Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
FlashBack


__ADS_3

Dengan emosi yang meluap ia mengendarai mobil dengan begitu kencang. Tak dihiraukannya setiap teguran dari para kemudi lain. Saat ia melewati jalanan yang sepi dia menepikan mobilnya,


Menarik nafas dalam dan memejamkan mata. Mengingat kembali pembicaraannya dengan kedua orang tuanya beberapa bulan yang lalu tentang perjodohannya dengan Audry.


☆☆***FlashBack☆☆


Diruang Keluarga kediaman Wijaya.


"darimana?" Ucap Tuan Septian ketika melihat putra bungsunya memasuki rumah.


"Dari caffe ketemu teman pa." Ucapnya dan menghampiri kedua orang tuanya diruang keluarga.


"duduklah dulu."Ucap Tuan Septian lagi pada putranya lagi.


"Ada apa pa?" Ucap Daffa duduk di depan kedua orang tuanya.


"kamu ingat sahabat papa yang dari luar kota?" Ucap Tuan Septian pada Daffa.


"Om Danu, yang anaknya baru pindah kesekolah kita itu?:Tanya Daffa memastikan.


"Hmmm,, jadi kamu sudah kenal sama Anak Om Danu?" Tanya Tuan Septian balik.


"Dia satu kelas dengan Daffa pa." Ucap Daffa.

__ADS_1


"Emang kenapa dengan Audry?" Ucap Daffa bingung.


"ah iya, Audry, jadi kalian sekelas?" Ucap Nyonya Rima antusias.


"iya, ma.."Ucap Daffa mengalihkan pandangannya kearah sang mama.


"Dan kenapa mama kelihatannya senang begitu?" Lanjut Daffa.


"*M*enurut kamu, Audry itu bagaimana?" Ucap tuan Septian sambil memperhatikan putranya dalam.


"maksud papa?"Ucap Daffa bingung.


"pendapat kamu tentang dia." Ucap tuan Septian lagi.


"Apakah dia cantik?" Pancing Nyonya Rima melihat reaksi sang putra.


"Cantik dan manis. Tapi cuek gitu ma." Ucapnya lagi sambil tersenyum membayangkan muka Audry, yang membuat kedua orangtuanya kembali tersenyum.


"Baiklah, sepertinya kamu sudah mengenalnya dengan baik, jadi papa langsung saja pada intinya sekarang." Ucap tuan Septian pada putranya.


"Jadi minggu depan pas diacara Universarry papa sama mama, sebagai kado buat kami berdua, papa sama mama minta kamu bertunangan dengan Audry." Ucap tuan septian lagi dan memandang dalam sang putra. Sementara Daffa kaget mendengar penuturan sang papa.


"Pa, kenapa mendadak gitu? Bu-" Ucap Daffa terpotong oleh tuan Septian.

__ADS_1


"Papa tidak mau dengar penolakan dari kamu." Ucap tuan Septian cepat memotong kata-kata Daffa yang hendak protes.


"Dengar Nak, Audry itu baik seperti yang kamu liat. Dan papa yakin dia bisa merubah kamu." Jelas tuan Septian.


"Merubah Daffa? Maksud papa" Tanya Daffa bingung.


"Tapi pa, apa tak sebaiknya kami pacaran dulu, baru tunangan?agar kami bisa saling mengenal." Ucapnya hati hati.


"Lebih baik kalian tunangan supaya kamu berhenti dari kebiasaan mu yang suka gonta ganti pacar."Ucap tuan septian membuat Daffa kaget.


"Jangan tanya papa tau darimana, karena kedua anak papa, sangat papa awasi dengan baik."Jelas tuan Septian lagi.


"Pa, Daffa belum siap." Ucapn Daffa lagi


"Papa sudah bilang tadi. kalau Papa tidak mau dengar penolakan dari kamu."Ucap tuan Septian menatap tajam pada putranya. Daffa menghelai nafas dalam.


"Baiklah, bagaimana kalau Audry menolak?" Ucap Daffa pada sang papa.


"Masalah Audry, kamu tidak usah khawatir." Ucap tuan Septian sambil menatap Daffa dalam.


"Jadi kamu jangan memberitahukan ini pada Audry. Biar jadi Surpraise."Ucap tuan Septian lagi. Daffa hanya mengangguk ragu mendengar rencana kedua orang tuanya. Dalam batin ia menggerutu. 'sepertinya dia akan membenci ku, liat saja ekspresinya tadi siang saat aku menggodanya'.


*☆☆*FlashBack off☆☆

__ADS_1


__ADS_2