
"Gimana? elo setujuhkan?" Tanya Sisi karena melihat Audry tak kunjung menyetujuih idenya itu.
"Ngak ada cara lain apa? gue ngak mau, ntar gue dikira cewek ngak bener lagi, udah punya suami tapi deket deket sama cowok lain." tolak Audry. Ia sangat tidak setuju dengan ide sisi yang menurutnya tidaklah wajar untuk gadis bersuami seperti dirinya.
"Terus gimana donk.?" Sisi frustasi.
"Gini aja, Elo buat dia jatuh cinta sama elo aja" Saran Serly yang diangguki oleh Sisi dan Manda.
"Caranya?" Tanya Audry.
"Tapi jangan yang macam macam ya" Memperingati ketiga sahabatnya.
"Diawali dari elo perhatian ke dia. Misalnya kalau dia mau mandi elo sediain air." Ucap Serly.
"Tiap hari mala." Jawab Audry cepat.
"Elo harus berfikir positif tentang dia, kalau dia salah elo ingatin aja dan beri dia kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya itu." Tambah Sisi yang diangguki Serly.
"Perbaiki komunikasih sama dia, jangan diajak berantem mulu." Tambah Sisi lagi.
"Dan yang paling penting, elo harus tampil menarik didepan dia. Belajar dandan biar suami betah dirumah, ngak kelayapan keluar cari cewek lain. Maklum sekarang pelakor berkeliaran dimana mana." Lanjut Sisi lagi.
"Wah kayanya elo berpengalaman banget nih?" Ledek Serly.
__ADS_1
"Ck, pengalaman dari mananya gue. Orang gue share digoogle kok.wkkkkk" Balas Sisi yang membuat ketiga sahabatnya ikut tertawa.
"Dasar elo. Kalau share digoogle doang mah gue tau." Ujar Manda keki sendiri mendengar penjelasan Sisi.
"Kalau elo tau, kenapa ngak elo lakuin?" Balasnya.
"Kan keduluan sama elo." Alasannya.
"Ck, bilang aja elo ngak ngotak buat buka google segala wlek." Ledeknya.
"Udah ngak usah ribut!" Lerai Serly.
"Kalau begitu mari kita mulai dari penampilannya Audry." Lanjut Serly. Ia menarik tangan Audry untuk berdiri.
"Tinggal rambutnya, kita buat agak sedikit bergelombang agar terkesan ****." Tambahnya membuat Audry yang polos melongo.
"Eh ngak mau. Bisa marah mertua gue liat gue tiba tiba pakai yang **** ****" tolak Audry. Secara diakan masih SMA kelas tiga, masa udah **** sexian sih!!!!
"Bukan **** seperti itu Audry sayang ku. Tapi rambut elo aja yang mau kita rubah." Jelas Sisi lagi. Diantara mereka berempat memang Sisi lah yang paling centil dan peminim.
"Ayo kita ke salon." Ajak Serly Antusias. Ia menarik pergelangan tangan Audry dan menyeretnya kesalon yang ada dilantai tiga.
Sampai disalon
__ADS_1
"Mba saya mau rambut teman saya dipotong, eh maksudnya dirapihin" Pinta Sisi pada pegawai salon.
"Baik mba." Jawabnya.
"Mari mbanya duduk disini," Pintanya lagi. Audry mah nurut aja.
"Poninya juga mba, pokoknya sesuai gitu sama pipinya yang chuby." Tambah Sisi. Pegawai salon pun mengangguk.
"Eh kok gue baru sadar ya Ry." Ucapan Sisi Ambigu, membuat ketiga sahabatnya mengernyit bingung. Serly dan manda ikut krimbat.
"Sadar kenapa?" Tanya Audry. Ia hanya melirik pada Sisi.
" Ternyata rambut elo warnanya ngak hitam." Terang Sisi membuat kedua temannya yang lain menengok kearah Audry.
"iya ya, gue juga baru sadar rambut gue warnanya kecoklatan kaya gini. Secara Authornya ngak jelasin dari awal rambut gue warnanya apa wkkkk." Is bercanda nih si Audry.
"Lupa kali Authornya. Kebanyakan beban hidup wkkkkk." Is ngajak ribut nih si Sisi.
"Dihitamin aja kali ya rambut elo." Tanya Sisi pada Audry.
"Ngak ah. Itukan ngak natural Si." Tolak Audry.
"Ya udah, kita ubah modelnya aja. Kali ini elo pakai poni, pasti imot tu." Ucap Sisi lagi. Audry mah pasra aja.
__ADS_1
Author be like: Pada Gibahim saiia, nanti saiia gak jadi lanjutin cerita ini dan ceritanya si serly baru tau rasa😏