Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Tunangan


__ADS_3

Setelah satu minggu penuh menjalani Ujian kenaikan kelas. Kini tibalah mereka pada hari yang di nantikan oleh keluarga Wijaya maupun Keluarga Dirja. Pasalnya, hari ini anak mereka akan bertunangan. Terlihat jelas raut bahagia dari kedua belah pihak.


Lain halnya dengan gadis mungil yang sejak tadi terlihat gelisah disamping kedua orang tuanya. Dia terlihat beberapa kali meremas tangannya sendiri.Meski begitu ia terlihat cantik dengan dress Brukat Salem tanpa lengan dan panjangnya hingga lutut. Dia terlihat anggun dan dewasa.


Tamu undangan yang hadir kebanyakan dari kolega bisnis keluarga Wijaya dan sahabat mereka, dan disana terliha juga sahabat dari Daffa Wijaya yaitu David yang merupakan teman sekelas Audry juga.


"Ayah, Bunda, Riry ke toilet bentar." Pamitnya pada kedua orang tuanya.


"iya, jangan lama-lama sayang, Acaranya sebentar lagi di mulai." Ujar sang Bunda, yang diangkuki oleh putrinya.


☆☆


Ditoilet Audry hanya mondar mandir tidak jelas. Sesekali ia melihat penampilannya dicermin untuk berlatih tersenyum. Sudah lima menit ia berada disana melakukan hal yang sama.


Baru saja ia berniat keluar, tiba-tiba ia mendengar suara seseorang yang ia kenal sedang berbicara melalui telpon, membuatnya mengurungkan niat dan hanya mendengar apa yang orang itu katakan.


"Iya baby, aku lagi ada acara keluarga." Ucapnya dengan seseorang disebrang sana.

__ADS_1


"Besok aja ya kita keluar makannya." Ucapnya lagi.


"Iya aku janji Baby, Besok bisa." Ucapnya lagi.


"oky. see you baby." Ucapnya mengakhiri telpon. Audry hanya diam di balik pintu menunggu hingga orang itu pergi dari toilet. Setelahnya baru ia keluar dan menuju ketempat kedua orang tuanya.


☆☆


Acara Pertunangan putra kedua keluarga Wijaya dan putri sahabatnya telah dimulai. MC meminta kedua pasangan itu untuk bertukar cincin. Daffa meraih jari Audry dan menyematkan Cincin di jari manisnya. Giliran Audry melakukan hal yang sama.


"Akhirnya kalian tunangan juga, mama seneng."Ucap Rima mencium pipi Daffa dan Audry secara bergantian.


"Oh ya, Kita nginap di hotel ini kan pa malam ini?"Ujar Rima pada sang suami.


"Iya ma, soalnya tamu papa dan Danu, banyak yang dari luar kota." Ucap Septian


"Ya Udah kalian berdua ngobrol aja, Papa, mama dan mertua mu kesana dulu, bertemu kolega bisnis papa." Pamit Septian pada anak dan calon mantunya.

__ADS_1


Setelah kepergian kedua orang tua masing-masing, mereka hanya diam seperti biasanya.


"Kenapa cemberut? kamu tak bahagia dengan acara ini?" Ucap Daffa memulai pembicaraan.


"Memang kamu bahagia?"Ucap Audry tanpa menatap kearah Daffa.


"Seperti yang kamu lihat."Ujar Daffa santai.


"Kenapa kamu tidak menolak saja dan memilih kekasih mu?." Gumam Audry pelan, yang dapat didengar Daffa disampingnya.


"kenapa? Bukankah sekarang aku bersama tunangan ku?"Ucap Daffa masih dengan nada Santainya.


"Tunangan? kenapa kau tidak menolak saja pertunangan ini?!"Kesal Audry ketus.


"Kenapa aku harus menolaknya?" Ujar Daffa.


"Bukankah kau punya kekasih?" Ujar Audry kesal

__ADS_1


"Bukankah aku juga sudah punya tunangan mulai sekarang?" Ucap Daffa yang membuat Audry makin jengkel.


"Berhenti menjawab pertanyaan ku dengan pertanyaan juga!." Ucap Audry geram. Daffa hanya Menggerling bahu santai sebagai jawaban, yang membuat Audry tambah geram dengan sikap menyebalkan sang tunangan.


__ADS_2