Ketos Galak Itu Pacarku

Ketos Galak Itu Pacarku
Indonesia I Am Coming


__ADS_3

Nara, Noah dan Retha telah sampai di bandara ya setelah membujuk dan memohon pada sang Daddy akhirnya Retha diperbolehkan juga ikut Nara ke Indonesia ia akan tinggal dirumah neneknya nanti tentu dengan bantuan kertas yang berisi alamat rumah neneknya yang diberikan Daddy tadi sebelum ia berangkat. Retha juga ingin menemui seseorang, siapa ya?? tak tau. hahaha


Nara menatap berbinar pada pesawat didepannya pesawat yang akan membawanya ke negara tempatnya lahir. "Indonesia I am coming!" teriak Nara yang menyita banyak mata menatapnya kearahnya Noah pun langsung membekap mulut Nara sedangkan Retha menundukkan kepalanya karna malu menjadi sorotan banyak orang karna tingkah gila temannya ini.


Dasar gila! umpat Retha.


Panggilan keberangkatan sudah terdengar mereka pun segera masuk ke pesawat, Noah berdecak kesal karna ia harus duduk sendiri niat hati ingin duduk bersebelahan dengan Nara dan akan menyenderkan kepala Nara dibahu nya nanti saat ia tertidur tapi itu semua hanya mimpinya saja karna sekarang ia malah harus duduk dengan wanita yang sudah berumur tapi masih saja genit tubuhnya yang seperti kerbau itu membuat Noah sesak nafas dan tidak nyaman duduknya. Lebih baik lagi jika orang itu diam tidak dia terus mengajaknya bicara, sungguh menyebalkan tidak kenal tapi sok akrab umpat Noah.


Setelah menempuh perjalanan hampir sehari akhirnya mereka pun sampai juga, tidak ada yang menjemput mereka karna mereka ingin membuat kejutan untuk teman-teman nya. Nara dan Noah mengantar terlebih dulu Retha ke rumah neneknya.


Setelah berputar-putar hampir setengah jam akhirnya mereka sampai juga disebuah rumah besar dengan model tradisional yang nampak indah itu, mereka bertiga pun menekan bel disana ingin memastikan apakah benar ini rumah Oma nya.


Pintu terbuka menampakkan seorang wanita paru baya dengan baju seorang pelayan mungkin itu salah satu asisten rumah tangga Omanya.


"Mau cari siapa?" Tanya wanita itu.


"Boleh nanya bi, apa benar ini rumah oma kalea?"


"Iya benar ini rumah oma kalea, anda siapanya?"


"Saya cucunya Retha, apa Oma di rumah?"


"Nona cucunya, maaf non silahkan masuk, Oma ada didalam."


"Iya bi, ayo kalian ikutlah masuk!" ajak Retha.


"Kita langsung pulang saja ingin segera istirahat kau juga istirahatlah kita akan menjemputmu nanti jam tujuh malam."


"Baiklah terimakasih telah mengantarku," ucap Retha. Nara mengganguk dengan senyuman lalu pergi dengan Noah.


Retha masuk keruangan itu dan melihat wanita tua dengan baju yang serba mahal tengah duduk bersilang diruang keluarga dengan majalah ditangannya dari mukanya saja sudah menunjukkan jika dia adalah nyonya besar.


"Oma," sapa Retha dengan berjalan ke arah Omanya ia berlari ingin segera memeluk oma nya karna sangat merindukannya selama ni ia hanya bisa berbagi kabar lewat ponsel saja tanpa harus melihat langsung wajahnya.


Kalea terkejut saat melihat cucu kesayangan nya ada di depannya ia langsung menyambut pelukan itu membalasnya memeluknya penuh kerinduan.


"Anak nakal kau baru berkunjung kemari saat sudah sebesar ini, kemana saja kau selama ini dan sekarang kembali tidak kabar-kabar," ucap Oma pura-pura kesal tangannya membelai lembut rambut cucunya.


"Maaf Oma Retha pingin buat surprise buat Oma."


"Kau datang kemari sendiri mana Dad dan Mom mu?"


"Mereka tidak ikut Retha kemari dengan teman baik Retha yang kebetulan adalah orang Indonesia."


"Oh, baiklah cepat mandi dan istirahatlah Oma akan memasakkan makanan khas Indonesia kau harus mencobanya."


"Oma tidak perlu Oma istirahat saja Oma sudah tua jangan banyak bekerja nanti Oma sakit."


"Kau meragukan Oma mu meskipun Oma sudah tua tapi tenaga Oma masih seperti anak muda," ucap kalea dengan senyumnya.


"Baiklah terserah Oma tapi nanti jika punggung Oma encok Retha tidak bertanggungjawab," ucap Retha lalu beranjak ke kamarnya.


