
"Kakak ngapain disini?" Tanya Audry bingung.
"Ngak ngapa ngapain. Pengin kesini aja." Jawab Haikal asal.
"Kakak punya adek sekolah disini?" Introgasi Audry lagi membuat Haikal tersenyum tipis.
"Ngak. Kan Aku udah bilang, pengin kesini." Masih dengan jawaban yang sama membuat Audry memicingkan mata. Sementara dibangku kantin yang lain Daffa mendengus sebel menatap pada Audry dan Haikal.
"Ck, tadi gue dicuekin, giliran cowok itu diajak ngobrol." Gerutunya.
"Elo kenapa Daff?" Tanya Sinta yang melihat raut kesal Daffa.
" Ngak kenapa napa!" Ketusnya. Ia beranjak dari kursi meninggalkan kantin dengan wajah dongkol yang tak bisa ditutupi. Sementara David dan Sinta menatap kepergian Daffa dengan tatapan bingung.
"Apa karena cowok itu dia merubah gaya rambutnya?" Monoloqnya sepanjang jalan menuju ruang Osis.
"Brengsek! Siapa sih cowok tadi?!" Upatnya kesal. Sampainya diruang Osis ia duduk dikursi kebesarannya.
☆☆
__ADS_1
Jam Istirahat berakhir dan kini Audry dan teman temannya sudah berada didalam kelas.
"Eh gue dengar dengar nih ya, guru Fisika kita diganti deh sama guru baru." Ujar Serly membuat perhatian ketiga sahabatnya teralihkan kearahnya.
"Kata siapa?" Tanya Manda
"Gue tadi dari ruang guru, ngak sengaja dengar sih kata bu Lili gurunya cowok." Jelas Serly. Sementara ketiga sahabatnya hanya mangut mangut saja mendengarnya.
tok..tok..
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian seisi kelas. Mereka semua menoleh secara serempak kearah pintu.
Saat pintu terbuka masuklah seorang pria tampan berpakaian rapi membuat para cewek dikelas itu menatapnya kagum.
"Walaikum salam." Jawab mereka serempak. Tapi tidak dengan Daffa ia menatap tak suka pada sosok didepan sana.
'Jadi dia guru baru disini?' Gumamnya sambil menatap tak suka pada pemuda didepan sana.
Sementara itu pemuda tersebut tersenyum manis kearah Audry yang dibalas pula oleh Audry membuat Daffa yang melihatnya dibangku belakang semakin kesal.
__ADS_1
'Giliran sama gue mukanya datar kaya jalan tol. Sama guru baru itu senyam senyum.' Gerutunya lagi dalam hati.
"Perkenalkan Nama Saya Haikal Fajar Adinata." Pemuda tersebut memperkenalkan Diri.
"Saya guru Fisika yang baru menggantikan pak Agus guru yang lama karena dipindah tugaskan ke luar kota." Lanjut Haikal lagi.
"Baiklah apa ada pertanyaan?" Haikal menatap pada Audry sekilas yang saat ini juga sedang memperhatikannya. Lalu menatap keseluruh penghuni kelas.
"Bapak sudah menikah?" Tanya salah satu siswa perempuan dikelas tersebut. Haikal tersenyum kearah siswa wanita tersebut sebelum menjawab pertanyaannya.
"Saya masih single, dan belum menemukan pendamping." Ntah kenapa saat mengucapkan jawaban terakhirnya mata Haikal beralih pada Audry yang saat ini juga menatap kedepan tempatnya berdiri.
Mendengar itu siswa perempuan dikelas tersebut mengembangkan senyum mereka, berbeda dengan para siswa laki laki yang bersorak mengejek para siswa perempuan.
"Baiklah apa masih ada pertanyaan?" Ucap Haikal lagi yang dibalas gelengan kepala para siswa itu serempak.
"Baiklah sekarang kita lanjut ke materinya ya." Ujarnya lagi.
"Sampai dimana materinya kemaren." Tanya Haikal
__ADS_1
"Listrik Statis paaaakkkk." Teriak para siswa perempuan antusias membuat Haikal terkekeh geli. Tapi matanya kembali melirik Audry yang terlihat biasa saja tak seantusias teman teman sekelasnya. Membuat Daffa yang sejak tadi memperhatikan gerak geriknya mendengus kesal ditempatnya.
"Sekarang kita lanjut ke materi Medan Magnet ya." Ujar Haikal. Ia pun mulai menjelaskan materi materi yang ada dibuku paket didepannya sambil sesekali mengajak para muridnya itu bercanda.