
"Bilang sayang dulu. Baru aku minggir." Ucap Daffa bermaksud menggoda sang istri. Ntah kenapa dia senang sekali menggoda gadis itu. Mukanya yang jutek sangat menggemaskan dimata Daffa.
"Ngak usah Resse pagi pagi!" Ucap Audry ketus. Ia mendorong badan tegap Daffa sekuat tenaganya dan berhasil.
"Ngak boleh galak galak sama suami." ucap Daffa masih dengan mode jailnya. Membuat Audry mendengus sebel. Baru saja Audry mau membalas ucapan Daffa. Tapi Daffa sudah masuk kekamar mandi.
"Dasar nyebelin!!"Gerutunya.
Sambil menunggu Daffa yang selesai mandi. Audry memilih duduk dipinggir ranjang sambil memainkan ponselnya.
Tak lama suara pintu kamar mandi terbuka. Menampilkan sosok Daffa yang sudah segar dan harum khas habis mandi dengan handuk yang melingkar dipinggangnya. Audry menoleh. Matanya membelalak melihat Daffa bertelanjang dada.
"E-elo!!!" Pekik Audry sambil menutup matanya dengan tangan.
"Aku kenapa?" Ucap Daffa dengan wajah sok polosnya.
"Elo udah buat mata suci gue ternoda!"Ujar Audry kesal masih menutup matanya dengan tangan. Daffa cuek saja.
__ADS_1
"Kamu harus terbiasa. Karena setiap harinya kamu akan lihat aku seperti ini." Ucap Daffa enteng. Ia berjalan mendekat kearah ranjang. Membuat Audry meringsut.
"E-lo mau apa?" Ucap Audry gagap. Tangannya sudah meraih bantal. Daffa tak menjawab. Ia malah semakin mendekat.
"Jangan macam macam. G-gue akan teriak." Ucap Audry gugup. Karena Wajah Daffa yang sudah berada dekat dengan wajahnya. Membuat Audry menutup matanya.
Celtak.Sentilan pelan didahi Audry membuat gadis itu membuka mata sambil meringis. Daffa tergelak melihat reaksi sang istri.
"hahaha..Kamu pengin aku cium?." Ucap Daffa berniat mengoda sang istri. Wajah Audry sudah merah karena kesal dan juga malu. Ternyata Daffa hanya menjahilinya dan mengambil ponselnya yang berada diatas tempat tidur. Kan bisa lewat sisi lain ranjang Daffa!!!
"Elo ngerjain gue?!" Ucap Audry geram. Ia malu karena sudah mengira Daffa akan menciumnya.
"Dasar menyebalkan! Liat aja, gue akan balas." Gerutunya sambil menuruni tangga menuju meja makan.
"loh sayang, Daffa mana?" Tanya bunda heran melihat Audry turun sendiri.
"Masih dikamar Bun, ganti baju." Ucap Audry yang sudah duduk dikursi dan mengambil piringnya.
__ADS_1
Celtak.
"Aduh, Bunda kok mukul tangan Riry sih?" Rengeknya saat sang bunda menepuk tangannya yang akan meraih sendok nasi diatas meja.
"Tunggu Ayah sama suami kamu dulu." Ucap Bunda mengingatkan.
"Ayah belum sarapan juga?" Ucap Audry. Celingak celinguk mencari keberadaan Ayahnya.
"Iya, tadi Ayah ke ruang tamu. Harus terima telepon penting." Ucap Bunda. Audry hanya mengangguk. Tak lama Daffa sudah muncul dan bergabung dengan mereka.
"Sayang kok masih duduk sih?" Ucap bunda pada Audry.
"Lantas Audry harus apa?" Tanya Audy polos.
"Kalau suami mau makan itu. Piringnya diambilin, terus ditanya mau makan apa? gitu." Ucap bunda memberitahu.
"Dia bisa ambil sendiri." Balas Audry.
__ADS_1
"Ngak sopan ngomong gitu sama suami." Ucap Ayah Danu yang baru saja muncul dimeja makan. Beliau langsung duduk saat bunda menarik kursi untuknya.
"Contohin bunda kamu. Bukankah tiap hari Riry liat bunda ngelayanin ayah."Ucap Ayah lagi. Audry hanya menggangguk. Tapi dalam hati ia menggerutu, dan menyumpah serapa Daffa.