Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
My Beloved Wife


__ADS_3

"OMG ngak mungkin gue suka sama laki lo yang tukang PHP!" Jelas Serly tak terima dengan pemikiran sahabatnya itu. Audry menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Berarti cincin kemaren itu, benaran cincin tunangan elo?" Ucap Manda Antusias. Mala mendapat tatapan tajam dari ketiga sahabatnya.


"Kenapa elo sesenang itu? Padahal saat ini kebahagian Audry sedang dipertaruhkan!" Ucap Sisi Geram dengan tingkah manda.


"Ck, Emang lagi perang dipertaruhkan." Cibir Manda.


"Dasar Ogeb!" Ucap Sisi dan Serly bersamaan.


Percakapan mereka harus terhenti karena kehadiran bu Lili guru Biologi yang akan mengajar dikelas mereka saat ini.


"Assalamualaikum dan Selamat pagi semua." Salam bu Lili sebelum memulai pelajaran.


"Walaikumsalam bu!!" Jawab mereka serempak.


"Baiklah sekarang kalian buka halaman 40 BAB 4 PEMBELAHAN SEL."Perintah bu Lili.


"Selanjutnya kalian buka halaman 43 dan isi soal yang ada disana dan besok kalian kumpulkan kemeja ibu." Perintah bu Lili lagi.

__ADS_1


"Baik bu." Jawab mereka serempak.


"Baiklah, Ibu pamit dulu." Pamit bu Lili yang diangguki antusias para murid XII IPA2 itu.


Sepeninggalan Ibu Lili. Kembali keempat gadis itu melanjutkan obrolan mereka tadi yang belum selesai mereka bahas.


"Eh Ry, gue penasaran deh." Ucap Manda ambigu. Ketiga mengernyit bingung.


"Penasaran kenapa?" Ucap Ketiganya kompak dengan alis tertaut memandang kearah Manda.


"Kan kemaren kalian udah honeymoon tuh, gimana rasanya malam pertama? hehehe." Ucap Manda berniat mengoda Audry. Tapi mala membuat ketiga sahabatnya menatapnya horor.


"Dasar P'A!" geram Serly menoyor kepala manda yang Oonnya kelewat batas. Sementara itu Audry melongo mendengar pertanyaan dari manda.


"Hahaha... Emang bini durhaka ya elo." Tawa Manda dan Sisi pecah. Audry hanya menggerling bahu acuh. Sementara Serly cuek aja.


Sorenya jam pulang sekolah.


Daffa sudah stay didalam mobilnya sambil bermain ponsel dan menunggu sang istri menghapirinya.

__ADS_1


Tak selang berapa lama terlihat Audry dan ketiga sahabatnya berjalan mendekat kearah mobil Daffa.


"Gue balik duluan ya." Pamit Audy pada ketiga sahabatnya saat sudah sampai disamping mobil.


"Ok, besok minggu janji ya kita Shoping bareng." Ucap Sisi antusias. Audry hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil.


"Eh Daff, Awas elo ya, kalau berani macam macam sama Audry!" Ancam Serly pada Daffa.


"Gue ngak macam macam, cuma satu macam doank, iyakan Wife." Ujar Daffa santai. Membuat Ketiga sahabat Audry mendengus sebel. Sedangkan Audry tak menanggapi ocehan suaminya.


"Ok Girl's. Me and my beloved wife go home first. bye." Ucap Daffa dan melambaikan tangannya pada ketiga gadis itu dan berlalu dari halaman sekolah. Audry melongo mendengar ucapan sok romantis suaminya. Beda halnya dengan ketiga sahabatnya. Mereka bertiga hanya menghelai nafas.


"Kenapa?" Ucap Daffa heran melihat tatapan tak percaya istrinya.


"Ng-ngak ada apa apa." Ucapnya dan mengalihkan pandangan keluar jendela.


"Oh ya, ini ATM kamu." Ucap Daffa sambil menyerahkan sebuah kartu berwarna biru ketangan Audry membuat sang istri mengernyit.


"ATM aku? tapi ATM aku ada kok ditas tadi." Ucap Audry bingung. Daffa menatap sekilas istrinya lalu tersenyum.

__ADS_1


"Sekarangkan kamu istri aku." Ucap Daffa menggantungkan kalimatnya.


"Jadi mulai sekarang aku yang harus nafkahin kamu. Bukan ayah lagi." Lanjut Daffa dan kembali fokus pada jalan didepannya.


__ADS_2