulang tahunnya yang akan berlangsungnya dua hari lagi.
"Ehm, entahlah gue juga binggung mau mau kado Ira apa. Dia udah punya semuanya, baju juga udah banyak, kalau bisa kita kado dia yang langka gitu!" balas Nara.
"Gue tahu!" sahut Amel.
"Apa? kita lagi bahas serius ini Lo jangan ngomong yang aneh-aneh," ketus Nara. Amel memaju mundurkan bibirnya kesal, belum juga ia ngomong udah disengap saja sama ibu negara.
"Ya dengerin dulu kali!" balasnya.
"Ya, emang Lo punya ide apa?" tanya Bella.
"Gue tahu apa yang bisa bikin Ira bahagia pas hari ulang tahunnya yang ke 17 tahun."
"Iya Lo ngomong! muter aja kayak uteran," sahut Nara.
"Eh monyet Lo bisa sabar dikit gak, ini gue lagi jelasin Lo nyosor aja." Amel memukul lengan Nara pelan sangking kesalnya.
"Udah kalian bisa diem gak sih, ribut mulu kek anak kecil!" ucap Noah datar. Semua orang langsung diem Amel yang mau ngomong langsung menutup rapat mulutnya membuat Noah melihat ke semua orang apa ucapannya salah kenapa semua orang jadi diem kalau Galen mah gak usah ditanya ia cuma akan buka mulut kalau ucapannya serius.
"Lo kenapa gak jadi ngomong Mel?" tanya Noah.
"Katanya suruh diem, ya diem lah!" ucap Amel polos. Noah langsung menepuk keningnya sangking frustasinya menghadapi bocah-bocah TK seperti mereka.
"Gue nyuruh Lo diem ribut sama Nara bukan diem Lo nggak jadi usul, sekarang Lo bilang ide Lo tadi," ucap Noah mencoba bersabar.
"sabar ini ujian," ledek Bella lirih ditelinga Noah.
Noah hanya memasang wajah kesalnya. "Jadi gini, ehem kalau menurut gue kado terhindah buat Ira dan terlangka itu ya ingatan kak Galen pulih kalau ingatan kak Galen pulih pasti Ira bakal senang banget," usulan Amel membuat galen tersedak.
uhuk uhuk uhuk
Noah memukul keras punggung Galen niatnya sih mau membantu eh malah kena semprot.
__ADS_1
"Noah Lo mau bunuh gue!" sentak Galen.
"Dasar gak tau terima kasih udah ditolongin gue malah dimarahin!" ucap Noah.
"Lo itu nggak mau nolong kak Galen tapi mau bunuh dia ya kali Lo mukul orang tersedak keras banget," ucap Nara.
Hehehe Noah nyengir kuda sungguh ia memang niat membantu Galen tapi ya gitu sedikit keusilan buat Galen kesal.
"Ya bener sih ingatan Galen kado yang langka buat ira tapi gimana cara nya supaya Galen ingat semuanya?" ucap Nara. Noah langsung membuka aplikasi google di handphonenya ia akan membrosing cara untuk mengingatkan orang dari ingatannya.
"Ngapain Lo? sibuk amat!" ucap Galen. Ia melihat seringai licik dari Noah membuatnya waspada merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu.
"Gue tahu nih gimana cara nyembuhin ingatan Galen," ucap Noah dengan seringai liciknya.
"apa?" sahut Nara.
"kita pukul kepala Galen sama balok kayu nanti pasti dia ingat," balas Noah. Sebenarnya masih banyak caranya tapi Noah memang sengaja memilih cara yang itu yang menurut nya sangat efektif.
"Gila Lo bukannya gue ingat, mati iya!" ucap Galen dingin ingin sekali ia memukul kepala temannya yang tidak ada otaknya itu.
kenapa nih bocah? kesurupan apa gimana nakutin banget. batin Noah
"Udah dari tadi bukannya cari solusi malah berantem, kita udah buang waktu satu jam buat omongan receh kalian," ucap Bella tegas semua orang diam Bella sudah sangat kesal dari tadi, mereka ini ribut terus. Maka dari itu dia jarang kumpul kayak gini karena mereka cuma bikin Bella darah tinggi naik dengan kelakuan mereka yang gak pernah akur ini.
"Mending kita rundingan sama keluarga Ira buat bikin kejutan dari pada kita rundingan kayak gini yang dari tadi nggak ada hasilnya, sekarang gue cabut dulu. Besok kita lanjut rundingan sama bang Angga," ucap Bella ia langsung pergi begitu saja meninggalkan semua orang yang masih terdiam.
"Kan gara-gara kalian kak Bella jadi marah," ucap Amel.
"Gue juga mau cabut, kesel juga lihat kalian dari tadi ribut." Amel juga pergi dari sana. Mereka bertiga masih terdiam belum sadar dengan semua yang terjadi disekitarnya.
"Nara ayo! ngapa Lo masih diem aja disini, anterin gue pulang orang Lo tadi yang maksa gue buat se mobil sama Lo," ucap Amel ia kembali lagi karna tidak melihat Nara dibelakangnya.
"kebalik dodol Lo yang maksa gue buat nebeng ke mobil gue karna bensin mobil Lo abis," balas Nara. Amel langsung menutup mulut Nara karna ucapannya yang tanpa filter itu membuat semua orang melihat kearahnya.
"Jangan keras-keras kali, Lo ini malu-maluin gue aja," kesal Amel. Galen dan Noah geleng-geleng melihat kelakuan dua orang aneh ini.
__ADS_1
"Udah ah ayo pulang, gue mau tidur ngantuk nih mata minta merem."
"Lo pikir gue supir Lo nyuruh-nyuruh seenak jidat, kalau mau pulang ya pulang aja," balas Nara ketus.
"Yaudah mana kunci mobil Lo?" Amel menengadahkan tangannya ke arah Nara.
"apaan?"
"Kunci! biar gue pulang sendiri naik mobil Lo," balasnya. Nara mendelik kesal dengan kelakuan Amel.
"Enak aja." Nara langsung pergi meninggalkan Amel sendiri.
Sedangkan disana Ira sedang melihat-lihat foto dihandphonenya melihat foto dirinya dengan Galen, Nara dan noah foto saat mereka pergi ke wahana bermain waktu itu.
Ada juga beberapa foto dirinya berdua dengan Galen, Ira tersenyum ia sangat bahagia andai saja ada kejelasan dihubungannya dengan Galen pasti ia akan sangat bahagia, Ira melamun membayangkan kejadian dimasa depan.
Angga nyelonong masuk ke kamar Ira tanpa mengetuk pintu, ia sedikit ngeri saat melihat adiknya itu senyum-senyum sendiri.
Angga menggetak Ira dari belakang membuatnya terkejut.
"woi ngelamun aja, awas kesambet hantu perjaka,"kekeh Angga. Ira mencebik kesal karna abangnya ini telah merusak lamunan indahnya dengan Galen dimasa depan.
"Bang apaan sih, ganggu aja!" kesal Ira.
"Salah sendiri ngelamun, aku kan kasihan takut kalau kamu kesurupan hantu perjaka!" ucapnya dengan tawa menyebalkan.
"Ya Abang lah hantu perjakanya," balas ira terkekeh.
"Kalau Abang jadi hantu udah pasti semua orang klepek-klepek lihat ketampanan abang," balasnya percaya diri.
"Cih, percuma aja kalau jadi hantu Abang tetep nggak akan bisa nikahi manusia," balas Ira.
.
jangan lupa like komen and votenya gays😚💓
__ADS_1