
Maaf jika upnya suka lama dan sedikit🙏. Kemaren sempat sakit soalnya. Tapi lain kali janji akan up yang lebih banyak seperti biasanya..
______________
Sementara itu masih diwaktu yang sama tapi ditempat yang berbeda. Tepatnya digedung Apartemen Dika. Setelah Daffa pergi meninggalkan gedung tinggi tersebut.
Dengan wajah cemberutnya Audry melangkah memasuki lift. Didalam ia masih menunduk sambil memainkan ponselnya dengan segala gerutuannya.
"Sekalinya menyebalkan tetap saja menyebalkan." Gerutunya.
"Dia fikir aku akan berbaik hati setelah disogok dengan makanan seperti ini!"
"Dia fikir aku anak kecil apa pakai disogok!"
Ting
Bunyi Lift menghentikan gerutuannya. Ia menengada. Tapi tak ada yang masuk atau keluar. Keluar? bukankah dia sedang sendiri diLift saat ini? begitu fikirnya.
"Mau kelantai berapa?" Sapaan dari seseorang, Audry menengok kebelakang. Matanya membelalak saat menyadari jika ada orang lain dilift bersamanya.
"Nona? mau kelantai berapa?" Ulang orang tersebut karena Audry tak juga menjawab.
"Se...puluh." Ucap Audry gugu.
__ADS_1
"Oh baiklah, akan ku bantu kau pencet tombolnya." Mendengar itu Audry hanya mengangguk.
"Aku Haikal. Kau?" Ujar pria bernama Haikal itu sambil menjulurkan tangan kearah Audry.
"Audry." Jawabnya. Hanya itu tanpa membalas uluran tangan dari pria dihadapannya.Haikal menarik kembali uluran tangannya.
"Tinggal disini?" Masih berusaha mengajak gadis didepannya untuk bicara.
"Tidak.. Saya ke Apartemen kakak ipar saya." Jawab Audry. Haikal berOh ria menanggapinya.
"Kamu baru pulang sekolah?" Saat melihat seragam putih abu abu yang digunakan Audry. Dibalas anggukan kepala Audry.
"Kelas berapa?"
"Tiga." Balasnya singkat.
"Panggil nama saja."Balas Haikal. Audry kembali mengangguk.
"Aku kesini mencari Unit Apartemen yang kosong." Lanjutnya.
"Kalau dilantai sepuluh. Yang saya tau hanya ada satu unit kak." Beritahu Audry sopan.
"Maaf saya panggil kakak." Lanjutnya.
__ADS_1
"Tidak masalah. Ngak usah sungkan." Balasnya.
"Kamu sering kesini.?" Tanyanya. Dibalas gelengan kepala Audy.
Ting. Pintu Lift terbuka menghentikan obrolan mereka. Karena sampai ketujuannya Audry pun keluar dari Lift. Tapi saat langkahnya sudah mencapai luar. Haikal memanggilnya.
"Audry." Audry berbalik. Tapi Haikal tak juga bicara hanya menatapnya hingga pintu Lift kembali tertutup. Alis Audry tertaut.
"Aneh." Gumam Audry saat sosok Haikal telah hilang dibalik Pintu Lift. Ia pun memilih masuk keApartemen kakak iparnya itu.
Sampainya didalam ia langsung masuk lekamar mandi guna membersihkan diri.
Tak berselang ia pun keluar menggunakan handuk baru yang sudah tersedia dikamar mandi.
"Astaga, aku kan ngak bawa baju ganti" Pekiknya saat akan berjalan kelemari pakaian.
"Apa aku pakai bajunya Daffa aja ya" Monoloqnya pada diri sendiri. Ia kembali berjalan kearah lemari pakaian dan mulai memilih baju Daffa yang akan ia gunakan.
"Kalau aku pakai kaos hitam ini kaya udah pas deh." Monoloqnya lagi. Ia mengenakan baju kaos Daffa yang terlihat kebesaran pada tubuh mungilnya.
Setelah merasa sudah ia pun beranjak dari lemari, tapi sebelum langkahnya menjauh matanya menangkap sebuah benda yang tak asing dimatanya tepat disela lipatan baju yang ia ambil tadi.
"Inikan dompet ku." Sambil mengambil benda segiempat yang terbuat dari kulit binatang itu disela baju.
__ADS_1
"Ternyata terjatuh disini waktu itu?" Ujarnya sambil memastikan benarkah itu dompetnya atau bukan dan ternyata benar, dompet merah itu memang miliknya.
"Ish, dasar si Ketos Resse, nyebelin, kenapa ngak bilang kalau dia yang nemuin dompet aku!" gerutunya pada sang suami.