
"Kita mau kemana?" Tanya Audry bingung saat menyadari jalan yang mereka lalui bukan arah menuju kediaman WIJAYA.
"Aku ada janji sama teman diCaffe. Kamu tunggu aku diApartemen bang Dika aja ya." Jawab Daffa tanpa menatap sang istri disampingnya.
"Kenapa tidak memberitahu ku disekolah tadi!" Ketus Audry.
"Kalau kau bilang, aku bisa minta Sisi atau Serly mengantar ku pulang!"Masih dengan nada yang sama.
"Cuma sebentar sayang"Bujuk Daffa. Kalau Audry pulang sendirian tanpa dirinya, sudah dipastikan ia akan mendengar ocehan dari mama bawelnya dan amukan dari papa pemarahnya.
"Soalnya aku juga mau ajak kamu nginap diApartemen malam ini." Masih dengan nada membujuknya. Ia berharap Audry bisa luluh dengan bujukkannya itu.
"Tapi kemaren kamu janji akan anter aku kerumah ayah." Ucap Audry mengingatkan. Dalam hati Daffa meringis, kenapa ia bisa lupa kalau semalam ia sudah berjanji menginap dirumah orang tua Audry.
"Sayang, aku hanya ingin berdua dengan mu malam ini. " Masih berusaha membujuk istri mungilnya itu.
"Mau ya, cuma sebentar saja. Setelah urusan ku dengan teman ku itu selesai aku akan segera kembali kesini."Bujuk Daffa lagi.
Karena kesal dengan Daffa, Audry sampai tak sadar jika mereka sudah sampai digedung Apartemen Dika. Dengan wajah dongkol ia keluar dari mobil tanpa pamit atau mencium tangan Daffa seperti yang bundanya contohkan agar ia lakukan pada Daffa.
__ADS_1
Melihat Audry yang kesal dengannya, Daffa hanya menghelai nafas. Ia menatap punggung Audry yang mulai hilang dibalik dinding Apartemen.Setelah memastikan Audry masuk keApartemen. Daffa kembali melaju mobilnya keCaffe.
Sesampainya diCaffe Daffa mengedarkan pandangannya mencari orang yang ingin ia temui. Setelah melihat orang tersebut ia pun mendekatinya.
"Sudah lama?"Sapanya. Sementara orang tersebut tersentak mendengar suaranya.
"Kau sudah datang sayang."Ucap orang tersebut seraya bangkit memeluk Daffa.
"Laura lepas! ini ditempat umum."Ucap Daffa datar. Laura mengernyit ada apa dengan Daffa? tumben memanggil namanya dan bukan sweety.
"Sayang aku kangen sama kamu" Ucap gadis itu bergelayut manja dilengan Daffa.
"Padahal aku senang banget pas liat kamu diCaffe waktu itu."Lanjutnya. Memang benar Laura lah yang Audry lihat diCaffe bersama Daffa hari itu. Mereka tidak janjian, hanya tak sengaja bertemu.
"Kamu kok tiba tiba pulang sih sayang."Tanya Laura lagi masih dengan tangan bergelayut dilengan Daffa.
"Kamu ngajak aku ketemu hanya untuk bahas ini?" Ucap Daffa dengan nada tak suka membuat gadis itu tersentak.
"Kamu ngak suka ketemu sama aku?" Rajuknya.
__ADS_1
"Tadi ditelpon kamu bilang kamu sakit. tapi sepertinya kamu sudah baik baik saja sekarang." Ucap Daffa seraya bangkit dari kursi.
"Sayang, kamu mau kemana?" Menahan lengan Daffa.
"Pulang. kamu ngak liat aku kesini masih pakai seragam sekolah?" Suaranya sedikit menahan kesal.
"Kamu kok gitu sih?" Rajuk Laura. Daffa mengernyit.
"Kamu berubah tahu ngak!"Protes Laura
"Perasaan kamu aja."Acuh Daffa
"Ngak. kamu berubah. Aku salah apa sih sama kamu?" Matanya sudah mulai berkaca kaca.
"Udah deh, ngak usah kaya anak kecil." Sepertinya pria jangkung itu sudah mulai jengkel.
"Kamu bilang aku kaya anak kecil?" Dengan mimik tak percaya memandang kekasihnya itu.
"Aku ngak tau salah ku dimana? beritahu aku salah aku apa!!!hikz.."Nah sudah terdengar isakan dari bibir gadis itu. Jika sudah seperti itu Daffa akan luluh.
__ADS_1