Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Acuh


__ADS_3

Hingga hari sudah akan gelap barulah Daffa kembali kekamar mereka. Dengan perlahan ia membuka pintu kamar. Didapatinya Audry tengah tidur tengkurep diatas tempat tidur menggunakan dresnya.


"Apa dia keluar tadi?" Ucap Daffa pada dirinya sendiri saat memperhatikan pakaian yang digunakan istrinya.


"Tapi kata Ressepsionis, Dia tak keluar dari tadi pagi." Ucapnya lagi. Lama ia memperhatikan wajah istrinya yang saat ini terlelap, tak ada bekas makeup disana. Setelah lama mengamati wajah Audry, ia masuk kekamar mandi membersihkan diri.


Tak butuh waktu lama Daffa sudah keluar dari kamar mandi dengan baju tidurnya. Matanya melirik kearah tempat tidur. Disana Audry yang baru saja bangun sedang duduk bersandar dan memain ponselnya.


Daffa berjalan acuh menuju sofa dan menyalakan televisi, tak ditegurnya sang istri yang tengah menatapnya. Audry yang ingin menegur Daffa karena lama kembali pun diurungkannya. Ia memilih masuk kekamar mandi guna membersihkan diri.


"Kenapa dia acuh begitu? " Ucap Audry bingung. Karena baru pertama kali Daffa bersikap acuh seperti itu pada orang lain bahkan padanya.

__ADS_1


"Dia tidak tahu apa, aku bahkan tak makan apapun dari tadi pagi selain cokelat yang aku bawah dari rumah!" Ucapnya kesal. Ia memandangi wajahnya pada pantulan kaca didinding kamar mandi.


"Tau begini aku tak mau ikut kesini..hikz" Ucapnya lirih. Bahkan matanya sudah berembun.


Dengan segera ia mandi dan mengganti bajunya dengan baju tidur. Setelah selesai ia pun keluar. Dilihatnya kearah sofa dimana Daffa tengah duduk sambil bermain ponsel dan sedang tersenyum menatap ponselnya.


'Dasar ngak punya perasaan!' Gerutu Audry dalam hati. Ia segera naik ketempat tidur dan bersandar pada kepala tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


Tak selang berapa jam, terlihat Daffa berjalan kearah tempat tidur. Audry hanya melirik dengan ekor matanya. Tapi yang buat ia bingung, bukannya naik ketempat tidur Daffa malah mengambil bantal dan membawanya kearah sofa tanpa menyapa atau menjahilinya seperti biasa.


'Jadi dia akan tidur disofa malam ini? apa karena gadis tadi pagi?' begitu fikir Audry. Ia pun memilih membaringkan diri ditempat tidur dengan begitu banyak pertanyaan dibenaknya akan sikap Daffa hari ini padanya.

__ADS_1


Bahkan hingga tengah malam Audry tak bisa tidur. Banyak pertanyaan yang muncul difikirannya mengenai gadis yang ditemui Daffa tadi pagi. Ditambah dengan perutnya yang mulai terasa peri karena tak makan seharian ini.


'Ah, aku laper, tapi cokelat ku sudah habis. Lantas kemana aku mencari makan ditengah malam seperti ini?' batin Audry lirih.


Tanpa membuat suara berisik Audry berjalan mendekat kearah sofa. Disana Daffa sudah terlelap. Ingin membangunkannya, tapi Audry takut Daffa akan marah, mengingat sikap acuhnya tadi.


Ia pun berjalan mendekat kearah kulkas yang ada dipojok kamar hotel. Saat membukanya hanya ada dua lembar roti tawar dan susu.


"Syukurlah, walaupun ini tak bisa membantu, tapi bisa mengurangi rasa laper gue." Ucap Audry lirih dengan mata yang mulai berkaca kaca. Ia berjalan kearah tempat tidur dengan roti dan susu ditangan kanannya dan air dingin ditangan kirinya.


Sampai ditempat tidur Ia pun memakan roti itu hingga tandas.

__ADS_1


__ADS_2