
Malam harinya mereka bertiga Nara, Noah, dan Retha telah sampai dicafe tempat pertemuan para sahabat mereka.
Hari ini Ira dan lainnya tengah merayakan keberhasilan Galen yang mendapat juara satu lomba olimpiade fisika seprovinsi, Noah mendapat kabar itu dari Arkan dan ia berencana untuk membuat kejutan dengan kehadirannya.
"Dimana mereka?" tanya Nara.
"Entahlah, ini cafe milik keluarga Galen sepertinya mereka diruang khusus."
"Akan sangat sulit untuk kita masuk jika seperti itu."
"Tenanglah, ayo ikutin aku, aku kenal seluruh pegawai cafe ini," balas Noah dengan sombongnya.
Mereka bertiga telah sampai diruangan khusus dilantai atas dengan diantar pegawai cafe itu yang sangat mengenal Noah, membuat Nara sedikit cemburu karna mereka terlihat sangat akrab pegawainya pun cantik.
Wajah Nara nampak murung padahal tadi dia sangat bersemangat. "woi ngapa tuh wajah jelek bener," ucap Retha.
"Gapapa, eh tumben rambut lho gak lho kepang? gini kan nampak cantik dan mana kaca mata tebal Lo?"
"Gu-gue taruh rumah, apa gue kelihatan jelek?"
"No, Lo sangat cantik Ret, ehm apa lho pakai softlens?"
"He'em."
"Good job kau sangat sangat cantik malam ini, dan malam ini kau akan aku kenalkan pada sahabat baikku semoga kalian cocok dan lho bisa lupain tuh Steven."
"Ish kau ini aku kesini bukan untuk cari jodoh aku kesini untuk menemui nenekku dan ingin bertemu sahabat baikmu yang sering kau ceritakan padaku, karna aku juga pingin berteman dengannya."
"Haha baiklah nanti akan aku kenalkan kau pada Ira dan pada si somplak Amel, aku udah kangen banget sama mereka."
"Masih lama gak sih?" tanya Retha.
"Tahu kemana tuh cowok lama bener. CK pasti sedang berduaan dengan mbak tadi," ucap Nara kesal.
"Hus kau itu jangan berpikiran negatif pada pacarmu sendiri."
"Tau ah." Noah datang dari arah belakang dengan pegawai tadi mereka berdua nampak tertawa bersama yang semakin membuat Nara kesal sekaligus marah.
"Lo dari mana aja sih lama banget," ketus Nara dengan menatap tajam pada Noah.
Noah yang ditatap seperti itu malah tersenyum ia maju mendekat ke arah Nara mengusap pucuk kepalanya.
" jangan marah-marah sayang aku hanya minta tolong sama dia dan dia baru aja dari ruangan manajer cafe ini karna ruang khusus ini ada tiga dan dia tidak tahu Ira dan lainnya berada di ruangan mana jadi daripada kita salah mending tanya."
Nara hanya diam saja dia bersedekah dada dengan wajah masamnya. "sudah jangan cemberut terus, ayo kita masuk ruangan Galen dan lainnya ada diruangan sebelah."
Dari luar pintu pun sudah terdengar jelas suara canda tawa mereka, Nara pun sudah berwajah ceria kembali ia sungguh merindukan Ira dan yang lainnya.
"Ayo kita masuk!" ajak Nara antusias.
"Eit tunggu dulu kita pakai ini, sedikit kerisuhan biar makin oke acaranya." Noah memberikan topeng pada Nara dan Retha.
"Cepat gunakan lalu kita masuk, buat kerisuhan dikit okelah," ucap Noah dengan senyum liciknya.
Mereka bertiga langsung nyelonong masuk ke tempat acara itu dengan topeng diwajahnya membuat mereka tidak dikenali oleh Galen dan lainnya.
"Siapa kalian?" tanya Ira.
"Siapa kalian? seharusnya saya yang nanya siapa kalian kenapa kalian diruangan saya, saya sudah memesan ruangan ini sejak dua hari yang lalu," ucap Noah dengan suara beratnya.
