Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Mantu Kesayangan


__ADS_3

Lima bulan berlalu, hubungan Audry dan Daffa menunjukkan perubahan yang sangat baik. Keduanya bagaikan prangko yang kemana-mana selalu berdua. Tapi bukan keinginan Audry selalu menempel dengan Daffa, melainkan Daffa sendiri yang tak bisa jauh dari Audry.


Bahkan jika Audry ingin pergi kesalon bersama dengan Sisi, maka Daffa akan mengantarnya, padahal Sisi sudah menawarkan antar jemput untuk Audry, tapi dasar Daffa saja yang tak mengisinkan istrinya keluar sendiri tanpa dirinya.


"Sayang, kita jadi ke rumah ayah dan bunda nanti?" Tanya Daffa pada sang istri yang kini tengah duduk disampingnya. Saat ini mereka sedang berada diruang manager sebuah C**affe dekat taman kota.


Caffe tersebut merupakan milik Daffa yang baru saja dibuka sebulan yang lalu hasil tabungannya beberapa tahun belakangan dan juga bantuaan dari papanya.


"Jadilah, kan ayah sama bunda mau pulang kampung selama sebulan. Jadi aku mau nginap disana selama dua hari." Ucap Audry tanpa menatap Daffa, ia mala sibuk dengan ponsel ditangannya.


"Kamu ngak sibukkan?" Tanyanya lagi sambil menatap Daffa sekilas sebelum kembali fokus pada ponsel ditangannya.


"Ngak kok sayang. Tapi kita pulang kerumah dulu ambil baju ganti." Ucap Daffa tangannya mengelus lembut rambut cokelat sepunggung Audry.

__ADS_1


"Ngak usah, Bunda udah sediain baju kok buat kita dirumah, katanya kalau kita mau nginap biar ngak repot bawa baju." Lagi lagi mata Audry masih fokus ke ponsel tanpa menatap pada Daffa yang sedang menatapnya kesal. Daffa berdecak sebal. Ia mengambil ponsel Audry secara tiba-tiba membuat istrinya menengada menatapnya sebel.


"Kalau lagi ngomong liat orangnya dong. Jangan lihat Hp terus." sarkas Daffa. Audry memutar bola mata malas, memang lima bulan terakhir ini Daffa sangat menyebalkan menurutnya.


"Lagian kamu Chat'an ama siapa sih, Sampai aku ngak dianggap gitu?" Lanjutnya dengan penuh selidik.


"Ngak usah Lebay deh, Aku cuma Chatan ama ketiga sahabat aku doank." Ucap Audry santai. Ia meraih gelas didepannya dan menyeruput jus alpukat yang tadi dibawahkan pelayan keruangan Daffa.


"Kalau lagi sama aku, kamu ngak boleh ngobrol atau chatan sama orang lain. Hp kamu aku yang pegang." Audry sampai melongo mendengar ucapan Daffa barusan, ia menatap tak percaya pada Daffa yang sudah memasukan ponselnya kesaku celana yang Daffa pakai.


"Tapi aku suami kamu. Jadi kamu harus nurut sama aku." Ucapnya telak tanpa harus dibantah. Dan perdebatan pun selesai dengan diamnya Audry yang sudah males melayani Daffa yang semakin menyebalkan menurutnya.


"Ya udah ayo kita pulang. Aku udah kangen banget sama Ayah dan Bunda." Pinta Audy setelah cukup lama mereka terdiam. Daffa hanya mengangguk sebagai jawaban dan segera bangkit dari duduknya dan membantu Audry bangkit dari kursi.

__ADS_1


¤¤


Sesampainya dikediaman orang tua Audry, mereka pun disambut hangat oleh kedua pasangan paru baya itu. Terlihat binar kebahagiaan terpancar dimata keduanya saat melihat putri dan mantu mereka berkunjung.


"Ayo kalian masuk dulu, Bunda udah siapin masakan kesukaan kamu loh Daff." Ucap bunda Riana antusias membuat Daffa tersenyum senang. Beda halnya dengan Audry yang tiba tiba saja cemberut menatap kearah bunda dan sang suami bergantian.


"Kamu kenapa cemberut?" Tanya ayah Danu saat melihat wajah merajuk sang putri.


"Bunda curang, masa Daffa doank yang dibuatin masakan, terus Audry ngak?" Adunya pada sang ayah, membuat ketiganya tertawa. Ternyata putri kecil mereka tengah merajuk perihal masakan kesukaannya yang tak dibuat oleh sang bunda.


"Aku kan mantu kesayangan bunda." Daffa semakin membuat Audry merenggut sebal.


"Dih, tapi aku tetap kesayangan ayah sama bunda terus papa sama mama juga. Kamu mah ngak wekk." Balas Audry sambil meleletkan lidahnya kearah Daffa. Ini yang membuat Daffa bahagia, sekarang Audry tak sungkan atau canggung lagi memperlihatkan sisi kekanakannya dihadapan Daffa.

__ADS_1


Dulu Daffa hanya bisa melihat tatapan kebencian untuknya dimata Audry dan senyum keterpaksaan dibibir mungil gadis itu.


__ADS_2