
Keesokan harinya
Sama seperti hari kemarin, Saat bangun tidur Audry lagi lagi tak mendapati Daffa berada dikamar. Ia berfikir positif. Mungkin hari ini Daffa bangun pagi untuk joging atau berenang kepantai.
Ia pun memilih membersihkan diri dan akan menyusul Daffa keluar. Setelah selesai dengan urusan bersih membersih dan berdandan Audry pun keluar. Hari ini ia memakai dres warna hijau tosca selutut.
"Kemana dia?" Ucap Audry mengedarkan pandangannya. Ia berjalan kearah kedai depan hotel siapa tahu Daffa disana fikirnya. Tapi ternyata Daffa tak ada disana, karena lapar Audry pun memesan makanan dan juga minuman.
Setelah makan Audry berniat mencari Daffa kepantai. Ia berjalan menyusuri bibir pantai. Tapi ternyata disana pun Daffa tak ada. Hingga ia memutuskan untuk kembali kehotel.
Tibanya diloby hotel, Langkah Audry terhenti saat lagi lagi ia melihat Daffa dengan gadis yang sama dengan kemaren tengah berjalan beriringan menuju luar hotel. Pandangan mereka bertemu, Audry menatap datar pada kedua orang tersebut. Dengan berlari kecil ia meninggalkan loby hotel menuju kamar mereka.
"Dasar tidak punya perasaan! gue nyariin dia keliling kesana kemari, ternyata dia lagi kencan sama pacarnya. Dasar menyebalkan!!!" Teriak Audry sepanjang koridor hotel. Ia sangat kesal dengan Daffa.
Sampai dikamar ia pun membereskan semua pakaiannya kedalam koper dan segera menggerek kopernya keluar kamar.
__ADS_1
"Mau kemana?" Tanya Daffa santai diambang pintu. Ia menutup pintu dan bersandar disana.
"Pulang!" Ketus Audry. Ia bahkan tak mau menatap Daffa sedikitpun.
"Minggir!" Ucap Audry Ketus. Tapi bukan Daffa namanya kalau mau menuruti perintah orang lain. Ia bahkan tak bergeming sedikit pun.
"Gue bilang minggir!"Ucap Audry kesal. Ia bahkan menarik tubuh tegap Daffa. Tapi sayang tenaganya tak mampu membuat Daffa menyingkir dari tempatnya.
"Kenapa?" Ucap Daffa masih dengan gaya santainya. Audry mengernyit bingung. Masih nanya kenapa?
"Menurut lo?!" Dengan nada tak bersahabat Audry mengucapkannya. Daffa tetap tak bergeming ditempatnya.
"Udah sana minggir!" Teriak Audry.
"Lagian kenapa sih elo disini, kenapa ngak pergi aja sama pacar elo itu!" Ucapnya lagi.Daffa tersenyum tipis.senyuman yang tak mampu ditangkap mata Audry.
__ADS_1
"Cemburu?" Tanya Daffa sok kepedean. Audry memutar bola matanya jengah.
"Ngak usah kepedean!" Gitu ucap Audry ketus. Daffa hanya mengulum senyum geli melihat raut kesal sang istri.
"Aku tahu kamu cemburukan?" Ucap Daffa lagi dengan gaya sok pedenya. Membuat Audry mendengus sebel.
"Udah deh, ngak usah nyebelin. Lagian ngapain aku cemburu sama cewek ngak jelas kaya dia!" Teriak Audry kesal. Bahkan ia tak sadar berkata aku bukan gue. Daffa terkekeh mendengar ucapan sang istri.
"Oh ya?" Ucap Daffa, kali ini wajahnya berubah serius. Ia berjalan mendekat kearah Audry membuat gadis itu beringsut mundur.
"K-kamu mau apa?" Ucap Audry gagap. Ia semakin memundurkan langkahnya. Bukannya menjawab Daffa semakin melangkah. Hingga pergerakan Audry terhenti karena terhalang tempat tidur.
"Dengar, baik kau maupun aku. Harus tetap berada dikota ini hingga lima hari." Ucap Daffa dengan wajah seriusnya menatap lekat manik mata cokelat gadis didepannya.
"Kau paham!" Ucapnya serius. Seperti terhipnotis, tanpa sadar Audry mengangguk, membuat Daffa tersenyum tipis dan mengecup bibir Audry sekilas membuat gadis itu mengerjap beberapa kali. Daffa terkekeh melihatnya.
__ADS_1