"Enak aja ini ruangan kita dan cafe ini milik teman kita David Galen Abraham putra pemilik cafe ini," balas Amel
"Saya tidak perduli mau dia pemiliknya atau bukan tapi saya sudah menyewa ruangan ini dan saya mohon kalian semua keluar jangan ganggu saya dan kekasih saya, ya kan sayang," ucap Noah sembari menarik pinggang Nara agar mendekat ke arahnya.
"Cuih kau akan gitu-gituan diruangan ini, sorry sorry maap tuan cafe ini tidak digunakan untuk perbuatan rendahan seperti itu lebih baik anda keluar dari cafe ini dan untuk uang yang sudah tuan bayar untuk penyewaan ruangan ini akan saya dikembalikan," ucap Galen tegas sembari menatap tajam pada Noah.
Noah tertawa keras dan berjalan menghampiri Galen. "kau pikir semudah itu," ucapnya sembari memeluk Galen erat ia menepuk punggung Galen dengan sangat keras membuat sang empunya langsung mendorong Noah yang ia rasa sangat keterlaluan itu.
"Jaga batasan anda tuan!" bentak Galen kesal, Ira mengusap lengan Galen untuk menenangkannya. Noah kembali tertawa dan mulai membuka pelan topengnya diikuti Nara dan Retha.
"Apa memeluk sahabatku sendiri itu melewati batas tuan David Galen Abraham yang terhormat," ucap Noah dengan tawa menyebalkannya.
__ADS_1
"Noah!" ucap mereka serentak.
"Nara!" ucap mereka lagi saat melihat Nara disamping Noah yang baru saja membuka topengnya.
Ira berlari ke arah Nara lalu memeluknya erat begitupun Amel. "Akhirnya Lo pulang juga gue kangen tau gak," ucap Ira.
"Gue juga," balas Nara. Ia memeluk erat kedua sahabatnya ini Retha diam saja melihat mereka bertiga yang tengah berpelukan ia senang sekaligus iri, iri karna tidak bisa mempunyai sahabat sebaik mereka bertiga.
"Astaga aku sampai lupa, Retha sini," ucap Nara. Retha pun mendekat ia sedikit menunduk karna malu.
"Gays, kenalin ini Retha dia temen gue dari Swiss dia kesini karna berkunjung ke rumah neneknya, Retha buka topengnya," ucap Nara.
Retha pun mulai membuka topeng itu secara perlahan semua orang menatap intens pada Retha, kecuali Galen ia sama sekali tidak perduli dengan semua itu yang ia tatap sekarang hanyalah pujaan hatinya Ira, ia sedari tadi tidak berhenti menatap wajah cantik Ira. Malam ini ia memang terlihat sangat cantik dengan balutan dres warna silver.
Arkan menatap lekat pada Retha sampai ia berjalan mendekat kearahnya mengamati lebih dekat wajah Retha entah kenapa jantungnya berdetak sangat cepat dari biasanya.
kenapa dengan jantungku ini?
Arkan berada sangat dekat dengan Retha ia menaikkan dagu Retha agar menatap ke arahnya. "kenapa gue kayak gak asing sama wajah Lo?"
"Lo itu gak usah deket-deket sama dia, mundur! modus aja Lo buaya." Nara menarik kerah belakang Arkan membuatnya mundur beberapa langkah.
Retha juga merasa tidak asing dengan Arkan tapi dia tidak ingat siapa. Ah mungkinkah dia cowok gila itu? tanyanya dalam hati.
Retha mencoba membuktikan nya dengan cara menelfon nomor ponsel cowok itu dan ternyata benar nomor ponsel Arkan berbunyi ia langsung mengangkat nya berjalan menjauh dari semua temannya Retha pun mengikutinya.
"Hai sayang kau sedang apa?" ucap arkan dari sambungan.
"Aku sedang kumpul dengan temanku, ehm apa kau tidak jadi ke Swiss?"
"Jadi Minggu depan aku kesana."
