Ketua Osis Reseh

Ketua Osis Reseh
Curhatan Serly


__ADS_3

Daffa tak henti hentinya mengulum senyum geli melirik sang istri yang kini duduk disampingnya. Sudah sejak bangun tidur tadi Audry mendiamkannya. Wajah yang biasanya ceria kini tertekuk sebel menatap kearah jendela mobil. Saat ini keduanya tengah berada dalam mobil menuju sekolah.


Bagaimana tidak sebal, Sudah tahu harus berangkat ujian semester, tapi bisa-bisanya Daffa melakukan lagi kegiatan mereka semalam dikamar mandi tadi pagi.


"Udah donk sayang cemberutnya." Dengan senyum gelinya menatap sekilas pada Audry yang masih dalam mode ngambeknya.


"Aku sebel sama kamu... Udah tahu kita masih ujian semester, bisa-bisanya kamu melakukannya lagi.. Dasar mesum!!" Omelnya. Daffa hanya tersenyum geli mendengar ocehan sang istri yang menurutnya sangat lucu.


"Mesum sama istri sendiri ngak apakan?" Ucap Daffa dengan wajah menggodanya. Audry mendengus sebel membuat Daffa tertawa terbahak bahak.


"Kamu kalau lagi kesel gini, **** tau ngak.. coba kita ngak ujian sekarang." Ucap Daffa ambigo. Membuat alis Audry tertaut.


"Maksud kamu?" Tanya Audry bingung. Mode polosnya Audry kambuh.


"Kita bisa putar balik kerumah atau ngak kehotel terdekat untuk melanjutkan yang tadi pagi." Bugh.. Tas ransel dipangkuan Audry melayang tepat diwajah tampan Daffa. Bukannya kesal Daffa malah terbahak.


Tak terasa mobil mereka kini telah sampai diparkiran sekolah. Keduanya turun secara bersama dari mobil dan jalan berdampingan menuju kelas.


¤¤

__ADS_1


Setelah ujian selesai, semua siswa pun pulang kekediaman mereka masing-masing. Sementara itu, ada juga yang masih disekolah seperti halnya pengurus Osis.


Mereka tengah mengadakan rapat Osis. membicarakan mengenai siapa yang layak dan pantas menjadi Ketua Osis selanjutnya, menggantikan Daffa.


Lain Daffa, lain halnya Audry. Saat ini Audry dan ketiga sahabatnya kini sedang berada disalah satu Restaurant disebuah Mall.


Tentu saja Audry butuh perjuangan untuk membujuk Si ketua Osis Resse yang merupakan suaminya itu untuk mengizinkannya keluar dengan ketiga sahabatnya itu.


"Akhirnya kita bisa keluar berempat lagi kaya dulu." Ucap Sisi antusias yang diangguki ketiga sahabatnya.


"Bener.. Gue kangen banget kumpul berempat kaya sekarang." Ujar Audry tak kalah antusias membuat ketiga sahabatnya berdecak tak suka.


"Btw kita mau duduk aja disini tanpa memesan makanan gitu?" Ucap Manda membuat ketiga sahabatnya kompak menoleh kearahnya.


"Ya udah elo yang pesanin, kita tunggu disini aja." Pinta Serly. Manda hanya mendengus, tapi ia melangkah juga untuk memesan makanan untuk ketiga sahabatnya.


"Eh gue ke toilet dulu ya guys, kebelet." Pamit Sisi yang diangguki Audry dan juga Serly. Setelah Sisi dan Manda pergi, tinggallah Audry dan Serly disana.


"Oh ya Serl, gimana hubungan elo sama David?" Tanya Audry. Sebenarnya Audry bisa melihat raut wajah Serly yang terlihat murung hari ini.

__ADS_1


"Ngak usah dibahas.. Kita bahas tentang ujian besok aja." Ucapnya malas. Dan sampai disitu Audry paham permasalahannya.


"Kalian bertengkar?" Belum mau menyerah.


"Ntahlah. Gue bete aja. Kayanya kakak ipar elo itu, belum move on deh sama pacar gue." Akhirnya Serly pun mau tak mau menceritakan masalahnya pada Audry.


"Kakak ipar gue? siapa?" Sebenarnya Audry tahu siapa kakak ipar yang dimaksud Serly. Daffa sering membicarakannya. Tapi ia hanya ingin memastikan langsung dari Serly sendiri.


"Siapa lagi kalau bukan si Queen.. Queen itu!" Terdengar jelas nada tak suka saat menyebutkan nama orang yang ia maksud.


"Kak Bianca kan diluar negeri." Ucap Audry heran.


"Kemaren malem, saat kami pulang dari caffenya laki elo, dia telpon David " Tutur Serly keki.


"Mereka asyik banget tau ngobrolnya, dan gue yang duduk disampingnya ngak dianggap sama sekali." Lanjutnya kesel.


"Terus gimana?" Belum sempat Serly melanjutkan ceritanya, suara maskulin seseorang menghentikan niatnya.


"Haii Audry, Serly." Sapa orang tersebut. Kedua gadis itu menoleh.

__ADS_1


"Pak Haikal." Ujar keduanya kompak. Haikal terkekeh geli melihat ekspresi murid-murid cantiknya itu. Tanpa permisi Haikal duduk disamping Audry yang merupakan kursi yang tadi ditempati Sisi.


__ADS_2