Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Pernikahan


__ADS_3

Sudah sebulan berlalu semenjak makan malam itu. Dimana akulah yang jadi orang ketiga diantara dua sejoli itu. Meskipun pada akhirnya mereka putus karena alasan yang tak aku tahu sama sekali.


"Kenapa melamun?" Tanya Bunda. Saat ini beliau duduk disamping ku.


"Riry hanya grogi bunda." Ucapku. Ya saat ini aku memang sedikit grogi karena sebentar lagi akad nikah akan dimulai. Oh ya aku tak memberitahukan kalian kalau hari ini acara pernikahan ku. Itu yang membuat ku gelisah sejak tadi.


" Sebentar lagi Rirynya bunda akan jadi seorang istri." Ucap bunda lirih dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Bunda ingat dulu waktu kamu kecil, manjanya ngak ketulungan." Ucapnya lagi dengan lirih. Mau tak mau aku pun ikut menangis mendengarnya.


"Bunda jangan sedih, Riry kan jadi sedih dengarnya. Hikz" Ucap ku dengan terisak kecil.


"Ingat sayang. Kalau istri itu makmumnya suami. Apa pun yang suami kamu katakan harus kamu dengar dan kamu turuti." Jelas bunda dengan mengusap air mata ku dengan tisu. Aku hanya mampu mengangguk untuk menanggapinya.

__ADS_1


Hingga tak lama telinga ku mendengar suara lantar seseorang dibawah sana menyebutkan nama ku dengan janji suci pernikahan yang membuat ku menangis haru didalam kamar.


"Saya terima nikah dan kawinnya Audry Federica bin Danu Dirja. dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." ucapnya lantang.


sah..sah..


Aku berhambur kepelukan bunda. Air mata ku tak mampu ku bendung lagi. Aku tahu saat ini kebebasan ku telah berakhir.


" Ayo sayang. Kita kebawah untuk bertemu suami mu." Ucap bunda. Ntah kenapa mendengar kata suami pipi ku jadi memanas. Aku pun mengangguk seraya berdiri dan berjalan mengikuti langkah bunda.


"Salim dulu sama suami kamu sayang." Jelas Bunda. Lagi lagi ku rasa pipi ku memanas mendengar kata suami yang bunda ucapkan pada ku. Ku raih tangan besarnya dan meletakkannya dikening ku.


Setelah akad selesai dan semua surat pernikahan telah kami tanda tangani. Sesi foto keluarga pun sudah kami lakukan dan menerima ucapan selamat dari semua orang yang hadir. Aku dan dia kembali kekamar ku untuk istirahat dulu sebelum nanti malam acara resepsi dilakukan.

__ADS_1


"Ah lelahnya." Keluh ku. Dan berbaring diatas tempat tidur.


"Mandi dulu baru tidur." Ucap seseorang membuatku tersentak. Aku bangkit dan menengok kearah suara. Mata ku membulat saat menyadari sosok dihadapan kusaat ini.


"Kok elo di kamar gue?" Tanya ku bingung.


"KAMAR KITA SAYANG."Ucapnya penuh penekanan dengan senyuman menyebalkannya menurutku.


"Ini kamar gue aja. Bukan kamar kita atau kamar elo!!" Ucap ku dengan emosi yang tak mampu ku kontrol.


"Wah sepertinya istri ku ini hilang ingatan." Ucapnya dengan nada mengejek kearah ku. istri astaga kenapa aku lupa dua jam yang lalu aku sudah resmi menjadi istri pemuda penyebalkan ini. Aku berdehem untuk menghilangkan kecanggungan ku.


"Ehm.. E-elo keluar dulu. Gue mau mandi." Ucap ku grogi. Astaga ini mustahil bagiku.

__ADS_1


"Kita udah muhrim sayang. Jadi kenapa aku harus keluar?" Ucapnya santai dengan seringai dibibirnya. Aku pun melenggang pergi menuju kamar mandi tanpa memperdulikan mahluk menyebalkan itu. Tak lupa pula ku bawa baju ganti kedalam kamar mandi.


__ADS_2