
"OMG! Dari tadi pagi kita bersama dia, dan elu belum bisa bedain sifat dia?!" Ngak habis fikir Sisi dengan keluguan sahabatnya ini.
"Sebaiknya elu hati hati sama dia Ri." Lanjutnya lagi.
"Gue ras-" Kalimat penyangkalan yang ingin Audry lontarkan harus terhenti saat, seseorang menyebut nama mereka.
"Audry? Sisi?" Audry dan Sisi serempat menengadah menatap seseorang yang menyapa mereka tersebut.
"ck!" Decak Sisi sambil memutar bola mata jengah pada sosok dihadapan mereka itu. Berbeda dengan Audry yang selalu menunjukkan sikap ramahnya pada siapa pun.
"Siang pak." Sapa Audry.
"Pak? kan kakak sudah bilang, kalau di luar sekolah panggil Kakak saja." Sisi mendengus sebel mendengar ucapan guru menjengkelkan mereka itu.
"Eh iya lupa kak." Audry tersenyum canggung. Sementara Sisi hanya diam dengan raut wajah jengah menatap guru tampan yang menurutnya sok ganteng itu.
"Kalian habis belanja yah?" Basa basi Haikal.
"Enggak. Kami habis clubing!" Jawab Sisi ketus. Audry menyenggol kecil lengan Sisi sebagai peringatan. Tapi sahabatnya itu tak acuh saja.
"He iya kak." Tersenyum canggung.
"Kakak juga mau belanja?" Tanya Audry lagi.
"Ngak dek. Cuma mau jemput adek kakak aja." Tersenyum hangat memandang gadis mungil dihadapannya.
"Oh. kalau gitu, Audry sama Sisi duluan yah kak." Pamit Audry, karena sejak tadi ia mendengar sahabatnya beberapa kali mendengus disampingnya.
__ADS_1
"Loh, kok buru buru gitu?" Seakan belum puas ngobrol dengan gadis yang ia suka.
"Ia kak, soalnya takut orang rumah nyariin. hehe" Diakhiri dengan tawa canggung.
◇◇
Tiga Minggu Kemudian
Sudah seminggu para siswa dan siswi SMA Bakti Bangsa menjalankan Ujian Nasional untuk murid kelas X11. Hari ini merupakan hari terakhir mereka menjalani UAN.
"Ry," Panggil sisi.
"Iyah"
"Selesai Ujian, Rencannya elo mau ngapain?"
"Emang elu sama si kunyuk ngak ada rencana liburan gitu?" Tanya Serly.
"Daffa ser, Daffa." Jawab Audry sebel. Karena sahabatnya yang satu ini, masih saja tak percaya dengan Daffa.
"Iyah iyah. Daffa si Ketos Resse dan playboy maksud gue" Ujarnya, membuat Audry mendengus sebel.
"Suka suka elu aja deh Ser."
"Ck, dasar bucin."
"yeah biarin, sama suami sendiri."
__ADS_1
"Suami?" Pertanyaan itu menghentikan langkah ke empat gadis itu. Ke empatnya serempat menoleh ke arah suara tersebut berasal.
"Pak Haikal?" Sentak mereka berempat.
"Suami? maksudnya apa?" Ulang Haikal lagi.
"Ck, dasar kepo!" Decak Sisi tak suka.
"Eh, gini pak, kami itu lagi bicarain boyband asal korea itu loh. yg membernya ada 7." celetuk manda
"Nah, kami nganggap mereka bertujuh suami. hehe" lanjutnya lagi.
"Oh gitu. Saya kira kamu sudah nikah Audry." Ujar Haikal pada gadis mungkil itu.
"A_anu pak." Ucapan Audry gagap
"Kalau udah nikah emang kenapa? urusannya sama situ apa?" Jawab Sisi ketus.
"Si." Tegur Audry dan Serly bersamaan.
"Apa sih! Lagian yah Ry, gue ngak suka lu dekat ama nih guru gaje!" Ujar Sisi emosi, sambil melenggang pergi menuju parkiran.
"Dia kenapa sih?" Tanya manda bingung dengan sikap sahabatnya itu.
"Ntah." Jawab Serly, mereka bertiga masih memandang kearah punggung Sisi yang mulai menghilang dibalik tembok.
"Ehm." Dehaman itu mampu mengalihkan perhatian ketiga gadis lagi.
__ADS_1
Maaf Baru Update. Akhir akhir ini saya lagi ngak mood buat update. Ayah saya baru aja meninggal🙏🏻. Beliau sakit udh 3 tahun.