"Apa jika kita bertemu kau akan mengenaliku?"
"Tentu saja aku mengenalmu kau kan pacarku, gadis nerd dengan kaca mata tebal dan rambut kepang dua. Itu sebagai ciri khas untukmu," ucap Arkan dengan tertawa.
"Menyebalkan, tapi jika aku berubah gimana?" Retha berjalan mendekat ke arah Arkan.
"Kau gadis nerd ku, berkaca mata tebal dan rambut kepang dua itu?"
"Menyebalkan bahkan kau tidak mengenali wajahku," ucap Retha kesal bukan Arkan saja yang tidak mengenalinya bahkan dirinya pun tidak mengenali wajah Arkan meski tidak asing dipenglihatannya.
Arkan kenal dengan Retha dari Instagram dia sering melihat unggahan foto Retha dengan kacamata tebal dan rambut kuncir dua yang membuatnya ingin tertawa tapi meskipun penampilannya yang culun tidak bisa dipungkiri kecantikan alami Retha tetaplah terlihat. Melihat penampilan culun Retha yang sangat kampungan itu membuatnya tertarik, dijaman serba modern seperti ini masih ada saja orang berpenampilan seperti itu karna itu Arkan ingin mengenal Retha lebih dekat lagi dia mulai DM Instagram Retha bahkan membuat Retha menamainya cowok gila karna setiap hari Arkan selalu menggangunya dengan DM yang menurutnya sangatlah tidak jelas. Saat disana sudah menunjukkan jam tiga sore dia, Arkan malah DM dia good morning tidak hanya itu saja saat jam menunjukkan jam tujuh Malam dia pun DM Retha lagi good nigat mimpi indah sayang. What yang benar saja jam tujuh sudah tidur Retha menggangap Arkan itu benar-benar gila tidak tahukah dia jika Indonesia dan Swiss itu beda jam?
"Astaga kau benar pacarku yang culun itu? kenapa kau sangat berbeda malam ini dan kau sangat cantik membuatku tidak bisa mengenalimu sayang dan kenapa kau tidak mengatakan jika akan datang ke Indonesia kan aku bisa menjemputmu."
"Tidak perlu malahan kau yang akan binggung nanti dibandara, sekarang saja kau tidak mengenaliku bagaimana nanti saat dibandara!" ucap Retha dengan mengerucutkan bibirnya kesal.
"Haha kau marah padaku? kau saja tidak mengenaliku," balas arkan ganti.
"Itu karna..."
"Sudahlah." Arkan menarik Retha kedalam pelukannya ia memeluk nya sangat erat Retha berontak ia malu jika ada orang yang lihat dia akan bicara apa.
"Arkan lepaskan jika ada yang melihat bagaimana."
"Biarkan, aku merindukanmu biakan aku memelukmu sebentar," ucap Arkan lembut ia menciumi pucuk kepala Retha.
"Apa kau tidak rindu padaku?" tanyanya lagi karna Retha tidak membalas pelukannya.
"Tentu saja tidak," balasnya dengan tawa kecil lalu ia membalas pelukan Arkan. Arkan tersenyum lebar ini yang ia suka dari Retha dia apa adanya dan konyol, menurutnya Retha sangatlah beda dengan yang lainnya meskipun penampilannya waktu itu sangatlah culun bahkan setiap kali dia video call gadis yang dalam pelukannya ini selalu mengenakan kacamata tebal dan rambut kepang dua benar saja saat dia berubah seperti ini dia tidak mengenalinya.
"Kau akan berada di Indonesia berapa lama?"
"Ehm mungkin sampai liburan berakhir."
"Tinggal dimana?"
"Rumah nenek, ehm apa kau bisa menemaniku jalan-jalan melihat kota Jakarta ini?" pinta Retha.
"Meskipun kau tidak memintanya aku sudah akan mengajakmu berkeliling, besok aku akan menjemputmu, oh ya dimana rumah nenekmu?"
__ADS_1
"Jalan***"
"Oh ya rumahku juga dijalan itu kau cucu siapa?"
