
Sesampainya Daffa dan David diMall. Mereka pun segera menyusul keempat gadis itu kedalam Restauran. Tadi Daffa sudah menanyakan keberadaan Audry ketika ia dan David sampai diparkiran Mall.
Tapi baru saja Daffa dan David sampai didepan Restaurant mereka berpapasan dengan Haikal yang baru saja keluar dari Restaurant tersebut dipintu masuk.
"Wah lihat, siapa yang ada dihadapan kita saat ini." Ucap Daffa membuat David menengok kearah Haikal, sedangkan Haikal tak merespon sedikit pun. Ia hanya menatap kedua pemuda dihadapannya saat ini.
"Pak Haikal juga disini?" Tanya David ramah.
"Tadi saya habis makan sama keempat murid murid cantik yang ada dimeja sana." Tunjuk Haikal pada sebuah meja. Daffa dan David serampak menoleh kearah yang guru mereka tunjuk.
Dan apa yang mereka lihat, disana Audry dan ketiga sahabatnya tengah duduk menikmati makanan mereka. Daffa menggeram kesal dalam hati saat mengetahui istrinya semeja dengan guru sok ganteng didepannya ini, tapi ia berusaha tenang menghadapi guru barunya itu.
"Wah, sepertinya anda tak menyelesaikan acara makan anda ya pak?!" Daffa tersenyum sinis kearah Haikal, Ia bisa menebak kalau Haikal baru saja berseteru dengan salah satu gadis itu, terlihat jelas dari wajahnya yang terlihat kesal saat ia melihat gurunya itu.
"Memang benar, karena saya harus segera kembali. Adik saya menunggu saya diApartement." Nada suara Haikal terdengar tenang dan juga santai.
__ADS_1
"Oh ya? Kenapa yang saya tangkap dari wajah anda adalah sebuah kekecewaan?" Ejek Daffa. Tapi Haikal menanggapinya santai.
"Sepertinya, kau tertarik sekali dengan urusan ku?" Haikal memicing kearah Daffa.
"Saya tertarik dengan urusan anda?!" Ucap Daffa sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Sepertinya anda terlalu percaya diri, pak?" Lanjut Daffa dan menatap sinis gurunya itu.
"Buang buang waktu." Ucap Haikal seraya berbalik berniat pergi dari sana. Tapi sebelum ia menjauh dari sana, suara berat dan tegas Daffa memasuki indera pendengarannya.
Sementara itu ditempatnya berdiri, Haikal menggepal tangannya erat manahan kesal. Ntah apa yang membuatnya kesal saat ini. Apa karena ucapan Daffa barusan atau adahal lainnya? Ntahlah.
Daffa dan David kini berjalan mendekati meja Audry dan teman temannya. Sepertinya mereka terlalu lama meladeni Haikal, sehingga sesampainya disana, ternyata keempat gadis itu baru saja menyelesaikan acara makan siang mereka.
"Kalian sudah selesai?" Ucap Daffa tiba tiba saat sampai disamping Audry. Membuat keempat gadis itu terkejut.
__ADS_1
"Kau membuat ku terkejut." Ucap Audry, ia memukul lengan Daffa cukup keras. Daffa meringis saat merasakan lengannya panas akibat pukulan Audry.
"Awww yank, sakit tau." Aduh Daffa sambil mengelus lengannya.
"Lebay." Cibir Manda dan Sisi bersamaan. Daffa hanya menggerlikan bahu acuh menanggapi cibiran kedua gadis itu. Sementara Serly hanya diam saja menonton perdebatan sahabatnya dengan Daffa.
"Kita udah selesai kok." Ucap audry. Ia bangkit dari kursi dan berdiri disamping Daffa.
"Kalau gitu, pulang yuk yank" Ajak Daffa sambil merangkul Audry mesra.
"Hmmm.." Gumam Audry.
"Guys,, gue pulang duluan ya, soalnya mau bantu ayah dan bunda beres beres nih." Ucap Audry pada ketiga sahabatnya, yang diangguki Manda dan Sisi.
"Ngak apa apakan gue tinggal." Audry meraih tangan Serly dan menatapnya dalam, Serly tersenyum kearah Audry yang berarti mengiyakan. Audry dan Daffa pun pulang terlebih dahulu.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, Dari kejauhan seseorang mengamati kebersamaan mereka dalam diam.