
Didalam mobil, baik Daffa maupun Audry tak ada yang membuka suara. Sepanjang perjalanan pulang, mereka hanya diam, Audry yang sibuk menatap kearah jendela, sedangkan Daffa fokus dengan jalanan.
Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai ke tujuan. Audry segera melepas sabuk pengaman yang melekat pada tubuhnya.
"Thank's udah mau ngantar gue" Ucap Audry.
"Sama sama."Balas Daffa.
"E-elo ngak mau mampir dulu?" Sekedar basi basi Audry
"Lain kali aja." Balas Daffa.
"Ya udah, kalau gitu, gue masuk dulu." Ucap Audry yang dibalas anggukan Daffa.
Setelah memastikan Audry masuk ke rumah, Daffa langsung melajukan mobilnya menuju suatu tempat. Hari ini dia ada janji dengan seseorang di Caffe.
Tak selang berapa lama Daffa pun sampai ke tujuan.
Ia langsung memarkirkan mobilnya di depan Caffe. Setelah memarkirkan mobil, ia masuk ke dalam Caffe, mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan orang yang akan ia temui.
"Hai,Udah lama nunggunya Sweety?" Ucap Daffa sambil menarik kursi disamping gadis yang dia panggil Sweety.
"Kamu kok lama sih sayang? Aku udah nungguin kamu dari tadi." Ucap Orang tersebut manja.
__ADS_1
"Maaf Sweety, tadi itu aku ada tugas dulu yang harus diselesaikan disekolah, Maklumlah Ketua Osis." Ucap Daffa meyakinkan gadis disampingnya.
"ya udah deh aku percaya. Kamu mau pesan apa sayang?" Ucap Laura. Gadis yang dipanggil Sweety Oleh Daffa.
"Pesan makan aja, soalnya laper." Ucap Daffa.
"ya udah aku pesanin dulu." Ucap Laura.
Selama menunggu pesanannya datang, Daffa fokus pada gadis dihadapannya. Matanya menatap intens kearah gadis itu.
"Semakin hari, kamu kok makin cantik sih Sweety?" Ucap Daffa sambil membelai pipi Laura. Mulai aksi gombalnya.
Blush, kata-kata itu membuat pipi Laura memanas dan salah tingkah.
"Kenapa? kamu sakit?" Tanya Laura sambil memeriksa kening Daffa, memastikan apakah kekasihnya itu sakit.
"Ngak panas." Ucap Laura lagi.
" Emang aku ngak sakit Sweety, tapi aku ngak fokus belajar karena dari tadi kebayang sama muka kamu." Ucap Daffa gombal.
"Ih apaan sih sayang, kok gombal sih?" Ucap Laura salah tingkah dan lihat pipinya memerah lagi dengar gombal Daffa.
"Ngak gombal, ini benar Sweety." Ucap Daffa meyakinkan.
__ADS_1
Tak berapa lama pesanan mereka datang, Daffa melepaskan genggaman tangannya pada gadis itu dan fokus pada makananya.
Selama makan Daffa tak henti hentinya menggoda kekasihnya dengan gombalannya. yang membuat pipi gadis itu bersemu merah dan salah tingkah.
Cukup lama mereka menghabiskan waktu di Caffe, Hingga malam pun datang. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
"Ayok, Aku antar kamu pulang." Ucap Daffa sambil membuka pintu mobil untuk Laura.
"Makasih Sayang." Ucap Laura manja.
Setelah Laura masuk Daffa berjalan menuju kemudi. Mobil mulai meninggalkan parkiran Caffe.
Sepanjang perjalam mereka tak hentinya bercanda. Ada saja kelakuan Daffa yang membuat gadis itu malu dan salah tingkah diwaktu yang berasamaan.
Hingga tak terasa mereka sampai rumah milik Laura. Daffa melepas sabuk pengamannya, begitupun dengan Laura. Mereka saling memandang satu sama lain, hingga Daffa mengikis jarak di antara mereka.
Cup...Bibir mereka tertaut satu sama lain, tangan besar Daffa menangkul pipi gadis itu dan ******* bibir sang kekasih. Merasa kehabisan oksigen ia melepas ciuman mereka.
"Ya Udah kamu masuk gih." Ucap Daffa sambil membelai pipi sang kekasih.
"Hmm, Makasih sayang." Ucap Laura, Sambil merapikan penampilannya.
"See you tomorrow." Ucap Laura lagi sambil mengecup pipi Daffa, dan setelahnya iapun keluar dari mobil milik Daffa.
__ADS_1
"Aku pulang dulu. bye Sweety." Ucap Daffa.