Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
The Real Playboy


__ADS_3

Acara makan malam mereka akhirnya selesai. Kini mereka sudah berada didalam mobil Bajero hitam milik Daffa. Dengan posisi duduk yang sedikit berubah. Didepan kemudi ada Daffa, disebelahnya ada Krystal yang ntah kenapa mala ikut dengan mereka. Jangan tanya dimana Audry.Benar, sekarang gadis mungil itu tengah duduk sendiri dijok penumpang bagian belakang.


Audry sudah mengatakan kalau ia bisa pulang menggunakan taxi. Memang dasar Daffa saja yang keras kepala memaksanya untuk ikut bersama mereka dengan alasan tanggung jawab.


"Ay, kita antar Audry dulu ya" Ucap krystal memecah kesunyian. Karena semenjak masuk kedalam mobil tak ada satupun yang bersuara diantara mereka.


"Aku antar kamu dulu, baru Audry." Ucap Daffa tegas tanpa menatap lawan bicaranya. Ia melirik kursi belakang melalui kaca spion didepannya. Disana terlihat Audry sedang duduk dengan mata tertutup.


"Tapikan Ay, aku lagi pengin bicara berdua sama kamu." Ucap krystal manja sambil menyandarkan kepala dibahu Daffa. please deh jangan kaya anak kecil, itu ngak akan mempan buat Daffa. Benar saja, Daffa tak bergeming mala matanya terus melirik kearah kaca spion.


" Ay, kamu dengar aku ngak sih!" Krystal merengek. Aksinya itu membuat Daffa geram dan dengan tiba tiba menghentikan mobil dipinggir jalan.


"Turun!!" Bentak Daffa kesal. Bukan hanya Krystal yang terkejut bahkan Audry yang sedang menutup mata dikursi belakang pun terlonjak.

__ADS_1


Dengan perasaan takut, gadis itu turun dari mobil. Ini kali pertama ia melihat Daffa marah.


"Ay, A-aku tidak bermaksud mengatur mu." itu sedikit Ucapan yang terdengar oleh telinga Audry sebelum pintu mobil ditutup dengan keras oleh Daffa membuat Audry kembali terkejut.


Audry yang berada dimobil bisa menangkap jika kedua orang itu sedang berdebat. Terlihat dari cara mereka berbica dan gerak gerik tubuh mereka. Tak lama pintu samping tempat Audry duduk terbuka.


"Turun." Ucapan seseorang lembut yang membuat Audry menengada untuk menatapnya. kenapa aku tak sadar jika mereka sudah selesai bicara. apa aku melamun?' fikir Audry.


"Ayo turun." Ucap Daffa lagi. Audry turun dari mobil mengikuti kemauan Daffa. Ia berdiri didepan Daffa yang sedang menatapnya.


"Masuk." Ucap Daffa lagi. Kedua alis Audry tertaut. ini gimana sih maksudnya? Audry melirik arah tangan Daffa yang sedang memegang daun pintu mobil bagian depan. Ia pun masuk sesuai perintah Daffa. Setelah Audry duduk, Daffa kembali keposisinya.


"Pacar elo tinggal didaerah sini?" tanya Audry karena tadi ia tak melihat gadis itu disana.

__ADS_1


"Dia sudah pulang naik taxi." Ucap Daffa santai.


"A-apa?!"Auto kaget donk, karena ia fikir Krystal memang tinggal diwilayah ini.


"Ngak usah bahas orang lain saat kita bersama." Hmm sang player mulai beraksi.


"tapi dia kan pacar elo"Ucap Audry.


"Udah ngak"Ujar Daffa entek. Audry membelalak lebar. Wah bisa bisanya jawab sesantai itu. gerutu Audry dalam hati.


"Udah putus."Ucapnya lagi. Sementara Audry hanya diam saja. Tak tahu harus bereaksi seperti apa sekarang.


Sepanjang jalan mereka hanya diam. Daffa sibuk dengan jalanan didepannya sedangkan gadis disampingnya sibuk dengan fikirannya sendiri. Perjalanan yang mereka tempuh cukup lama karena adanya kemacetan lalu lintas. Daffa melirik gadis disebelahnya, senyuman terbit diwajah tampan itu, ketika mendapati sang tunangan yang sudah terlelap disana.

__ADS_1


__ADS_2