"Anak nakal," ucap kalea dengan tersenyum.


Noah mengantar Nara kerumah neneknya ia mampir sejenak sekedar bergurau dengan Nara karna sedari perjalanan tadi Noah seperti tidak dianggap oleh dua hawa itu, ya karna Nara sibuk bercerita dengan Retha saja sungguh menyebalkan.


"Kau mau mampir?" tanya Nara.


"Ya," jawab Noah datar wajahnya masih saja ditekuk ia masih sangat kesal yang lebih membuatnya kesal lagi adalah Nara yang tidak peka.


"Kau marah? kenapa wajahmu jelek begitu?" ucap Nara dengan tawanya. Tapi Noah masih tetap diam Nara pun mengajaknya masuk kedalam rumah.


"Oma..." teriak Nara. Ia langsung memeluk neneknya dari belakang dan mencium pipi kirinya.


Rasti yang tengah menjahit pun terlonjak kaget untung saja ia tidak memiliki riwayat jantung jika punya riwayatlah sudah hidupnya dan kematiannya akan menjadi trending topik nanti 'cucu laknat pembunuh oma' ck konyol sekali.


"Anak nakal kau ingin membunuh Oma mu." Rasti menjewer pelan telinga Nara menariknya hingga ia berada tepat dihadapannya.

__ADS_1


"Maaf Oma, habisnya Nara kangen banget sama Oma," ucap Nara cengengesan ia pun langsung menghambur memeluk oma kesayangan nya. Rasti pun membelas pelukan itu ia membelai rambut cucunya sayang, ia juga sama sangat merindukannya.


"Kenapa kau disini bukankah kau ada di Swiss bersama orang tuamu?"


"CK Oma tidak senang jika Nara pulang," ucap Nara pura-pura kesal.


"Bukan begitu tapi anak nakal seperti mu sungguh mencurigakan jika berada disini, apa kau kabur? apa papa mama mu tidak tahu jika kau kembali ke Indo?" tanya Rasti beruntun.


"Oma ku sayang Nara nggak nakal Nara anak baik penurut dan rajin menabung, Nara nggak kabur Nara udah izin sama mama papa Nara pulang sama pa-- temen Nara namanya kak Noah, oh ya itu dia mama nggak mau kenalan sama dia," ucap Nara dengan senyum manisnya. Ia hampir saja keceplosan bilang jika Noah pacarnya kalau sampai Oma nya ini tahu jika Nara pacaran wah akan ada konser mendadak setelah ini.


Rasti memutar kepalanya menengok kebelakang ia melihat cowok tampan yang tengah berdiri tidak jauh dari cucunya cowok itu tersenyum pada dirinya dan Oma rasa sepertinya ia pernah melihat nya tapi ia lupa dimana.


"Tampan kan Oma?" tanya Nara dengan menaik turunkan alisnya.


"Kenapa tidak kau suruh duduk, cepat ambilkan dia minum,"


"Bi..."


"Bibi sedang pergi!" potong Oma cepat, Nara mendengus kesal ia berjalan gontai menuju dapurnya.


"Kemari duduklah nak," ucap Rasti ramah pada Noah. Noah pun mengganguk dan duduk dihadapan Oma.


Oma memperhatikan Noah dari atas hingga bawah ia seperti pernah melihat nya tapi lupa dimana dan kapan ia bertemu.


"Ehm apa kita pernah bertemu, kenapa aku seperti tidak asing denganmu?" tanya Oma masih dengan mata mengintimidasi.


Noah pun juga merasa tidak asing dengan wajah Oma Rasti ia merasa pernah bertemu dengannya tapi ia juga lupa dimana ia bertemu.


"Mungkin bukan dia ma wajahnya emang pasaran," ucap Nara terkekeh, Noah yang melihat itu hanya memasang wajah datarnya dia masih kesal sampai sekarang Nara bahkan tidak membujuknya saat tahu jika ia sedang marah.


"Kau ini jangan asal kalau bicara, cepat minta maaf!" ucap Oma Rasti.


"Hahaha Nara cuma bercanda Oma."


"Tapi becandaan mu tidak lucu."


"Yang bener!" ucap Oma lagi. Nara menghela nafas panjang selalu saja jika dengan Omanya ini, selalu suka memperpanjang masalah.


"Kak Noah yang tampan Nara minta maaf," ucap Nara sembari meletakkan minuman yang baru ia buat tadi.


Noah hanya berdehem membalas ucapan maaf Nara membuat Nara kesal saja. Oma yang melihat interaksi tidak biasa dari Nara dan Noah pun mencium roman-roman cinta dari dua manusia ini.


"Ayo kak aku antar kedepan katanya kak Noah tadi mau pulang," ucap Nara beranjak berdiri ia menatap kesal pada Noah.