"Nenek Kaela."
"What! nenek Kaela, rumahku tepat didepan rumah nenek Kaela," balas Arkan antusias.
"Benarkah?"
"Ehm kita akan sering berjumpa, nenekmu itu sangat asyik aku sering bermain di sana dia juga pernah bercerita jika memilik cucu yang cantik dan ternyata itu kau," ucap Arkan sembari mengacak-acak rambut Retha gemas.
Nara tengah melepas rindu dengan para sahabat sehingga tidak menyadari jika temannya sudah pergi sangat lama.
"Nara kau sudah lama pacaran dengan kak noah" tanya Amel.
"Baru satu hari."
"What, baru satu hari!" ucap Amel tak percaya semua orang pun menatap Nara dan noah bergantian.
"Perjuangan say," ucap noah dengan tertawa.
"Amel disini tinggal Lo yang jomblo," ledek Nara dengan tawanya.
"Tidak ya Arkan juga masih sendiri, oh ya kemana Arkan sama Retha?"
"Retha! astaga ternyata dari tadi dia tidak disini masa ke kamar mandi lima tahun sih, bantu gue cari dia yuk."
"Iya ayo."
Mereka bertiga keluar dari ruangan itu dan samar-samar terdengar suara tawaan dari arah depan. Mereka bertiga berjalan mendekat ke sumber suara dan kompak membulatkan mata dengan bibir terbuka melihat sepasang insan yang tengah pacaran ini mereka teihat sangat romantis Retha bersandar didada Arkan, dan sekali-kali dia juga memukul dada Arkan karna ucapan menyebalkannya dan Arkan pun sesekali mengusap pucut kepala Retha dan menciumnya.
"Hebat baru lima menit bertemu langsung jadian," ucap Amel mengganga.
Nara dan Ira berjalan mendekat kearah mereka sangkin asyiknya mereka sampai tidak menyadari kehadiran tiga manusia ini.
"Kalian pacaran?" tanya Nara to the point, dengan menatap lekat pada dua orang ini Retha pun langsung menjauh dari Arkan dia nampak sangat gugup.
"Iya," balas arkan sembari memeluk Retha mendekat kearahnya.
"Hebat lho Kan lima menit langsung jadian," seru Amel.
"Lima menit pala lhu gue sama Retha udah kenal dari lama empat bulanan mungkin."
"Kenal darimana?" ganti Ira yang bertanya.
"Dari sosmed," balas arkan dengan senyuman.
"Wah selamat ya kayaknya kalian jodoh deh."
"Amin"
"Kenapa kau tidak cerita padaku?" tanya Nara pada Retha.
"Ehm karena aku malu, pacarku ini rada gak waras," ucap Retha yang membuat semua orang tertawa begitupun Arkan.
Dan akhirnya mereka semua duduk disofa itu mendengarkan cerita Retha tentang perjuangan Arkan mendapatkannya gadis berkaca mata tebal dengan rambut kepang duanya.
Dan diruangan dalam hanya tinggal Galen dan Noah saja mereka menatap binggung pada semua orang yang tidak kembali juga sedari tadi akhirnya mereka pun mencarinya keluar dan menemukannya tengah bercanda ria dengan Arkan dan Retha disana mereka juga melihat tangan Arkan yang merangkul bahu Retha.
"Mereka pacaran?" tanya Noah.
"Gue gak tau," balas Galen, Dia tidak terlalu peduli. Galen langsung menghampiri pacarnya yang sudah ia rindukan ini padahal baru berpisah tidak sampai satu jam yang lalu, sungguh bucin tenan mr kutub ini.
"Wah asyik banget nih sampe ninggalin kita berdua didalam," ucap Noah datar lalu duduk disebelah Nara, Galen pun duduk disebelah Ira.
"Kasihan banget gue, semuanya udah ada pasangan tinggal gue sendiri yang masih ngejomblo," ucap Amel.
"Makanya cari," seloroh Nara dengan tertawa.
like komen vote Jan lupa ðŸ˜
__ADS_1