Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Sikap Menyebalkan Daffa


__ADS_3

Setelah ritual mandi plus plus mereka selesai dengan segala gerutuan yang dilontarkan Audry karena Daffa lagi lagi melakukannya dikamar mandi membuat Audry susah berjalan. Alhasil Daffa lagi lagi harus menggedongnya keluar kamar mandi.


"Udah donk sayang ngambeknya." Bujuk Daffa yang saat ini memeluk pinggang Audry dari belakang.


" Udah deh ngak usah peluk peluk!" Audry sebal sekali, padahal badannya masih sakit akibat semalam, tapi Daffa mengulang lagi kegiatan mereka semalam dikamar mandi berkali kali.


"Berhenti ngambek dulu baru aku lepas." Pintanya. Audry hanya diam dengan wajah tertekuk.


"Ayo turun, pasti bunda dan ayah khawatir kita belum turun turun dari tadi." Ajak Daffa yang masih setia memeluk sang istri.


"Iya. Tapi lepas dulu pelukkannya."Pinta Audry lembut. Ia sebenarnya masih ragu dengan penjelasan Daffa tadi. Tapi sebagai seorang istri ia harus belajar percaya pada suaminya sendiri agar rumah tangganya tetap utuh.


Mereka pun turun menyusul kedua orang tua Audry dimeja makan. Disana hanya ada bunda Riana yang sedang mengatur menu sarapan mereka. Mereka pun hanya sarapan bertiga karena ayah Danu sudah berangkat kekantor pagi pagi sekali.


Setelah sarapan dan berbincang sebentar dengan bunda Riana, Sorenya Audry dan Daffa pun pamit pulang ke kediaman Wijaya.


¤¤

__ADS_1


Keesokan harinya keduanya sudah rapih dengan seragam putih abu abu mereka seperti biasa dan siap berangkat kesekolah.


"Sayang nanti sampe sekolah ngak usah caper sama guru baru itu." Ucap Daffa saat mereka sudah berada diparkiran. Alis Audry tertaut.


"Caper? maksud kamu aku suka caper sama pak Haikal?!" Sarkas Audry ketus. Is dasar Daffa siKetos Resse menyebalkan.


"Bukan gitu maksud aku." Ucapnya karena baru sadar ia salah bicara tadi.


"Orang jelas jelas kamu ngomong gitu tadi!" Sarkas Audry lagi. Ia sudah membuang muka arah jendela tak mau menatap Daffa.


"Maksud aku, kenapa sih kamu merubah gaya rambut kamu kaya gini?" Ucapnya dengan nada tak suka.


"Aku ngak suka." Sarkasnya tegas. Audry berdecak sebal.


"Padahal aku ngerubah penampilan aku demi kamu, tapi kamu ngak suka ternyata." Sudah mulai cemberut. Daffa yang mendengar pengakuan Audry mendadak sumringah.


"Jadi benar, kamu ngubah penampilan kamu buat aku?" Tanya Daffa antusias. Audry tak bergeming, malah tangannya sudah meraih handle pintu berniat keluar.

__ADS_1


"Sayang, jangan ngambek donk." Daffa segera meraih tangan sang istri agar tak keluar terlebih dahulu.


"Maksud aku gini loh sayang. aku jadi ngak suka semua cowok disekolah ngeliatin kamu kaya kamu cewek mereka aja!" Ucapnya tak suka. Audry mengernyit. Kenapa jadi dia yang marah?


"Dih, Mana ada kaya gitu." Sarkas Audry.


"Adalah, kamu aja yang ngak sadar, kalau semenjak kamu potong rambut jadi kaya sekarang, mereka itu rebutan pengin deketin kamu, apalagi tuh si guru baru tukang tebar pesona!" Ucapnya panjang lebar membuat Audry terkekeh geli mendengar julukan yang diberikan Daffa untuk Haikal.Apakah suaminya yang Resse ini sedang cemburu?


"Lebay deh. Ayo ah masuk." Ajak Audry, karena semenjak tadi mereka masih berada dalam mobil. Mereka pun masuk kekelas bersama. Sepanjang jalan menuju kelas, semua murid menatap kearah mereka. Bahkan ada pula yang menyapa mereka.


"Jangan senyum sama siapa pun." Ucap Daffa memperingatkan.


"Lantas aku harus cuek aja ketika disapa kaya tadi?Nanti aku dikira sombong lagi sama mereka." Ucap Audry tak percaya. Ada apa dengan suami Ressenya ini?.


"Biarin aja mereka beranggapan seperti itu. Pokoknya kamu ngak boleh senyum senyum atau sapa balik mereka." Ucapnya lagi sambil menarik tangan sang istri.


"Nyebelin." Gerutu Audry namun tak digubris Daffa.

__ADS_1


Mungkin kalian beranggapan cerita ini sangat membosankan dan selalu menguntungkan Daffa yang jelas jelas brengsek. Disini memang aku sengaja memainkan emosi kalian😁🙏. Selamat Datang diDunia Bucinnya Daffa😁


__ADS_2