Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Rambut Baru


__ADS_3

Setelah dari salon, Audry dan ketiga sahabatnya memutuskan untuk melanjutkan berbelanja berbagai jenis pakaian wanita. Setelah puas mereka memutuskan untuk pulang.


"Eh banyak banget. Ini baju buat siapa?" Audry menunjuk semua tas belanjaan yang ia bawa.


"Ya buat elo lah, masa buat kita." Jawab Sisi.


"Astaga belanjaan sebanyak ini hanya gue yang punya? habis donk uang yang dikasih sama Daffa?!" Pekiknya.


"Biarin aja. Udah kewajiban dia belanjain istrinya barang mahal." Serly emang paling suka Daffa susah.


"Lagian ya. Ini juga buat istrinya sendiri, masa dia marah sih." Lanjut Serly tak terima jika seandainya Daffa marah karena Audry boros.


"Tapi ini kok dres doank sih yang kalian pilih?" Audry heran melihat belanjaannya yang isinya hanya dres tak ada yang lain.


"Biarin aja sih." Sisi mulai sebel dengan kepolosan Audry. Mereka pun keluar dari Mall menuju parkiran. Diparkiran sudah ada Daffa dan David yang asyik ngobrol sambil bersandar didepan mobil dan tak menyadari kedatangan mereka.


"Kalian udah nunggu dari tadi." Sapa Serly pada keduanya. Daffa dan David menoleh berbarengan, mereka melongo melihat perubahan Audry.

__ADS_1


"A-udry?!" Pekik keduanya berbarengan membuat ketiga sahabat Audry yang ada disana berdecak sebal.


"Biasa aja kali!" Gerutu Manda. Daffa tersadar dari keterpakuannya. Ia menatap David kesal karena tak melapas pandangannya dari Audry.


"Eh elo ngak Usah liat istri gue kaya gitu!" Daffa kesal dengan David yang tak berhenti menatap Audry kagum. Ia menyenggol bahu David agar tersadar dari kekagumannya pada Audry.


"Ck, Lebay deh elo berdua." Sisi mendengus sebel dengan kedua pemuda itu. Sementara Serly mencibir Daffa.


"Ck, Sadar juga elo udah punya istri?!" Cibir Serly membuat Daffa menatapnya sebel.


"Sejak awal gue sadar kalau udah punya istri." Jawab Daffa tak terima dengan perkataan Serly.


"Gu-gue? sama teman." Alibi Daffa. Serly memandang Daffa sinis.


"Teman kencan maksud elo." Jelas Serly sinis.


"Ry, buka mata elo baik baik. Jangan terlalu sabar jadi cewek, yang ada pelakor merajalela." Ucap Serly pada Audry sebelum menarik David melenggang pergi meninggalkan ketiga sahabatnya dan Daffa yang masih tercengang dengan ucapannya barusan.

__ADS_1


"Gue sama Manda juga pulang ya Ry, males liat kadal lagi akting." Pamit Sisi pada Audry. Ia menatap Sinis pada Daffa yang sedang menatapnya kesal.


"Hati hati. Makasih buat hari ini." Ucap Audry sambil memeluk Sisi dan Manda bergantian.


"Masama.. bye Ry." Ucap keduanya berbarengan. Mereka pun melenggang meninggalkan kedua pasutri itu pergi.


"Ehm.. Sampai kapan mau berdiri disini." Ucap Audry membuat Daffa tersentak.


"Hah? Sorry sayang. Ayo kita pulang." Ucapnya Sambil membukakan pintu depan untuk Audry. Sebelumnya belanjaan Audry sudah diletakkan oleh Manda dan Sisi di kursi belakang mobil Daffa. Setelah memastikan Audry duduk dengan nyaman Daffa pun mengitari mobil dan duduk dikursi kemudi.


"Ehmm.. Rambut barunya cocok sama kamu." Pujinya sambil menatap lekat pada Audry. Pujiannya itu sukses membuat Audry salah tingkah.


"Makasih" Audry memalingkan muka menatap pada jendela mobil. Ia tak mau Daffa melihat mukanya yang memerah karena pujian Daffa barusan.


"Sama sama." Balas Daffa.


"Btw, Kamu dandan gini buat aku?" Ucap Daffa menggoda Audry.

__ADS_1


"Kepedean banget. Aku tu dandan kaya gini tu karena tadi disaranin sama Sisi. Katanya siapa tau cocok buat aku." Elaknya Ia menatap Daffa garang. Dih padahal benarkan yang Daffa katakan, kalau ia dandan buat Daffa. Sedangkan Daffa terkekeh melihat wajah Audry yang memerah.


__ADS_2