Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Pertengkaran Serly dan Daffa


__ADS_3

Waktu terus berlalu, tak terasa sudah Dua bulan lebih aku bersekolah di SMA BAKTI BANGSA.Tak ada yang spesial selama dua bulan ini, selain ketiga sahabat yang begitu ku sayangi.


Seperti saat ini, bersama merekalah aku menghabiskan waktu di sekolah. Kadang bersama mereka juga aku bermain di luar sekolah. Terutama Serly, dia adalah salah satu sahabat yang pengertian.


"Eh itu Daffa sama David menuju kesini deh kayanya" Ucap Manda. Kami bertiga menengok ke arah yang di tunjuk manda. Benar saja, Saat ini kami ada ditaman samping sekolah.


"Hii Girl's, Pada ngapain nih?" Ucap Daffa dan langsung duduk di antara Aku dan Serly.


Sedangkan David, Dia memilih duduk di samping Sisi.


Saat ini Posisi kami, Ada Aku, Daffa dan Serly. Sedangkan di depan kami, ada Manda, Sisi dan David.


"Eh Daff, elu ngak ada sopan sopannya yah?!." Ucap Serly Ketus, yang saat ini posisinya sudah berdiri dan berkacang pinggang menatap Daffa.


"Emang gue kenapa?" Tanyanya dengan wajah tak bersalah.


"Siapa yang nyuruh elu duduk disini?!" Masih dengan nada yang sama, ketus dan tak bersahabat. Sementara aku dan yang lain hanya diam saja.

__ADS_1


"Emang kamu keberatan sayang kalau aku duduk disini?" Dia malah bertanya kepada ku yang sejak tadi diam saja disampingnya. Aku bingung harus menjawab apa. Tapi belum sempat aku merespon ucapannya, Suara Serly kembali menyita perhatian kami semua.


"Ck, Sayang pala elo peang.." Ucap Serly Jutek. Sedengkan Daffa hanya tertawa, dan memalingkan wajahnya ke arahkah ku kembali sambil tersenyum manis.Omg,, Gue Grogi liat senyumnya.


"Hmm, kalau mau saling tatap tatapan, jangan ditempat umum kali" Goda David yang sukses membuat pipi ku memanas, aku pun mendelik kearah kedua cowok Resse ini bergantian, bukannya takut, mereka malah terkekeh menatap ku, yang semakin membuat ku sebel.


Dan selanjutnya yang membuat ku terkejut, Si ketua Osis yang Resse dan menyebalkan ini, malah melingkarkan tangannya dibahuku. Dan tindakannya itu membuat sahabatnya yang juga memiliki sifat menyebalkan sepertinya, kembali melayangkan godaan kepada kami.


"Gimana menurut elu Vid? Kami serasi ngak?"Ia menarikku agar semakin mendekat kearahnya, yang buat ku menatapnya tajam. Aku menunduk malu, karena saat ini semua siswa yang ada ditaman menatap kami.


"Elu kalau mau caper and gombal! Cari cewek lain aja sana!" Teriak Serly berusaha menarik lengan Daffa dibahu ku. Sementara aku seperti orang bego, hanya diam saja menyaksikan berdebatan mereka.


"Elu cemburu yah?" Kali ini pertanyaan Daffa membuat ku yang tadinya menunduk, kini mengalihkan pandangan kearah serly yang sedang menatap Daffa tajam.


"Gue? Cemburu sama playboy kaya elo?" Serly menunjuk dirinya sendiri, dengan nada yang terkesen mengejek.


"Ck, kaya ngak ada cowok lain aja!" Sambungnya lagi.

__ADS_1


"Jangan fitnah" Kali ini kedua cowok Resse itu kompak mendelik kearah Serly. membuat aku, Sisi dan Manda melongo.


"Fakta kali, elu itu pla**yboy, lo kira gue ngak tau elu punya cewek banyak diluar sana?!" Serly terlihat sangat kesal.


"Gue pernah liat elu jalan sama Anak SMA Nusa Bangsa diMall sambil pelukkan." Setelah mendengar ucapan Serly barusan, aku menatap Daffa, ia malah tak beraksi sedikit pun dan mala menatap ku.


"Stop!!!!" Cegah ku saat melihat Serly akan kembali berucap.


"Daff, Lebih baik elo pergi." Usir ku padanya. Tapi lihat, dia tak bergeming ditempatnya.


Saat ini Mata kami tertaut satu sama lain, Aku bisa melihat bola mata hitamnya yang menenangkan, Alis yang tebal, hidung mancung, bibir merah yang tipis.


"Elo budek atau apa? Elo ngak dengar Audry nyuruh elo pergi!" Ucap Serly sinis, yang buat ku terlonjak kaget.


"Udah Ser," Ucap Manda dan Sisi bersamaan sambil memeluk Serly.


Akhirnya Daffa dan David beranjak dari taman dan pergi, tapi sebelum mereka pergi, Daffa tersenyum kearah ku, namun aku hanya menatapnya tanpa ekspresi. Dan setelahnya ia dan David pun berlalu.

__ADS_1


__ADS_2