
Waktu terus bergulir, jam pelajaran pun berakhir. Kini tiba saatnya para siswa SMA Bakti Bangsa untuk pulang kerumah mereka masing masing.
Dikoridor sekolah terlihat Audry dan ketiga sahabatnya tengah jalan beriringan menuju parkiran sekolah.
"Ry, elo kok bisa kenal sama pak Haikal?" Tanya Sisi
"Ya nih, elo kok ngak cerita sih kalau punya kenalan guru kece kaya pak Haikal." Ucap Manda dengan nada sebel.
"Gue juga baru kenal dua hari yang lalu. Itu pun ngak sengaja ketemu dilift Apartemen bang Dika." Jelas Audry.
"Yang elo pas ditinggal sama Daffa ke Caffe itu?" Ucap Manda antusias yang sukses mendapatkan pelototan dari ketiga.
"Ya maaf, gue kan cuma senang elo bisa dapat pengganti si kunyuk dalam waktu singkat." Ucapnya lagi memelas, kali ini ia sukses mendapat cubitan dari Sisi yang memang berdiri disampingnya.
"Benar benar ya lo.. Audry ini masih istrinya Daffa. Main cari pengganti aja elo!" Omel Sisi pada Manda.
__ADS_1
"Tau nih, bukan teman gue pokoknya." Ucap Serly.
"Bukan teman gue juga." Ucap Sisi. Audry yang mendengarkan perdebatan ketiga sahabatnya hanya diam saja.
"Wah teman ngak ada ahlak ya elo berdua, masa elo berdua ngak mau ngakuin gue jadi sehabat elo berdua." Ambek Manda yang membuat ketiga sahabatnya terkekeh geli.
"Audry." Sapaan dari seseorang menghentikan obrolan mereka berempat. Dengan serempak mereka menoleh kesumber suara. Mata mereka membelalak saat mendapati sosok guru baru yang menjadi topik obrolan mereka tengah berada dibelakang mereka.
"Iya pak" Balas Audry canggung.
"Tapi kan Bapak guru saya. Jadi ngak pantas saya panggil kakak pada bapak, apalagi ini masih dilingkungan sekolah." jelas Audry sungkan.
"Baiklah terserah kamu saja. Tapi kalau diluar sekolah ngak usah panggil bapak, berasa tua aku jadinya." Canda Haikal. Lagi lagi perkataannya membuat ketiga gadis itu saling melirik. Berbeda dengan Audry yang merasa canggung saat ini.
"I-iya pak." Ucapnya Canggung. Tanpa mereka sadari, jauh dibelakang mereka Daffa yang saat ini tengah berdiri memegangi kunci mobilnya berhenti disaat matanya menatap Audy tengah berbincang dengan guru baru tersebut.
__ADS_1
"Apaan sih tuh guru baru, tebar pesona aja kerjaannya." Gerutunya. Wajahnya terlihat semakin kesal saat Haikal dan Audry berjalan menjauh dari ketiga sahabat Audry.
"Apa apaan si Audry! Udah punya suami tapi dekat dekat dengan cowok lain ditempat umum lagi!" Tambahnya. Tanpa ia sadari Serly , Sisi dan Manda yang sejak tadi berdiri didepan sana kini telah berada disampingnya. Mereka menyeringai nakal saat mendengar makian Daffa pada Haikal dan juga Audry.
"Guys, kalian tidak mencium bau kebakaran?" Serly tampak mengendus endus ke sembarang arah.
"Iya, gue juga cium kok baunya" Sisi ikut menimpali.
"Berisik ya elo bertiga!!" Bentak Daffa.
"Cemburu?" Tebak Serly sambil menunjuk Daffa dengan jari telunjuknya. Yang membuat pemuda itu menepis tangannya kasar.
"Ngak usah nunjuk nunjuk!" Tambah kesalkan dia.
"Guysss... Roman romannya ada yang cemburu nih" Serly semakin gencar melakukan aksinya, yang semakin membuat Daffa kesel.
__ADS_1
"Berisik!! Pergi jauh jauh sana!" Mendorong ketiga gadis itu agar menjauh darinya. Bukannya kesel, Ketiga gadis itu mala tertawa terbahak bahak. Dan semakin menyulut emosi Daffa.