Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Jatuh Cinta?


__ADS_3

"Gue ngak tau, tapi akhir akhir ini, gue ngerasa nyaman aja dekat sama dia." Jujur Audry. Ketiga sahabatnya saling melirik satu sama lain.


"Dia selalu marah kalau gue manggil dia Elo, buka aku seperti yang dia mau." Jelasnya lagi. Ia menceritakan kronologi ngambeknya Daffa saat mereka honeymon sampai mengacuhkannya dua hari karena meminta Daffa tidur disofa.


"Terus elo tanya ngak cewek itu siapa?" Tanya Sisi. Audry hanya mengangguk.


"Katanya sih teman lama." Ragu ragu ia menjawabnya.


"Terus?" Manda semakin penasaran.


"Apanya yang terus, orang paginya kami langsung pulang." jawab Audry polos. Manda berdecak sebel dengan kepolosan Audry.


"Maksud gue lanjut donk cerita lo." Gemes Manda.


"Setelah itu sikapnya dia itu kaya biasanya, perhatian ke gue." Jelas Audry.


"Tadi malam dia ngajak gue nginap diApartemen Abangnya dia." Lanjut Audry.


"Terus." Manda dan Sisi Antusias untuk mendengarkan.

__ADS_1


"Sampai disana dia pamit katanya mau ketemu sama temennya diCaffe." Ucap Audry. Ketiganya tak bersuara, mereka sedang menunggu kelanjutan cerita Audry.


"Hingga tengah malam, baru dia kembali. Dan saat gue beresin bajunya, disana gue cium parfume cewek," Lirih Audry. Serly yang mendengarnya sudah tersulut emosi.


"Ck, dasar Player!" Upatnya kesel.


"Tenang dulu Ser, kita dengar dulu kelanjutan cerita Audry." Ucap Sisi menenangkan Serly.


"Elo nanya ngak temannya itu cewek atau cowok?" Tanya Sisi. Audry mengangguk.


"Dia nanya gue cemburu apa ngak, kalau temennya itu cewek." Ucap Audry. Memang benarkan seperti itu jawaban Daffa.


"Terus perasaan elo kaya gimana saat tau dia ketemu cewek lain? Tanya Manda serius. Bisa serius juga bu?


"Gue bingung banget sama perasaan gue. Gue ngerasa kecewa, marah dan Ntahlah. Susah untuk dijelasin." Ucap Audry lirih. Bahkan semalam tak terasa air matanya menetes saat membayangkan apa yang Daffa lakukan dengan gadis itu.


"Kayanya elo udah mulai jatuh cinta deh sama dia." Ucap Manda membuat ketiga sahabatnya beralih menatapnya. Bahkan Serly menatapnya tak suka.


"Kenapa sih elo harus jatuh cinta sama player kaya siDaffa itu?!" Ucap Serly kesal pada Audry.

__ADS_1


"Ser, wajar donk Audry cinta sama Daffa. Dia kan suaminya. Yang harus disalahkan disini itu si Daffa, Udah punya istri masih aja ganjen!" Kesal Sisi yang diangguki Manda.


"Terus apa yang harus kita lakuin sekarang?" Tanya Manda.


"Gue ada ide." Sisi menatap ketiga sahabatnya dengan senyum jenakanya. Audry memicing, Aura Aura tidak mengenakan fikir Audry.


"Ide apa?" Tanya Serly cepat.


"Gue yakin 100%, Kalau si kunyuk Daffa sebenarnya udah cinta sama Audry, hanya saja dia belum yakin atau sadar kalau dia punya perasaan sama Audry." Jelas Sisi panjang lebar.


"Langsung keintinya, ngak usah bertele tele." Ujar Serly malas mendengar ocehan tak bermutu Sisi. Sisi berdecak sebel kearah Serly.


"Gimana kalau kita buat si Daffa cemburu dengan Audry?" Ucap Sisi. Audry melongo.


"Ngak mau ah." Tolak Audry.


"Dicoba dulu donk Ry." Bujuk Sisi.


"Kita coba aja, gue juga penasaran sikap lembut dan perhatiannya dia ke elo itu, apa emang karena sifat playernya atau emang udah ada rasa ke elo." Ucap Serly mengiyakan ide yang Sisi sarankan.

__ADS_1


"Gue juga setuju. Elo deket lagi aja sama sih edo." Saran Manda.


__ADS_2