Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Hukuman


__ADS_3

Dengan perasaan yang tak karuan Daffa pun membuka pesan dari Haikal. Rahangnya mengeras saat mendapati ternyata Audry membalas pesan yang Haikal kirim.


Padahal itu adalah pesan yang diterima Audry dua hari yang lalu. Mungkin karena sibuk dengan ujian dan pekerjaan rumah, Audry lupa menghapusnya.


"Sial, Kenapa Riry membalas pesan dari si sok ganteng itu." Gumamnya dan mulai membaca isi pesan tersebut.


Pak Haikal F


Kau sibuk?


Audry Riry F


Tidak pak. Ada apa pak?


Pak Haikal F


Pak? panggil kakak saja, bukankah sekarang bukan dijam sekolah?


Daffa menggepalkan tangannya emosi saat membaca pesan tersebut.


Audry Riry F


Hmm maaf.. Ada apa?

__ADS_1


Pak Haikal F


mmm... jika kau tak sibuk, maukah kau menemani ku ke toko buku nanti sore?


Audry Riry F


Maaf, Saya tidak bisa. Karena nanti sore saya sudah ada acara keluarga.


Daffa tersenyum penuh kemenangan saat Audry menolak ajakan dari guru tebar pesona itu.


"Memang kau harus menolaknya sayang." Tanpa mau membaca kelanjutan pesan tersebut Daffa pun menghapusnya dan memblokir nomor Haikal tanpa minta izin pada Audy terlebih dahulu.


Tak berselang lama terdengar pintu kamar mandi terbuka. Daffa pun menoleh dan mendapati sang istri dengan baju tidurnya, sudah segar dan fres sehabis mandi.


"Kamu mandi atau bertapa sih sayang didalam sana? lama banget keluarnya." Omel Daffa saat melihat Audry berjalan kearahnya dan menaiki ranjang. .


"Mana ada tuyul ngepet? yang ada babi ngepet baru benar." Balas Daffa.


"Sudah berubah mulai sekarang." Balas Audry lagi. Ia berbaring disebelah Daffa yang sedang duduk bersandar dikepala ranjang.


"Hp aku mana yank?" Audry menadah tangan meminta ponselnya pada Daffa. Tapi pertanyaannya mengenai ponsel sepertinya membuatnya terjebak.


"Buat apa?" Dengan mata memicing menatap Audry curiga.

__ADS_1


"Ya siapa tau kan, ada pesan masuk dari sahabat aku." Tangan Audry masih menadah dihadapan wajah Daffa. Bukannya memberikan ponsel Audry, Daffa mala mencium tangan istrinya membuat sang istri melotot sekaligus merona karena kelakuannya itu.


"Dafffaaaa!! siniin Hp aku!." Pinta Audry ketus dengan wajah meronanya yang tak dapat disembunyikan.


"Hp kamu aku sita." Ujar Daffa santai membuat Audry mendengus sebel.


"Dari tadi siang Hp aku kamu sita. Masa itu belum cukup." Ucap Audry tak percaya.


"Itu hukuman. Karena kamu sudah berani bermain-main dibelakang aku. Cup" Ucapnya tegas diakhiri kecupan singkat dibibir Audry.


"Maksud kamu apa sih? ngak jelas banget deh." Gerutunya.


"Dan hukuman kamu belum berakhir." ucap Daffa dengan seringai nakal diwajahnya membuat Audry menelan salivanya gugup. Audry sudah tahu hukuman apa yang dimaksud oleh Daffa.


"A...aku buat salah apa emangnya?" Tanyanya gugup dan juga bingung.


"Kamu udah berani balas-balas pesan dari guru sok ganteng itu.. Jadi kamu harus diberi hukuman." Bisik Daffa tepat ditelinga Audry dengan posisi yang sudah menindih tubuh mungil sang istri. Audry dibuat gelagapan.


"Ta...tapi be...sokkan masih ujian sa..yang." Sengaja memanggil sayang agar Daffa mau melepaskannya malam ini.


"Rayuan mu tak akan mempan sayang ku." Bibir dan tangannya sudah mulai menjelajah kesana kemari. Audry semakin panik.


"Lagian kamu bisa ujian dirumah, Aku akan meminta izin pada om Arman " Ucap Daffa santai, dan tangannya sudah mulai membuka kancing piayama Audry satu persatu. Audry melongo mendengarnya.

__ADS_1


"Jangan coba-coba protes, atau kau mau kita melakukannya sampai pagi. Dan dengan senang hati aku akan melakukannya." Ucap Daffa saat menyadari Audry akan melayangkan protesnya. Dan Audry hanya bisa pasrah dibawah kungkungan Daffa.


Maaf adegannya disensor🙏🙏 disini banyak anak dibawah umur yang baca soalnya 😁


__ADS_2