
Kediaman Wijaya
"Ry, apa kamu sudah menghubungi Daffa?" Tanya mama Rima saat melihat menantunya masih sibuk menata piring di meja makan.
"Belum ma, Riry lupa hehe." Ujarnya yang di akhiri cengiran khasnya. Membuat mertuanya hanya geleng geleng kepala gemas.
"Ya udah kamu hubungi sana, Ini biar mama yang selesaiin." Pinta sang mertua.
"Iya Ma." Serunya. Tapi baru saja ia akan melangkah, Orang yang mereka bicarakan muncul dihadapannya.
"Hubungi siapa Ma?" Menautkan kedua alisnya. Lalu berjalan mendekat dan mencium sekilas kening Audry.
Mata Audry memicing. Siapa lagi kalau bukan Daffa Wijaya.
"Kau sudah datang?" Bukannya menjawab mama Rima malah mengajukan pertanyaan balik. Yang dibalas deheman lirih Daffa.
"Kamu pulang ke rumah?" Kali ini Audry yang bertanya sambil menatap curiga sang suami. Pasalnya, Baju yang dikenakan Daffa sudah berubah. Tadi siang ia mengenakan baju sekolah, dan sekarang sudah berganti menjadi baju TShit warna Hitam dan celana bahan selutut berwarna Coksu.
"Ah, Iya sayang." Sambil memperhatikan tampilannya.
__ADS_1
"Kebetulan Tempat aku dan David ketemu searah sama rumah. Jadi sebelum kesini, aku mampir dulu kerumah ngambil berkas yang harus di tanda tangani papa, dan sekalian ganti baju." Jelasnya panjang lebar. Audry dan mama Rima hanya mangut mangut saja mendengar penjelasan Daffa.
Maafkan aku.
"Papa, ayah dan Bunda mana?" Lanjutnya lagi saat tak mendapati ayah dan juga kedua mertuanya diruang makan, dan ruang tamu.
"Papa dan ayah mertua mu masih di ruang kerja. Kalau Bunda Riana lagi di kamar, ganti baju." Saut mama rima.
☆☆☆
Keesokan Harinya
Sore hari sepulang sekolah, Audry dan Daffa tak langsung pulang melainkan pergi ke Mall. Layaknya pasangan baru mereka jalan sambil bergandengan tangan.
"Kamu maunya kemana?" Tanya Daffa balik. Tangannya masih setia menggenggam tangan mungil sang istri.
"Terserah kamu. Aku ngikut aja." Ujar Audry. Daffa menoleh sesaat kearah Audry.
"Mau ngak makan siang di Restauran Jepang?" Tanyanya lagi. Sedangkan Audry terlihat berfikir.
__ADS_1
"Tapi makanannya enakkan?" Tanya Audry dengan tampang polosnya. Wajar yah guys, Audry kan dari kampung. Daffa memandang tak percaya kearah Audry.
"Kamu belum pernah coba yah sayang?" Tanya Daffa memastikan. Karena yang ia tahu, walaupun sang istri berasal dari kampung, tapi ayah mertuanya orang yang cukup mampu dan menurut yang ia dengar, keluarga istrinya juga sering berlibur ke kota dulu sebelum benar benar pindah kesini.
"Iya." Jawabnya polos.
"Habis, bentuknya aneh gitu, aku sering liat di drama drama. Kaya masih mentah gitu." Sambungnya lagi dengan eksfresi yang menurut Daffa sangat menggemaskan. Hingga reflek ia mengecup singkat pipi Audry. Audry melotot kanget. Baru saja ia akan protes dengan sikap Daffa tersebut. Tapi seseorang memanggil namanya dari arah belakang.
"Audry." Kompak keduanya menoleh.
"Oh. Hai Ra." Sapa Audry dengan senyum mereka. Ia pun menghampiri orang tersebut. Tak menyadari perubahan pada sang suami yang saat ini menampilkan eksfresi terkejut dan juga kaku.
"Kau disini?" Tanya Audry saat sampai dihadapan gadis itu.
"Iya, kau dengan siapa?" Gadis itu mengangguk, lalu melirik Daffa yang masih diam mematung dibelakang Audry.
"Ah lupa. Imam aku."
"Sayang, Sini. Kenalan dulu sama teman aku." Menarik tangan Daffa agar mendekat kearah mereka.
__ADS_1
"Oh iyah. Ini Daffa, Imam aku. Dan Daffa ini Laura, teman aku." kata Audry memperkenalkan keduanya.
Kau ngk tau aja Audry😂