"Kenapa terburu-buru bukannya baru sampe diminum dulu itu minumannya," ucap Oma Rasti. Noah yang akan menjawab langsung disahut cepat oleh Nara.


"Kata kak Noah tadi dia gak haus mau cepet-cepet pulang. Mau cepet istirahat, iya kan kak." Nara tersenyum paksa dengan mata melotot agar Noah membantu kebohongannya.


"Apa bener Noah?"


"Iya Oma," jawab Nara.


"Kamu Noah?" ucap mama datar membuat Nara langsung bungkam.


"Maaf," ucapnya.


"Iya Oma Noah langsung balik aja mau istirahat capek juga habis perjalanan tadi," ucap Noah dengan senyuman pada Oma dan dia menatap tajam pada Nara itu semua tak luput dari pandangan mata tajam Oma.


"Baiklah, sering-sering main kesini kamu anak yang baik tidak seperti Nara, anak nakal!" ucap Oma dengan tawanya.


"Oma..." rengek Nara


"Sudah antar Noah kedapan!"


"Ayo kak!" ajak Nara ketus. Noah mengekori Nara dari belakang dengan wajah kesalnya.


Sesampainya didepan rumah, Noah langsung menarik tangan Nara ke taman belakang. Dengan wajah datar tanpa ekspresi dan tak memperdulikan pertanyaan Nara yang membawanya tiba-tiba.

__ADS_1


"Apa!" ketus Nara.


"Kamu yang apa?"


"Apa sih gajelas banget."


"Yang harusnya marah itu aku kenapa sekarang jadi kamu yang marah?" ucap Noah datar.


"Siapa yang marah dan kenapa kamu marah?"


"Dasar nggak peka, yaudah aku balik aja." Noah membalik tubuhnya akan pergi namun pergelangan tangannya ditahan oleh Nara, Nara menariknya membuatnya berbalik ke belakang.


"Kamu kenapa sih?"


"Gak papa-papa, udah aku mau balik."


"Kalau aku salah ngomong jangan diem aja!"


"Lha kamu ngerasa buat salah nggak?"


"Nggak," ucap Nara polos membuat Noah berdecak kesal.


"Kalau nggak yaudah aku mau balik."


"Nggak boleh." Nara merentangkan tangannya tidak memberi jalan pada Noah.


"Apa lagi!"


"Bilang dulu aku salah apa?"


"Kamu gak salah, udah biarin aku pulang." Nara masih tetep tidak memberi jalan pada Noah.


"Terus siapa yang salah?"


"Nggak ada yang salah Nara Anastasya." Noah menggeram kesal.


"Kalau nggak ada yang salah terus kenapa kamu marah, kamu PMS?"


"Jangan ngawur kalau ngomong." Noah gemas sendiri dengan kelakuan Nara, ia mengacak rambut gadis itu gemas sekaligus kesal karna Nara yang tidak peka.


"Dasar anak kecil, aku pulang dulu jangan banyak omong, cepet istirahat entar aku jemput. Jangan lupa, dandan yang cantik ya sayang!" ucap Noah lalu mencium kening Nara lama.


"Tutup mulutmu! kasihan cacing dibawah entar kehujanan." Noah tertawa kecil lalu pergi meninggalkan Nara yang masih mematung itu.


Nara menutup mulutnya seketika lalu mengusap area bibirnya namun tidak ada bekas air liur sama sekali disana. "sial dia mengerjaiku," ucap Nara kesal sekaligus tersenyum.


Astaga jantungku!


Nara memegang area jantungnya yang berdetak lebih cepat lalu memegang kening yang baru saja dicium Noah tadi.


"Dia menciumku? aaa dia itu senang sekali mengambil kesempatan dalam kesempitan," ucap Nara kesal tapi bibirnya tidak henti untuk tersenyum dan pipinya yang merah merona itu.


Noah kembali kedalam mobilnya dengan wajah sumringah kekesalan nya pada Nara telah menguap begitu saja ia malah tersenyum sendiri melihat wajah mematung Nara tadi yang ia rasa sangat menggemaskan itu.


"Anak kecil," ucap Noah dengan tertawa untung saja didalam mobil kalau diluar mungkin ia sudah dikira orang gila.


babang Noah😚💓ganti ya visualnya kalian nyadar gak sih yang aku kasih waktu itu foto Noah sama Galen sama orangnya🤣maap lah mata gak jeli😭🤣








dedek Nara







__ADS_1


like vote Jan lupa lah aku kesel deh jadinya doubel up yang awal yang like cuma dikit kalau di-like akhirnya doang aku up satu aja tiap hari😭please hargai aku kasih jempol aja udah seneng aku yang💓🤣


__ADS_2